Teka-teki UFO dan Militer Cina

Up 0 komentar
Pada tanggal 7 Juli 2010, Bandar udara Xiaoshan di Hangzhou, ibukota propinsi Zhejiang, Cina, ditutup sementara akibat adanya benda terbang tak dikenal yang terlihat oleh radar bandara. Pasca penutupan bandara, penerbangan dialihkan ke kota-kota lain, yakni Ningbo di Provinsi Zhejiang dan Wuxi di Provinsi Jiangsu. Kisah ini cukup menghebohkan dan sempat menjadi headline di seluruh dunia.

Dalam 3 hari ini, ada banyak berita update bermunculan sehubungan dengan UFO Hangzhou dan kali ini saya akan mengajak kalian melihat berita-berita tersebut secara sekilas. Mungkin kalian mengira saya telah memecahkan misteri ini. Tidak sama sekali, saya cuma ingin mengajak kita untuk melihat berita ini dengan lebih kritis.

Kisah UFO Hangzhou ini pertama kali dilaporkan oleh News.ifeng.com dan kemudian segera dikutip oleh media di seluruh dunia.

UFO itu pertama kali terlihat oleh radar bandara pada pukul 20.30. Lalu, untuk menjaga keselamatan penerbangan, pada pukul 20.41, seluruh penerbangan keluar masuk bandara tersebut dihentikan. Penghentian ini berlangsung selama 56 menit (bukan empat jam seperti yang diberitakan oleh beberapa media).

Menurut petugas bandara, UFO itu tidak terlihat oleh mata telanjang, melainkan hanya tertangkap oleh radar. Namun para penduduk di sekitar bandara mengaku menyaksikan sebuah objek terbang bercahaya di langit Hangzhou beberapa jam sebelumnya.

Keesokan harinya, harian China Daily mengatakan kalau pejabat militer Cina telah berhasil mengidentifikasi objek misterius tersebut dan akan memberikan keterangan resmi pada hari jumat, 9 Juli 2010. Namun, pada hari sabtu kemarin, pejabat militer membantah keterangan China Daily dan mengatakan kalau mereka juga belum berhasil mengindetifikasi objek misterius tersebut.

Masalahnya kemudian adalah ketika foto objek ini ditampilkan. Paling tidak ada 3 foto yang diklaim sebagai UFO Hangzhou yang dipajang di berbagai media. Anehnya, 3 foto ini sepertinya menunjukkan objek yang berbeda-beda. Apakah foto-foto ini benar-benar menunjukkan UFO Hangzhou seperti yang diklaim media-media tersebut?

Kita akan melihatnya satu persatu.

Ini foto UFO Hangzhou pertama yang diambil pada malam hari yang juga sudah pernah dimuat di media-media Indonesia :
Foto ini cukup aneh. Jika kita mengatur kontras dan pewarnaannya, maka kita bisa melihat objek ini dengan lebih jelas.
Foto di atas memperlihatkan sebuah objek berwarna merah dengan dua garis cahaya terang di bawahnya.

Apakah objek yang terlihat di foto itu adalah UFO Hangzhou?

Saya tidak yakin. Masalahnya, foto ini memiliki sedikit keanehan. Jika kita memperbesar foto ini dan memfokuskan diri pada kepala (atau ekor) pesawat yang terkena kabel listrik, maka kita bisa melihat sesuatu yang cukup ganjil.
Lihat, kabel listrik terlihat berada di depan badan pesawat yang berwarna merah. Ini artinya objek tersebut terbang di balik kabel listrik.

Tetapi, dibawahnya, satu dari dua garis cahaya putih itu terlihat berada di depan (menutupi) kabel listrik. Sedangkan garis cahaya putih lainnya terlihat berada di belakang kabel.

Karena anomali ini, pesawat tersebut terlihat seperti sedang menabrak kabel listrik itu . Ini tidak masuk akal.

Karena itu, foto di atas bisa jadi hasil rekayasa photoshop.

Atau, jika bukan hasil rekayasa, maka kemungkinan keduanya adalah, foto di atas adalah efek Long Exposure kamera dari sebuah helikopter yang sedang terbang, seperti contoh lain yang saya temukan di bawah ini.
Percaya atau tidak, cahaya berbentuk garis di foto di bawah ini adalah sebuah helikopter dan cahaya yang menyinari bumi tersebut adalah lampu sorotnya.
Ini contoh lainnya:

Contoh efek Long Exposure bisa kita lihat pada foto-foto mobil di jalan raya pada malam hari yang terlihat hanya berupa cahaya memanjang.

