Pasar Tomohon Manado, Pasar Paling Ekstrim

Up 0 komentar

Sekilas, Pasar Tomohon di Sulawesi Utara tampak seperti pasar tradisional biasa. Ada yang menjual ayam, sayuran, dan berbagai jenis keperluan dapur lainnya. Namun, melangkah lebih jauh lagi ke dalam pasar, terdapat lapak yang menjual binatang yang tidak umum dimakan.

Tomohon terletak di Kabupaten Minahasa, sekitar satu jam dari Manado. Tomohon menjadi salah satu objek wisata di Sulawesi Utara ini karena topografi alamnya yang indah. Kota terbesar ketiga di provinsi ini terletak di antara dua gunung, yaitu Mahawu dan Lokon yang belum lama ini meletus.

Salah satu atraksi wisata paling menarik di Tomohon adalah Pasar Beriman Tomohon. Saya beruntung karena baru mengunjungi pasar tradisional ini hari Sabtu lalu, tepat sehari sebelum Hari Raya Paskah. Pada hari itu, warga setempat berduyun-duyun pergi ke pasar untuk membeli berbagai keperluan pesta perayaan.

Jalan menuju pasar pun sempat macet karena banyaknya angkutan umum dan mobil pribadi yang bergerak menuju pasar. Lalu, apa yang menarik di pasar ini?

Di samping menjual berbagai keperluan sehari-hari, pasar ini juga menjual berbagai jenis daging dan binatang. Di situlah uniknya, binatang yang dijual tidak akan Anda temukan di pasar-pasar tradisional lain di Indonesia. Binatang-binatang ini, baik yang dijual dalam keadaan hidup atau sudah mati, biasa dijadikan santapan bagi penduduk sekitar Tomohon.

Melangkah masuk ke pasar yang penuh sesak saya melihat tumpukan binatang lain. Ternyata itu adalah tumpukan tikus yang telah dipanggang. Tampaknya tikus menjadi salah satu barang dagangan yang cukup laku, karena banyak jumlah pedagang yang menjajakan binatang ini cukup banyak.


Babi hutan pun dijual di pasar ini. Berbeda dengan babi ternak yang ukurannya besar dan berwarna putih, ukuran babi hutan lebih kecil dengan bulu berwarna hitam. Sebagian sudah dikuliti, dan sebagian lainnya masih utuh.

Binatang lain yang tampaknya juga banyak dijual di Pasar Tomohon adalah anjing. Ada anjing-anjing yang masih hidup — yang akan dibunuh dengan cara dipukul oleh pedagangnya bila ada pembeli. Ada pula anjing-anjing yang sudah dibakar dan dibumbui. Anjing-anjing ini dibakar dalam keadaan utuh sehingga terus terang saja saya sedikit ngeri.


Yang tak kalah menyeramkan adalah kucing bakar. Menurut pedagangnya, kucing-kucing tersebut juga telah diberi berbagai macam bumbu tradisional. Satu ekor kucing dijual dengan harga Rp 100 ribu. Tidak seperti maraknya pedagang anjing dan tikus, saya hanya mendapati satu lapak yang menjual kucing.


Menurut orang setempat yang kami sewa sebagai pengemudi, hanya babi dan anjing yang cukup umum dikonsumsi di wilayah Sulawesi Utara. Kucing dan tikus merupakan bahan masakan khas Tomohon saja. “Kebanyakan yang makan kucing adalah anak muda,” kata Hok, pengemudi kami tersebut.

Bagi banyak orang pemandangan di bagian daging Pasar Tomohon cukup membuat kita bergidik, walaupun juga sangat menarik. Setiap suku dan daerah memang memiliki makanan khas yang berbeda-beda!



Olenka Priyadarsani

Komentarnya bersoda :

Mantap nih, Pak bondan pernah nyicipin masakan disini belum ya? mungkin jawabannya 'Maknyus Pemirsa, Saya mau muntah dulu'

Tidak disarankan buat penyayang binatang nih, monyet , anjing, kucing, semua dibumbuin juga, kalau dilain pulau ada yang seperti ini, mungkin malah pedagangnya yang dibumbuin massa  :hammer :

Namun inilah keragaman Indonesia, budaya boleh beda, tapi tetap satu jua :gembira :

Untuk pentup saya mau titip salam buat pak Barus dulu ''Itu hati-hati bawa belanjaannya, berat itu pak, salam buat keluarga''



BACA FULL»

Sate Lezat Dari Madura Ini Adalah Sate Lalat

Up 0 komentar
Pernah mencoba sate lalat ? Jika belum dan mencicipi, ada baiknya Anda berkunjung ke Jalan Trunojaya, Pamekasan, Madura. Di sana ada sate lalat yang dijual Haji Dody dan sangat diminati.

Haji Dody sengaja memberi nama sate lalat agar diminati dan membuat orang penasaran. Namun, jangan khawatir, sebab yang dijual bukan sate berbahan binatang lalat.

Sate yang dijual terbuat dari daging ayam, seperti sate lainnya. Bedanya, Haji Dody memotong daging tersebut kecil-kecil, seukuran lalat. Itulah sebabnya, sate yang dijualnya diberi nama sate lalat.


Agar lebih nikmat, sate lalat dicampur dengan bumbu khas Madura. Disantapnya dengan lontong. Satu porsi sate lalat berisi 21 tusuk, Haji Dodi menjualnya dengan harga Rp 7.000. "Rasanya enak," kata Sonhaji, penikmat sate lalat.

Saat berjualan, Haji Dodi selalu mengenakan pakaian khas Madura. Dia siap melayani para pembeli, baik yang makan di tempat atau mereka yang minta sate lalat dibungkus. Uniknya bungkus sate lalat adalah daun pisang, yang jarang digunakan para tukang sate lainnya.





terheran.com

Komentarnya bersoda :
Beugh, soda mau makan model apapun ni sate, judulnya tetep lalat. Lama-lama Haji Dodi juga jualan sate nyamuk juga nih pasti. Jadi inget kemarin baru makan sate lutung oseng-oseng tomcat : hammer :
Inilah madura, tanpa kota ini kita tidak akan mengenal sate ayam yang sangat lezat  :go : go :  : go :  
BACA FULL»

Seni Mengukiir Wajah Dari Pisang

Up 0 komentar




Hobi makan pisang ?
Coba kalau pisangnya tidak hanya di makan dan buat sesuatu yang unik tidak biasa. Seperti inilah bentuk pisang jika dipegang oleh tangan para seniman.











terheran.com

Komentarnya bersoda :
Hmmmm good job, pisang idaman para wanita nih, Terutama yang bentuk ular [yang merasa cewe ngaku hayoo]   :mesum :   : mesum :  







BACA FULL»