gTar, Gitar Gitar unik yang bisa memainkan apa saja

Up 0 komentar
Satu proyek menarik yang muncul di Kickstarter baru-baru ini adalah gTar. Apa itu gTar? Bayangkan saja sebuah versi ultimate dari gitar yang biasa kita gunakan untuk bermain game Guitar Hero.

Jika kita hanya akan menemukan 5 tombol dalam gitar untuk Guitar Hero, gTar memiliki jumlah 'tombol' yang sama dengan gitar sungguhan. Tapi keduanya memiliki fungsi yang sama, yaitu membuat kamu yang tadinya tak dapat bermain gitar, merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang gitaris fenomenal dalam sekejap.

Namun gTar bukan gitar mainan. Secara praktikal, alat ini memang berfungsi seperti gitar sungguhan. Bedanya, kita akan menemukan enam buah lampu pada setiap fret. Lampu-lampu ini akan menyala sesuai dengan lagu yang ingin kita mainkan. Jadi untuk memainkan sebuah lagu, kita hanya perlu menekan senar pada posisi lampu-lampu yang menyala. Mirip dengan permainan Guitar Hero bukan?

Sama seperti Guitar Hero, gTar juga dilengkapi berbagai tingkat kesulitan, yaitu easy, medium dan hard. Semakin tinggi tingkat kesulitan, jari jemarimu juga dituntut untuk bekerja lebih cepat dan cekatan. Yang jadi pertanyaan, bagaimana jika kita menekan senar yang salah, bukankah itu akan membuat sebuah lagu terdengar berantakan? Tidak perlu khawatir, fitur SmartPlay pada gTar membuat alat tersebut mengeliminir nada-nada yang tak dibutuhkan. Lho, kok bisa? Tentu bisa, karena gTar bukan gitar elektrik, melainkan gitar digital.


Satu hal yang perlu kamu perhatikan sebelum membeli alat ini adalah kamu wajib memiliki sebuah iPhone. Karena selain berfungsi sebagai penyuplai database lagu, proses 'digitalisasi' nada juga dilakukan melalui iPhone.
Tertarik? proyek pendanaan gTar sampai saat ini masih berlangsung di Kickstarter. Dan hebatnya, proses pendanaan sudah terpenuhi walaupun masih menyisakan waktu lebih dari sebulan. Harga retailnya direncakan sebesar $449, namun dengan 'menyumbang' melalui kickstarter, kamu dapat memiliki gTar edisi perdana hanya dengan mengeluarkan uang senilai $350 (plus ongkir). Penawaran yang cukup menarik saya kira.
Spesifikasi gTar:
Size: 35"L x 13" W x 1.75" D
Connections: USB, 1/4" Line Out, SmartPick
Power: Internal 5000 mAh Li-Ion Battery, Charging via. USB
In the Box
- Padded Backpack Gig Bag
- Guitar Strap
- USB Charger (1A 5V)
- USB Cable
- Two Sets of Replacement Strings
- Three SmartPicks
- Line-out Headphone Adapter
Tidak termasuk iPhone

Source
BACA FULL»

Di Masa Depan Suntikan Tidak Akan Lagi Menggunakan Jarum Suntik

Up 0 komentar
Bagi sebagian orang, jarum suntik adalah alasan pertama bagi mereka untuk menghindari yang namanya dokter. Padahal, banyak pengobatan penting yang memerlukan bantuan jarum suntik. Kalo kamu termasuk orang seperti itu, maka jangan khawatir lagi, karena ilmuwan sudah menciptakan suntikan yang dapat bekerja tanpa membutuhkan jarum suntik.

Suntikan yang dikembangkan oleh ilmuwan dari MIT ini bekerja dengan menembakan cairan obat dalam kecepatan yang melebihi kecepatan suara. Cairan tersebut akan dikeluarkan melalui jet / barel ultra mini yang berukuran sama seperti proboscis (mulut) nyamuk. Dan sama seperti ketika digigit nyamuk, pengalaman disuntik dengan suntikan canggih ini hampir tidak akan ada rasanya.

Untuk mengontrol jumlah dosis yang diperlukan pasien, Besar volume cairan yang akan disuntikan dibuat sebanding dengan kecepatan jet. Jadi jika dokter ingin memasukan cairan sebesar 100 mikroliter, kecepatan jet tinggal diset menjadi 100 meter per detik.

Selain meniadakan rasa sakit, suntikan ini juga dapat dikonfigurasikan untuk kondisi kulit yang berbeda, jadi aman untuk digunakan terhadap orang dewasa yang berkulit tebal maupun bayi yang berkulit lembut. Dan tak hanya kulit, alat ini juga aman digunakan untuk menyuntik mata.


Seperti yang dapat kita lihat di video, suntikan ini sudah ada dan sudah diuji coba. Tapi sayangnya, belum ada kepastian mengenai kapan suntikan secanggih ini dapat kita temui di rumah sakit terdekat.