Jadi, bisa saja seseorang memberikan foto ini YANG DIAMBIL ENTAH KAPAN kepada media lokal dan mengklaimnya sebagai UFO Hangzhou walaupun sebenarnya bukan. Lagipula, beberapa media mengatakan kalau pada malam saat bandara itu ditutup, objek itu hanya terlihat oleh radar dan tidak terlihat oleh mata telanjang.

Dengan kata lain, foto ini kemungkinan besar Palsu.

Selain foto di atas, pada hari berikutnya, media lain seperti dailymail.co.uk mempublikasikan foto UFO Hangzhou kedua yang disebut diambil dari sudut yang berbeda. Ini fotonya:
Ingat, media-media yang memuat foto ini menyebutkan kalau ini adalah foto UFO Hangzhou. Tetapi, ketika melihat foto di atas, kita akan segera bertanya, mengapa penampilan UFO ini bisa berbeda dengan foto yang pertama.

Jawabannya tentu saja, karena foto ini sebenarnya bukan foto UFO Hangzhou.

Bagi saya foto ini terlihat seperti sebuah hasil photoshop atau CGI. Tetapi yang pasti, foto ini bukan foto UFO Hangzhou. Foto ini diposting di situs global-military.com yang melampirkannya dalam berita yang berjudul "UFO Appeared again in the night sky in Urumqi".

Mereka memposting berita itu pada tanggal 5 Juli 2010. UFO Hangzhou muncul pada tanggal 7 Juli 2010. Jadi Dailymail.co.uk dan media lain yang mengklaim foto tersebut sebagai foto UFO Hangzhou telah melakukan kesalahan.
Sebuah pekerjaan yang cukup ceroboh untuk media kelas international.

Lalu, ada foto ketiga. Foto ini ditampilkan oleh Chinadaily.com yang juga kemudian diposting oleh media-media lain. Foto ini juga diklaim sebagai foto UFO Hangzhou namun tidak diambil pada malam hari seperti foto-foto lainnya.
Ketika melihat foto ini, kalian pun akan merasa heran karena tidak mirip sama sekali dengan foto pertama atau kedua.

Jadi, foto mana yang benar dan sesuai dengan pemberitaan UFO Hangzhou?

Menurut saya, foto ketiga ini lebih sesuai dengan pemberitaan. UFO itu disebut hanya terlihat di radar pada malam hari ketika bandara itu ditutup, namun, beberapa media seperti shanghaiist.com menyebutkan kalau seorang saksi mata berhasil mendapatkan foto UFO Hangzhou itu pada sore harinya. Ini kutipannya:
"Though airport spokesmen said the UFO was only visible to radars at the airport, several people around Hangzhou said they witnessed a glowing object hovering in the afternoon sky and moving weirdly. One man managed to snap a picture of it before it suddenly disappeared."
Jadi, ada kemungkinan kalau foto ketiga ini adalah foto yang benar-benar diambil oleh saksi pada sore harinya. Objek serupa mungkin telah muncul kembali pada malam harinya dan menyebabkan bandara ditutup selama 56 menit.

Fakta pemberitaan kalau foto UFO ini diambil pada sore hari malah membuat foto pertama yang diambil pada malam hari semakin kehilangan kredibilitasnya.

Banyak media seperti Businessweek atau Shanghai daily memberitakan kisah ini tanpa melampirkan foto. Dan saya rasa mereka telah bertindak dengan aman.

Tetapi, Jika foto ketiga ini adalah foto yang sebenarnya, maka apakah identitas objek itu sebenarnya?

Kemungkinan, UFO itu adalah sebuah rudal. Ini dikonfirmasi oleh pemberitaan Chinadaily sebelumnya yang mengatakan kalau objek itu memiliki hubungan dengan militer, walaupun kemudian disangkal. Percobaan rudal atau roket yang dikira sebagai UFO juga pernah terjadi di Norwegia dan Australia sebelumnya. Jadi, ini bukan sesuatu yang baru.

Menariknya, harian news.oneindia.in melaporkan kalau UFO seperti komet (seperti di foto ketiga) itu juga pernah terlihat di wilayah Urumqi pada tanggal 30 Juni sebelumnya, dan pejabat dari Xinjiang Astronomy Society, Prof. Song Huagang, menyebutkan kalau UFO itu sebenarnya adalah pecahan rudal intercontinental yang diluncurkan oleh Amerika Serikat.

