Kengerian Museum Penyiksaan di Malta
Mdina - ibukota bersejarah Malta. Kota dengan populasi kurang dari 300 warga. Kota dengan salah satu museum yang paling mengerikan dan mengejutkan di dunia - museum penyiksaan.
Museum ini terletak di bawah Istana Vilhena, di masa lalu, ruang bawah tanah ini digunakan sebagai penjara. Di sini Anda akan menemukan serangkaian lorong-lorong bawah tanah dan ruangan yang menggambarkan "sisi gelap" sejarah Malta.
Hanya dinding-dinding ini yang tahu berapa banyak tahanan yang meninggal di sini – baik dikarenakan penyiksaan atau eksekusi mati yang dilakukan didalam sel ini yang telah berlangsung sampai tahun 1813.
Tidak ada yang terjawab: semua jenis siksaan dari zaman kekaisaran Romawi, masa kekuasaan Arab dan periode ksatria Malta.
Selama periode Romawi, Kepulauan Malta digunakan sebagai koloni budak. Selama waktu itu, penyaliban, penyiksaan dan pemenggalan kepala adalah hal yang sangat wajar.
Selama periode Arab, bentuk umum dari penyiksaan adalah dengan menghancurkan korban di bawah batu-batu yang sangat besar. Knights of St John juga membawa banyak metode penyiksaan mengerikan.
Selama periode Arab, bentuk umum dari penyiksaan adalah dengan menghancurkan korban di bawah batu-batu yang sangat besar. Knights of St John juga membawa banyak metode penyiksaan mengerikan.
Tujuan utamanya adalah untuk menekan bidaah terhadap Iman Katolik. Berbagai tindakan penyiksaan seperti yang diperintahkan oleh Inkuisitor digambarkan di museum ini.
Beberapa tindakan mengerikan penyiksaan dari Periode Prancis juga kembali dibuat dalam museum ini.
Perhatikan langkah Anda di sini, Anda bisa tersandung oleh karung-karung berisi kerangka.
Mdina tidak untuk semua orang, tetapi jika Anda tertarik untuk melihat metode-metode penyiksaan yang diterapkan di Malta kuno, maka museum ini adalah tempat yang cocok buat anda karena tempat ini seperti menghidupkan kembali masa-masa perbudakan pada jaman itu.
Mdina tidak untuk semua orang, tetapi jika Anda tertarik untuk melihat metode-metode penyiksaan yang diterapkan di Malta kuno, maka museum ini adalah tempat yang cocok buat anda karena tempat ini seperti menghidupkan kembali masa-masa perbudakan pada jaman itu.
Kengerian Museum Penyiksaan di Malta
Pedang Paling Tajam Di Dunia
Saat Perang Salib, pasukan Eropa dikejutkan oleh pedang yg dimiliki oleh pasukan Arab dan Persia. Pedang mereka dengan mudah menembus baju zirah pasukan crusader, bahkan mampu membelah tameng.
Inilah Pedang Damaskus, terbuat dari baja yg diolah dengan teknik khusus sehingga bisa memiliki permukaan yg sangat kuat dan tajam.
Teknik pembuatan pedang ini begitu rahasia sehingga hanya beberapa keluarga pandai besi di Damascus saja yang menguasainya, ini juga sebabnya teknik pembuatan baja Damascus akhirnya punah.
Hingga kini teknologi metalurgi yang paling canggih pun belum mampu membuat pedang yang lebih tajam dari Pedang Damascus. Pedang Damascus adalah pedang yg paling tajam di dunia, lebih tajam daripada Katana Jepang maupun Keris Indonesia. Selain kuat, baja Damascus juga sangat lentur sehingga betul-betul sempurna untuk dijadikan pedang atau pisau.

Pedang ini mampu membelah sutera yang dijatuhkan ke atasnya, juga mampu membelah pedang lain atau batu tanpa mengalami kerusakan sama sekali. Sebuah penelitian mikroskopik menemukan bahwa pedang ini ternyata memiliki semacam lapisan kaca dipermukaannya. Bisa dikatakan para ilmuwan muslim di timur tengah telah mencapai teknologi nano sejak seribu tahun yg lalu.