Source
BACA FULL»

Falciano del Massico, Kota Dimana Penduduknya Dilarang Mati

Up 0 komentar
Jaman sekarang tak hanya hidup yang makin susah, untuk mati pun susah. Bahkan untuk warga kota Falciano del Massico di Italia, kematian adalah sesuatu yang ilegal.

Kota berpenduduk 3700 orang itu mengalami masalah yang cukup pelik dan lumayan unik. Karena lahan kota yang terus semakin berkurang, daerah perkuburan pun kini tak sudah tersisa sama sekali. Kepala kota yang pusing (atau tak mau ambil pusing) menghadapi kendala ini dengan mengeluarkan sebuah peraturan yang tak biasanya kita dengar: Dilarang mati.

Peraturan ini nampaknya menuai protes dari penduduk kota yang tak ingin jasad mereka dikubur di kota lain. Karena dengan melakukan itu mereka harus mengeluarkan uang lebih banyak sebagai setoran kepada kelompok mafia.

Source
BACA FULL»

WOW.Orang Jepang Membangun Mecha Sungguhan

Up 0 komentar
Mecha adalah sebutan populer untuk kendaraan berbentuk robot yang biasanya memiliki anatomi mirip seperti manusia. Walaupun mesin seperti ini cukup sering hadir di berbagai film fiksi ataupun fiksi ilmiah seperti Gundam, Patlabor, atau Avatar, anehnya belum ada yang punya pikiran serius untuk membangun sebuah mecha sungguhan seperti orang-orang Jepang ini.

Sekumpulan orang Jepang bahu membahu membangun robot setinggi lima kaki dan seberat 5 ton yang mereka namai Vaudeville (foto atas). Dan ya, robot ini memiliki kokpit yang dapat dinaiki oleh seorang pilot dan dapat digerakan dengan kontrol yang dibantu oleh sensor dari Kinect.

Sebagai 'senjata', Vauddeville nantinya akan dilengkapi dengan senapan air atau tongkat lap berukuran jumbo (optional). Kita dapat mengerti mengapa mereka hanya menyediakan senapan air karena senapan laser bakal membuat semua proyek ini menjadi ilegal, tapi mengapa pilihan lainnya berupa tongkat untuk ngelap? Karena mereka berpikir seseorang akan memakai mesin ini untuk menyelesaikan pekerjaan rumah tangga mereka (eh serius).

Berikut adalah video dan galeri dari Vaudeville yang saat ini statusnya masih dalam tahap pengembangan. Jika kamu tertarik, silakan mulai menabung karena mecha ini siap untuk dijual ketika proses pembuatannya rampung.



Source
BACA FULL»

Obat penghilang rasa malu

Up 0 komentar
Seperti dilaporkan harian Telegraph, para ilmuwan di Seaver Autism Center for Research and Treatment dan Columbia University, menciptakan obat semprot hidung yang mengandung hormon oksitosin. Obat ini diklaim dapat membantu meningkatkan kemampuan seseorang dalam berinteraksi sosial.

Oksitosin sebelumnya dikenal sebagai "hormon cinta". Hormon alami ini dapat meningkatkan perasaan empati dan kedekatan (bonding)—khususnya di antara para orang dan anak-anaknya.

Riset terbaru menemukan bahwa hormon ini pun dapat memperbaiki kemampuan sosial kalangan kuper dan pemalu—walaupun efeknya tak terlalu besar pada mereka yang secara alami sudah "pede". Temuan ini diharapkan memberikan implikasi besar kepada mereka yang mengalami hambatan sosial, yang kerap muncul pada kondisi-kondisi seperti autisme.

Dalam risetnya, para ahli melakukan uji coba apakah hormon dalam bentuk nasal spray ini dapat meningkatkan rasa saling pengertian di antara individu. Sebanyak 27 pria sehat dilibatkan dalam riset dan mereka diberikan obat semprot hidung berisi hormon dan plasebo.

Mereka diminta melakukan tugas-tugas khusus untuk mengukur kemampuan membaca pikiran dan perasaan orang lain. Responden juga diminta menyaksikan rekannya berdiskusi tentang momen berharga mereka, kemudian melakukan penilaian tentang apa yang dirasakan.

Para peneliti, yang melaporkan risetnya dalam jurnal Psychological Science, juga mengukur kompetensi sosial para responden menggunakan sejenis tes yang disebut AQ, yang biasa diterapkan pada pasien autistik.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa hormon oksitosin berhasil memperbaiki kemampuan empati para responden—khususnya pada kelompok yang kurang pandai bersosialiasi.

Responden yang terbiasa bergaul melakukan tugasnya dengan mulus, baik saat diberi hormon oksitosin maupun plasebo. Namun, responden yang kurang pandai bergaul secara signifikan hanya terbantu dengan oksitosin, di mana kekuatan empatinya menjadi setara dengan responden yang mudah bersosialisasi.

Source Kompas.com
BACA FULL»