Menurut laporan dari foxnews.com, pada tanggal 30 Juni kemarin, militer Amerika memang meluncurkan rudal minuteman three ICBM dari pangkalan udara Vandenberg di California. Rudal ini berhasil menempuh jarak sejauh 4.200 mil hingga mengenai target di tebing Kwajalein di Marshall Island.

Menurut Prof.Song, Rudal ini bisa terlihat dengan jelas dari beberapa wilayah, termasuk Urumqi di China. Jadi ada kemungkinan kalau UFO yang terlihat di Hangzhou juga adalah hasil uji coba pihak milter Amerika (atau Cina sendiri).


Via
BACA FULL»

Kasus Penculikan Manusia Oleh Alien

Up 0 komentar
Pada malam hari tanggal 19 September 1961, Barney dan Betty Hill sedang mengendarai mobil mereka dari Quebec menuju Portsmouth. Saat itu jalanan cukup sepi dan hanya ada beberapa mobil lain di sana. Ketika mereka sampai di Groveton, New Hampshire, tiba-tiba mereka melihat sebuah cahaya terang melayang di langit. Lalu, keduanya menjadi tidak sadarkan diri.



Penculikan Barney dan Betty Hill
Tidak berapa lama kemudian, mereka menemukan diri mereka sedang berada di mobilnya. Pasangan suami istri ini tidak bisa mengingat peristiwa yang baru saja terjadi.

Beberapa hari kemudian, Betty mengalami serangkaian mimpi buruk yang kemudian membangkitkan kembali ingatan mengenai peristiwa yang terjadi pada malam tanggal 19 September 1961.

Sekarang, Betty percaya kalau ia dan suaminya sesungguhnya telah diculik oleh alien.

Setelah berkonsultasi dengan psikiater, keduanya sepakat menjalani sesi hipnotis untuk membangkitkan memori lain yang mungkin masih terkubur mengenai peristiwa itu. Dari sesi hipnotis tersebut, terungkap detail-detail mengerikan dari kejadian misterius di malam itu.

Kemungkinan Aliens Abduction di masa Lampau
Kisah pasangan Hill kemudian menarik perhatian luas sehingga media-media nasional mulai memberitakannya. Lalu, sebuah film mengenai pengalaman merekapun juga turut dibuat. Pada tahun 1990an, fenomena aliens abduction menjadi semakin populer ketika film seri The X-Files mengangkat dan menjadikan fenomena ini sebagai bagian yang penting di dalam alur ceritanya.

Peristiwa Barney dan Betty Hill menandai euforia aliens abduction di Amerika yang menyebabkan beberapa peneliti yang lebih logis mencoba untuk menyelidiki fenomena ini lebih dalam.

Walaupun peristiwa penculikan Barney dan Betty Hill adalah yang paling terkenal, namun beberapa penulis percaya kalau fenomena ini sesungguhnya telah berlangsung pada tahun-tahun sebelumnya.

Peneliti UFO bernama Jerome Clark menjuluki peristiwa aliens abduction sebelum Hill dengan sebutan Paleo Abductions.

Salah satu contoh kasus ini adalah yang tercatat di harian Daily Mail tahun 1897 dimana seorang kolonel bernama H.G. Shaw mengklaim kalau ia dan seorang temannya dianiaya oleh tiga makhluk humanoid berbadan tinggi yang berbulu halus. Ketiga makhluk itu mencoba menculik Shaw dan temannya yang kemudian gagal karena sang kolonel melawan.

Tahun 1954, seorang anonim menulis di harian Paris Match dan menceritakan peristiwa yang menimpanya pada tahun 1921 ketika ia masih kecil. Ia mengklaim kalau dua orang pria tinggi dengan helm dan pakaian seperti "pakaian selam" menculiknya dan membawanya menuju sebuah tank berbentuk aneh sebelum kemudian dilepas kembali.

Lalu, seorang petani Brazil bernama Antonio Villas Boas juga mengaku diculik oleh para alien pada tahun 1957.

Di kemudian hari, kasus Boas dan Hill akan menjadi dua kasus aliens abduction yang paling terkenal dan paling banyak dibicarakan.

Apa yang terjadi pada mereka yang diculik?
Setelah pasangan Hill menjalani sesi hipnotis, mereka bisa mengingat beberapa detail yang kemudian dianggap sebagai ciri khas dalam aliens abductions.