Beberapa ahli metalurgi modern mengaku berhasil membuat baja yg sangat mirip dengan baja Damascus , namun tetap belum berhasil meniru 100%.. Teknik pembuatan Pedang Damascus termasuk salah satu pengetahuan Islam yg terhilang. Pedang, Tombak, dan Pisau Damascus yang tersisa kini tersebar di berbagai Museum di seluruh dunia.
Source
Source
Pedang Paling Tajam Di Dunia
Sapi Terkecil Di Dunia Tinggi 76 Cm
Seekor sapi jantan baru saja masuk di catatan rekor dunia karena ukurannya. Alih-alih tinggi besar layaknya sapi pada umumnya, Archie ini malah berukuran imut. Ia hanya memiliki tinggi tubuh 76 cm.
Ryan Lavery membeli Archie saat berusia 5 bulan dan berencana untuk dipotong saat dewasa. Namun karena dia tak kunjung tumbuh besar akhirnya Ryan memutuskan menjadikannya sebagai hewan peliharaan.
"Sebenarnya nasib Archie akan berujung jadi santapan, namun dia tidak juga tumbuh besar sampai Natal tiba," ungkap Ryan. "Kami nyaman dengan keberadaanya, dia akan menjadi peliharaan kami hingga akhir hayatnya."
"Meskipun kecil, Archie masih berpikir dia adalah sapi terbesar di kawanan. Jadi dia akan menggeram dan mengaum pada yang lainnya," tutur Ryan. "Archie baik-baik saja dengan hewan ternak lainnya seperti kuda dan kambing. Namun dia itu temperamental dan moodnya gampang berubah."
Pria asal County Antrim, Irlandia, ini pun mengaku gembira Archie bisa memasukkan namanya di Guinness Book of Records. "Aku tahu Archie kecil namun aku tidak menyangka ia jadi yang paling terkecil," imbuhnya.
Sapi Terkecil Di Dunia Tinggi 76 Cm
Daniel Suelo Hidup Selama 12 Tahun Tanpa Uang
Pernahkah Anda membayangkan untuk hidup di zaman sekarang tanpa uang?
Mungkin Anda akan berpikir bahwa saya menanyakan pertanyaan konyol. Tentu saja tidak mungkin untuk hidup tanpa uang di zaman sekarang ini. Namun, saya akan menunjukkan pada Anda bukti nyata bahwa hidup tanpa uang bukanlah hal yang mustahil.
Daniel Suelo, seorang pria berusia 51 tahun telah memilih untuk hidup tanpa uang. Ia telah meninggalkan duniawi dan beralih untuk hidup di alam bebas. Ia tinggal di dalam sebuah gua yang berada di gurun Utah, Amerika.
Berawal pada tahun 2000, dimana terjadi krisis ekonomi secara besar besaran di Amerika. Ia kemudian memutuskan untuk meninggalkan $30, uang terakhir yang dimilikinya di sebuah kotak telepon umum. Setelah meninggalkan uangnya, ia pun segera berjalan ke padang gurun Moab, Utah. Sejak saat itu, ia bertekad untuk hidup mengembara tanpa uang sepeser pun. Temannya menganggap bahwa Suelo sudah gila.
Lahir dalam sebuah keluarga yang memiliki pandangan ultra-konservatif fundamentalis, membuat Suelo menjadi orang yang sangat agamawi ketika ia tumbuh dewasa. Namun, ketika masuk ke perguruan tinggi, pandangannya mulai terbuka. Suelo memeriksa kembali keyakinannya dan memutuskan bahwa uang adalah suatu hal yang menimbulkan kesenjangan antara orang kaya dan miskin. Di dunia kapitalis modern ini, segala sesuatunya diukur dengan uang. Kaya dan miskin, dinilai dari uang yang dimiliki seseorang. Hal itu membuat Suelo muak. Menurutnya, dunia kapitalis ini membuat masyarakatnya bersifat konsumerisme. Sehingga di zaman modern ini, dunia kita dipenuhi oleh orang - orang yang tamak dan serakah. Suelo sendiri mengatakan bahwa sebenarnya gaya hidup masyarakat Amerika sudah menjadi gaya hidup yang konsumerisme. Dan jika semua orang hidup dengan gaya hidup seperti itu, maka dunia akan benar benar runtuh, bahkan lebih cepat dari yang Anda duga. Pemikiran seperti itulah yang akhirnya membuat Suelo memutuskan untuk meninggalkan duniawi.