Menurut mereka, alien-alien yang menculik mereka memiliki tinggi sekitar 1,5 meter dan menggunakan seragam yang sama. Yang luar biasa aneh adalah bentuk kepala mereka yang sangat besar. Deskripsi Pasangan Hill mengenai alien kemudian turut mempopulerkan istilah "Grey", sejenis alien yang bentuknya seperti alien di film ET.
Mereka berdua juga dibimbing masuk ke dalam sebuah pesawat metalik berbentuk piringan.

Di dalam pesawat tersebut alien-alien itu mulai memeriksa sekujur tubuh pasangan Hill, memotong sebagian rambut Betty dan mengupas sedikit kulit arinya untuk disimpan di sebuah gelas. Alien itu kemudian menanggalkan pakaian Betty, lalu mengatakan kalau ia hendak memeriksa sistem syarafnya. Setelah itu ia menusukkan sebatang jarum ke pusar Betty yang menyebabkannya merasakan kesakitan yang amat sangat. Selain melakukan prosedur medis terhadap Betty, mereka juga mengambil contoh sperma Barney.

Setelah semuanya selesai, Betty berbincang-bincang sejenak dengan para alien mengenai beberapa hal seperti asal-usul mereka dan kehidupan manusia di bumi. Kemudian pasangan Hill diberitahu kalau pemeriksaan telah selesai dan mereka boleh kembali ke mobil.

Pengalaman Antonio Villas Boas juga mirip dengan pasangan Hill. Para alien yang disebutnya juga memiliki tinggi sekitar 1,5 meter mengambil contoh darahnya dan mengajaknya tour keliling pesawat mereka.

Ketika Boas kembali ke rumahnya, ia menemukan kalau waktu telah berlalu selama empat jam.
Para abductee (sebutan untuk korban penculikan alien) selain Boas dan Hill juga menceritakan pengalaman yang mirip. Rata-rata menyebutkan kalau mereka menjumpai objek bercahaya, lalu bertemu dengan makhluk-makhluk aneh serupa Grey, dibimbing menuju sebuah pesawat misterius, menjalani serangkaian prosedur medis yang kadang disertai dengan penanaman implan (objek kecil) di dalam tubuh mereka.
Setelah itu, mereka biasanya berbincang-bincang dengan penculiknya, diajak berkeliling ke pesawat dan dibawa kembali ke lokasi penculikan, walaupun kadang bisa juga di lokasi yang berbeda.

Para abductee biasanya mengalami Missing Time atau Loss of time dimana mereka lupa dengan sebagian besar pengalaman mereka selama jam-jam tersebut.

Dalam sebagian kasus, para abductee juga menemukan adanya bekas luka aneh yang tidak dapat dijelaskan. Sebagian percaya kalau itu adalah bekas pembedahan atau bekas penanaman implan yang dilakukan oleh alien.

Teori Konspirasi Aliens Abductee
Menurut David Icke, salah seorang peneliti UFO, aliens abduction adalah sebuah peristiwa penculikan yang dilakukan oleh para alien yang bekerjasama dengan militer Amerika. Dengan kata lain, konspirasi antar planet. Tujuannya adalah melakukan eksperimen genetika dan menciptakan alien Hybrid atau anak-anak keturunan campuran alien dan manusia.

Lain lagi mereka yang tidak percaya dengan alien. Menurut kelompok ini, fenomena ini sebenarnya adalah hasil kerja dari pemerintah Amerika Serikat yang tidak bisa melakukan eksperimen medis terhadap manusia secara bebas karena terbentur dengan persoalan hukum. Jadi, mereka menciptakan aktivitas aliens abduction untuk mengalihkan perhatian masyarakat dari pemerintah.

Walaupun tidak memiliki bukti, kedua pandangan ini memiliki cukup banyak penganut di masyarakat.

Tetapi, bagaimana para peneliti yang lebih rasional menanggapi fenomena ini? Apakah pengalaman ini bisa membuktikan kalau para alien itu nyata dan ada di tengah kita?

Menyelidiki Fenomena Aliens Abductee
Salah satu ilmuwan ternama yang kemudian tertarik mengenai fenomena ini adalah Dr.John Edward Mack, seorang psikiater dari Harvard University. Dr. Mack bukan seorang ufolog. Ia adalah seorang psikiater bereputasi tinggi yang telah menulis lebih dari 150 artikel ilmiah dan pemenang Pulitzer Prize untuk salah satu bukunya.

Dr.Mack mengadakan sesi terapi dan wawancara terhadap sekitar 800 orang yang mengaku pernah diculik oleh alien. Dari penyelidikannya, Dr.Mack menyimpulkan kalau ia tidak menemukan adanya keganjilan psikologis pada para pasiennya tersebut. Ia menjadi begitu tertarik dengan subjek ini hingga sampai menulis dua buku mengenainya dan mengorganisir sebuah debat di Massachusets Institute of technology (MIT) selama lima hari untuk mendiskusikan fenomena ini.

Dr. Mack kemudian menjadi salah satu psikiater bereputasi yang mempercayai kebenaran fenomena ini. Namun, peneliti yang lain tetap skeptis.

Pandangan alternatif dalam kasus Aliens Abduction
Salah satu alasan mereka yang skeptis adalah penggunaan hipnotis dalam membangkitkan ingatan yang hilang mengenai peristiwa penculikan (Missing Time).

False Memory
Dalam kasus Barney dan Betty Hill, ingatan mereka mengenai peristiwa penculikan itu muncul setelah Betty mengalami serangkaian mimpi dan sesi hipnotis. Menurut para skeptik, bisa jadi pasangan Hill telah mengalami False Memory.

Mereka yang mengalami False Memory biasanya akan mengingat suatu pengalaman yang salah namun dipercayai olehnya sebagai kebenaran. False memory memang bisa dialami oleh mereka yang menjalani terapi hipnotis untuk membangkitkan ingatan seperti yang dijalani pasangan Hill.

Salah satu argumen teori False Memory misalnya adalah ingatan Barney yang dibangkitkan lewat hipnotis mengenai bentuk alien yang dilihatnya. Menurut Barney, alien yang dijumpainya memiliki mata aneh yang kelopaknya menutup dengan melingkar. Fitur mata ini ternyata bisa dijumpai di alien pada film 'The Outer Limits" yang diputar hanya 12 hari sebelum Barney menjalani sesi hipnotis.

Jadi, ada kemungkinan kalau ingatan-ingatan yang muncul di kepala pasangan Hill adalah pikiran campur aduk yang kemudian membentuk sebuah False Memory.

Selain informasi yang diterima dari lingkungan (atau acara TV), False Memory juga bisa dihasilkan dari pengaruh sugesti sang penghipnotis (kalian mungkin sudah pernah menonton metode ini dilakukan di televisi). Ada kemungkinan kalau psikiater yang menghipnotis tanpa sengaja telah membimbing pasangan Hill dalam pembentukan False Memory mengenai aliens abduction.

Memang, teori ini cukup masuk akal mengingat banyaknya ingatan-ingatan mengenai aliens abduction muncul karena pengaruh hipnotis. Kalian bisa melihat contoh metode ini dilakukan di film fourth kind.

Halusinasi, Schizoprenia dan kelainan Psikologis lainnya
Sebagian psikolog lain percaya kalau kasus aliens abduction sebenarnya hanyalah sebuah kelainan psikologis seperti schizoprenia yang bisa timbul akibat trauma masa kecil atau pengaruh obat-obatan. Kalainan-kelainan seperti ini biasanya juga disertai dengan halusinasi atau sensasi fisik lainnya.

Contohnya adalah hasil penelitian psikiater bernama Rick Strassman. Pada tahun 1988, ia menyuntikkan dosis tinggi Dimethyltryptamine (DMT) pada sejumlah sukarelawan. Hasilnya, 20 persen dari para sukarelawan tersebut mengalami pengalaman yang mirip dengan para abductee.

Selain kelainan psikologis, fenomena sleep paralysis juga dipercaya bertanggung jawab atas pengalaman para abductee. Ketika mereka mengalami sleep paralysis atau ketindihan, kemungkinan sebagian dari mereka akan segera mengkaitkannya dengan aliens abduction.

Disamping teori False memory, teori kelainan psikologis adalah teori yang dianggap paling bisa menjelaskan mengenai fenomena aliens abduction. Tetapi, bisakah dua teori ini menjelaskan secara sempurna fenomena ini?

Jawabannya: tidak.

Tetapi, para ufolog dan abductee pun memiliki kesulitannya sendiri untuk membela teori mereka. Ini semua dikarenakan para abductee tidak memiliki bukti fisik kuat yang bisa dijadikan dasar argumen mereka.