Lahir dalam sebuah keluarga yang memiliki pandangan ultra-konservatif fundamentalis, membuat Suelo menjadi orang yang sangat agamawi ketika ia tumbuh dewasa. Namun, ketika masuk ke perguruan tinggi, pandangannya mulai terbuka. Suelo memeriksa kembali keyakinannya dan memutuskan bahwa uang adalah suatu hal yang menimbulkan kesenjangan antara orang kaya dan miskin. Di dunia kapitalis modern ini, segala sesuatunya diukur dengan uang. Kaya dan miskin, dinilai dari uang yang dimiliki seseorang. Hal itu membuat Suelo muak. Menurutnya, dunia kapitalis ini membuat masyarakatnya bersifat konsumerisme. Sehingga di zaman modern ini, dunia kita dipenuhi oleh orang - orang yang tamak dan serakah. Suelo sendiri mengatakan bahwa sebenarnya gaya hidup masyarakat Amerika sudah menjadi gaya hidup yang konsumerisme. Dan jika semua orang hidup dengan gaya hidup seperti itu, maka dunia akan benar benar runtuh, bahkan lebih cepat dari yang Anda duga. Pemikiran seperti itulah yang akhirnya membuat Suelo memutuskan untuk meninggalkan duniawi.
Ia akhirnya menemukan sebuah gua di tepi tebing di Taman Nasional Arches, Utah. Lalu Suelo pun membangun rumahnya di dalam gua yang berdimensi 200 m x 50 m itu dan telah tinggal di sana selama 12 tahun. Gaya hidupnya berubah total saat itu. Ia mencari makan dengan berburu, minum dari mata air, mandi di sungai dan membuat tempat tidurnya sendiri.
Namun, gaya hidupnya yang sederhana ini telah menjadi inspirasi bagi banyak masyarakat Amerika yang mengalami krisis ketika keadaan perekonomian Amerika mulai terperosok jatuh. Salah satunya adalah Mark Sundeen, sahabat Suelo. Pada awalnya, Sundeen menganggap Suelo sudah gila pada tahun 2000 ketika Suelo memutuskan untuk tinggal di gua. Namun, setelah Sundeen mengalami kejatuhan ekonomi pada tahun 2008, ia mulai mempertimbangkan kehidupan Suelo. Akhirnya, Sundeen pun bertekad untuk mengikuti jejak Suelo. Sundeen mengikuti Suelo, dan sejak itu, Sundeen mulai menulis sebuah buku mengenai kehidupan Suelo. Buku biografi gaya hidup Mark Suelo yang ditulis oleh Mark Sundeen berjudul The Man Who Quit Money . Sundeen menuliskan bahwa Suelo pada awalnya hidup dengan cara berburu makanan sendiri dan bergantung pada kemurahan hati orang lain. Ia tidak usah membayar pajak, bahkan Suelo pun tidak menerima bantuan apapun dari pemerintah.
Namun, gaya hidupnya yang sederhana ini telah menjadi inspirasi bagi banyak masyarakat Amerika yang mengalami krisis ketika keadaan perekonomian Amerika mulai terperosok jatuh. Salah satunya adalah Mark Sundeen, sahabat Suelo. Pada awalnya, Sundeen menganggap Suelo sudah gila pada tahun 2000 ketika Suelo memutuskan untuk tinggal di gua. Namun, setelah Sundeen mengalami kejatuhan ekonomi pada tahun 2008, ia mulai mempertimbangkan kehidupan Suelo. Akhirnya, Sundeen pun bertekad untuk mengikuti jejak Suelo. Sundeen mengikuti Suelo, dan sejak itu, Sundeen mulai menulis sebuah buku mengenai kehidupan Suelo. Buku biografi gaya hidup Mark Suelo yang ditulis oleh Mark Sundeen berjudul The Man Who Quit Money . Sundeen menuliskan bahwa Suelo pada awalnya hidup dengan cara berburu makanan sendiri dan bergantung pada kemurahan hati orang lain. Ia tidak usah membayar pajak, bahkan Suelo pun tidak menerima bantuan apapun dari pemerintah.