Lalu bagaimana soal implan dan bekas luka di tubuh mereka?

Walaupun kita bisa menemukan banyak klaim mengenai keberadaan implan di tubuh para abductee, namun luar biasanya, sampai sekarang, para peneliti belum pernah menemukan implan yang benar-benar bersifat ekstra terestrial. Salah seorang peneliti UFO bernama Whitley Strieber juga mengakui masalah ini. Awalnya ia percaya kalau dirinya pernah diculik oleh alien yang memasang implan di telinganya. Ketika Strieber menjalani operasi pengangkatan, implan tersebut ternyata hanya potongan colagen yang terbentuk dari tulang rawan. Sama sekali bukan sesuatu yang bersifat ekstra terestrial.

Menurut Strieber:
"Para skeptik selalu mencoba membuktikan kalau bukti-bukti yang telah dikumpulkan sebenarnya tidak berarti, sedangkan mereka yang percaya UFO selalu beranggapan kalau bukti-bukti itu konklusif. Kedua pendekatan itu hanya membuang-buang waktu karena sesungguhnya kita memang belum pernah mendapatkan bukti-bukti yang konklusif."
Sama halnya dengan bekas luka pada tubuh abductee. Dalam banyak kasus, ketika diperiksa oleh dokter, bekas luka yang diklaim sebagai bekas pembedahan oleh alien ternyata hanya sebuah luka biasa yang diakibatkan oleh jamur atau fenomena lain. Sekali lagi, kita belum menemukan bukti-bukti yang konklusif itu.

Aktifitas Setan
Ada sebuah pernyataan yang menarik mengenai aliens abduction yang di berikan oleh Carl Sagan, seorang astronom. Dalam bukunya yang berjudul The Demon Haunted World, ia menyebutkan kalau deskripsi mengenai pengalaman aliens abduction sesungguhnya memiliki kemiripan dengan kisah-kisah penculikan oleh iblis atau setan dari seluruh dunia.

Ia menulis:
"Memang tidak ada pesawat antariksa di dalam kisah-kisah tersebut. Namun, elemen sentralnya sama, termasuk makhluk langit yang memiliki hasrat seksual, berjalan menembus tembok, berkomunikasi dengan telepati dan melakukan eksperimen reproduksi terhadap manusia."
Pernyataan Carl Sagan cukup menarik. Jika di dunia barat, makhluk misterius yang memiliki karakter seperti 'Grey" disebut dengan alien, maka di dunia Timur, makhluk dengan karakter seperti itu sering dihubungkan dengan Iblis atau siluman.

Lalu, dengan mengacu kepada dua pandangan ini, bisakah kita mengatakan kalau sesungguhnya alien dan iblis adalah satu oknum yang sama?

Jika iya, pertanyaannya adalah, siapakah yang telah dengan benar mengidentifikasi identitas makhluk itu? dunia barat atau dunia timur?

Ataukah keduanya memang makhluk yang berbeda dan aliens abduction membuktikan keberadaan mereka?


Via
BACA FULL»

Kucing Judes Hipnotis Youtube

Up 0 komentar
Biasanya orang berwajah judes tidak disukai, tapi kalau kucing berwajah seperti ini justru membuat gemas.

Kucing ini bernama Tard. Pemilik dia suka menggelitik bagian perutnya tapi Tard tidak sedikitpun menunjukkan wajah ceria. Dia tetap memberikan muka datar, padahal kucing sangat menyukai kegiatan ini.

Wajah judes Tard direkam dan diunggah ke situs berbagi video Youtube oleh akun SeverAvoidance empat hari lalu. Hingga kini tayangan itu sudah disaksikan 668.431 kali.

Ingin lihat wajah judes Tard? Tonton videonya



Via
jelajahunik.us 
BACA FULL»

Korban Kebrutalan Suku Aztec

Up 0 komentar
Sudah lama diketahui, Suku Aztec di Meksiko memiliki ritual pengorbanan manusia. Upacara itu dilakukan atas altar, di puncak piramida. Dengan cara mengambil jantung korban.

Temuan sejumlah arkeolog baru-baru ini mengungkap cara lain dalam ritual pengorbanan manusia. Mereka menemukan 50 tengkorak di kuil keramat Aztec, yang berusia 500 tahun. Temuan dihasilkan dari kuil Templo Mayor, Mexico City. Di situlah upacara Aztec yang paling penting terjadi antara tahun 1325 hingga penaklukan Spanyol pada tahun 1521.
Semuanya berada dekat batu kurban berwarna hitam. Lima di antaranya terkubur di bawah batu. Kondisi mereka mirip, ada dua lubang, masing-masing di kedua sisi kepala. Arkeolog, Raul Barrera dari National Institute of Anthropology and History Meksiko mengatakan, 45 tengkorak lainnya tampaknya dijatuhkan begitu saja ke atas batu. Agustus lalu, saat merenovasi Templo Mayor, tim juga menemukan tengkorak dan lebih dari 200 tulang rahang. Barerra mengatakan, tengkorak-tengkorak tersebut adalah milik perempuan dan lelaki berusia 20-35 tahun. Bisa jadi ia digali dari situs lain dan dimakamkan kembali di sana. 
Juga kerangka seorang wanita muda yang dikorbanka mempersonifikasikan dewi, dikelilingi oleh tumpukan hampir 1.800 tulang. Tim juga menemukan 'pohon suci,' yang terlihat seperti bekas batang pohon ek. Para ahli menduga, pohon itu dibawa dari daerah gunung untuk ritual.

Kembali ke penemuan tengkorak, meski dalam kondisi baik, ada retakan bolong di sisi kepala yang diduga untuk memasukkan kayu, agar bisa digantung dalam rak. Barrera mengatakan kunci dalam penemuan itu adalah batu korban, yang terlihat seperti batu nisan abu-abu. "Di bawah batu kurban, kami menemukan lima tengkorak. Tengkorak-tengkorak yang ditusuk dengan tongkat, "katanya. "Ini adalah temuan yang sangat penting." Sementara, arkeolog University of Florida,Susan Gillespie, yang tidak terlibat dalam penggalian, mengatakan, ia tertarik dengan tengkorak dalam rak, atau disebut zompantli, yang dimakamkan secara terpisah. "Ini menyediakan informasi baru tentang penggunaan dan penggunaan kembali tengkorak untuk acara ritual di Templo Mayor," kata Gillespie Sebab pengorbanan manusia Aztec selalu diasosiasikan dengan pengambilan jantung. "Ini memberi kita pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana Aztec menggunakan tubuh manusia dengan cara berbeda dalam ritual mereka. 


Via
BACA FULL»

Kehidupan di planet Gliese 581g?

Up 0 komentar
Para astronom sepertinya telah menemukan kesibukan baru, yaitu mengamati sebuah planet yang disebut sebagai kembaran bumi. Planet ini memiliki karakteristik yang sepertinya bisa menampung kehidupan. Jadi, mungkin kita memang tidak sendirian di alam semesta yang luas ini. 



Sebelumnya saya teringat akan film Batlleship yang tayang baru-baru ini dan memunculkan ancaman kedatangan kehidupan cerdas dari planet yang bernama planet Gliese. Benar atau tidak adanya keberadaan planet dengan  struktur persis seperti bumi ini. Mari kita cerna secara teori dibawah ini. Sebelumnya bagi yang belum menonton film tersebut, saya akan tampilkan trailernya




Gliese 581
Semuanya bermula dari sebuah bintang yang bernama Gliese 581. Nama Gliese (baca: Glee-Zuh) berasal dari nama astronom Jerman, Wihelm Gliese, yang pertama kali mengkatalogkan bintang ini pada tahun 1957.

Bintang ini adalah bintang kerdil/katai merah (red dwarf), salah satu jenis bintang yang paling umum di galaksi bimasakti. Ia terletak di konstelasi Libra, massanya sekitar sepertiga matahari dan jaraknya dari bumi sekitar 20,5 tahun cahaya. Ini membuat Gliese 581 menjadi bintang terdekat ke-117 dari bumi. Memang cukup jauh. Tanpa teleskop, kita tidak akan bisa melihatnya.

Namun, Gliese 581 memiliki satu kelebihan, dan ini sudah cukup membuatnya menjadi primadona terbaru para astronom.

Habitable Zone
Menurut para astronom, salah satu cara untuk menemukan kehidupan di planet lain adalah dengan menemukan terlebih dahulu unsur pendukung kehidupan. Dan unsur yang paling utama adalah air.

Sepanjang pengetahuan kita sebagai manusia, planet Bumi adalah satu-satunya planet yang memiliki kehidupan di dalamnya. Tuhan menciptakan planet ini begitu sempurna sehingga Ia meletakkan posisinya pada jarak yang tepat dari matahari.