Di dalam buku yang ditulis Sundeen, Suelo berkata, Filosofi saya adalah dengan menggunakan apa yang diberikan dengan kemurahan hati atau yang sudah dibuang oleh orang lain. Suelo menambahkan bahwa di dunia kapitalis Amerika sekarang, masyarakat Amerika dirancang sedemikian rupa agar tergantung pada uang. Mereka dipaksa untuk memiliki uang dan menjadi bagian dari dunia kapitalis. Hidup di luar dari itu adalah ilegal. Berbekal pemikiran dan filosofi tersebut, Suelo pun akhirnya meninggalkan tidak hanya uang saja, tapi juga SIM dan paspornya. Suelo pun mengubah namanya dari Shellabarger menjadi Suelo. Suelo adalah bahasa Spanyol yang berarti `soil` atau tanah.
Sejak saat itu Suelo telah tinggal di luar rumah, berkemah di padang gurun, tinggal di gua, dan menghabiskan malam di rumah orang asing. Dan akhirnya Suelo memutuskan untuk menetap di gua yang terletak di tepi tebing Taman Nasional Arches. Di dalam gua tersebut, Suelo membuat tempat tidur dari batu, mengais makanan, minum dari mata air dan mandi di sungai.
Setiap pendaki yang singgah disambut untuk tinggal bersamanya. Di sana, Suelo berbagi rumah , buku-bukunya dan bunga liar serta bibit kaktus yang dia makan dengan para pendaki yang singgah.
Suelo mempunyai tujuan hidup yang berbeda dari orang lain, yaitu dengan menerima sesedikit mungkin dan memberi dengan sebanyak mungkin. Suelo ingin meninggalkan jejak ekologis hanya sedikit, namun memberikan kontribusi yang besar bagi dunia ini. Demikian pengakuan Suelo kepada salah satu sahabatnya, Damian Nash,
Sejak saat itu Suelo telah tinggal di luar rumah, berkemah di padang gurun, tinggal di gua, dan menghabiskan malam di rumah orang asing. Dan akhirnya Suelo memutuskan untuk menetap di gua yang terletak di tepi tebing Taman Nasional Arches. Di dalam gua tersebut, Suelo membuat tempat tidur dari batu, mengais makanan, minum dari mata air dan mandi di sungai.
Setiap pendaki yang singgah disambut untuk tinggal bersamanya. Di sana, Suelo berbagi rumah , buku-bukunya dan bunga liar serta bibit kaktus yang dia makan dengan para pendaki yang singgah.
Suelo mempunyai tujuan hidup yang berbeda dari orang lain, yaitu dengan menerima sesedikit mungkin dan memberi dengan sebanyak mungkin. Suelo ingin meninggalkan jejak ekologis hanya sedikit, namun memberikan kontribusi yang besar bagi dunia ini. Demikian pengakuan Suelo kepada salah satu sahabatnya, Damian Nash,
Daniel Suelo Hidup Selama 12 Tahun Tanpa Uang
Indahnya Pelangi Moon Bow
Pelangi terjadi karena pembiasan sinar matahari, biasanya terjadi pada atmosfir setelah hujan. MOONBOW lebih jarang terjadi, dan hanya dapat dilihat pada malam hari ketika bulan ada pada titik rendah pada saat bulan purnama sampai hampir purnama. Satu tempat popular untuk melihat MOON BOW adalah di air terjun Cumberland di kentucky AS.
Source
Indahnya Pelangi Moon Bow