Jika bumi lebih dekat ke matahari 2 persen saja, maka makhluk hidup akan terpanggang dan air di dalamnya akan menguap dan menghilang. Jika bumi lebih jauh dari matahari 2 persen saja, maka seluruh makhluk hidup akan mati karena suhu rendah dan air di permukaannya akan membeku.

Posisi bumi terhadap matahari ini disebut Habitable Zone atau Goldilocks Zone. Pada posisi ini, air tidak menguap atau membeku, dengan demikian kehidupan dapat berkembang.

Planet Gliese 581g
Pada pengamatan terakhir, para astronom menemukan paling sedikit ada 400 planet yang mengorbit bintang-bintang di belakang matahari (Extrasolar). Enam planet diantaranya mengorbit bintang Gliese 581. Dan planet-planet itu berada pada posisi Habitable Zone. Inilah yang membuat penemuan ini cukup menghebohkan.

Jika kita analogikan dengan sistem tata surya kita, maka bintang Gliese 581 berfungsi seperti "matahari" (Matahari sendiri adalah sebuah bintang), sedangkan enam planet itu seperti planet-planet pada sistem tata surya kita.

Enam planet misterius ini kemudian diberi nama sesuai dengan nama bintang yang menyertainya. Jadi, para astronom (yang sepertinya kurang kreatif) memberikan nama masing-masing planet dengan sebutan Gliese 581e, b, c, g, d dan f.

Dari antara enam planet tersebut, Gliese 581g adalah yang paling mungkin menampung kehidupan.

Para astronom memperkirakan kalau Gliese 581c memiliki karakteristik seperti Venus. Sedangkan Gliese 581d memiliki karakteristik seperti Mars.

Posisi Gliese 581g berada diantara Gliese 581c (yang seperti Venus) dan Gliese 581d (yang seperti Mars). Jika kembali menganalogikannya dengan sistem tata surya kita, maka itu artinya Gliese 581g berada pada posisi yang mirip dengan bumi (yang berada di antara Mars dan Venus). Jadi, ada kemungkinan kalau planet ini juga memiliki karakteristik yang serupa dengan bumi.
Kembaran Bumi?
Lalu, apakah Gliese 581g bisa disebut kembaran bumi?

Tidak juga. Coba bandingkan karakteristiknya dengan planet Bumi.

Gliese 581g memiliki diameter 1,2 hingga 1,4 kali bumi. Massanya sekitar 3,1 hingga 4,3 kali massa bumi. Temperatur di permukaannya berkisar antara -31 derajat celsius hingga -12 derajat celcius. Planet ini kemungkinan memiliki gravitasi yang mirip dengan bumi dan satu tahun di planet ini sama dengan 37 hari di bumi.

Menariknya, posisi planet ini "terkunci" (tidal locked) dengan bintangnya. Artinya, waktu yang dibutuhkannya untuk berotasi pada sumbunya sama dengan waktu yang dibutuhkannya untuk mengelilingi bintangnya. Ini menyebabkan satu sisi planet ini selalu mengalami kegelapan dan satu sisi lainnya selalu mengalami terang. Posisi seperti ini juga dimiliki Bulan terhadap Bumi. Jika kita menyadarinya, setiap malam, sesungguhnya kita selalu melihat permukaan bulan yang memiliki citra seperti kelinci.

Walaupun tidak terlalu mirip dengan bumi, menurut para astronom, karakteristik yang dimilikinya masih memungkinkan bagi kehidupan untuk berkembang. Namun, misteri yang menyelimuti planet ini bertambah dalam ketika seorang astronom Australia bernama Dr.Ragbir Bhathal mengklaim pernah menerima sinyal misterius dari arah Gliese 581 pada Desember 2008. Dr.Bhathal adalah anggota SETI (Search for Extra Terestrial Inteligent) cabang Australia. SETI sendiri adalah organisasi yang dibentuk khusus untuk mencari sinyal-sinyal komunikasi dari angkasa luar.

Mungkinkah penghuni Gliese 581g mengirim sinyal ke bumi?

Apakah benar-benar ada kehidupan di planet itu?

Bagaimana Astronom lain menganggapinya?
Bagi penemunya, tidak ada keraguan. Ia yakin kalau planet itu memiliki kehidupan. Steven Vogt, astronom dari University of California yang menemukannya, berkata dalam jumpa pers:
"Menurut perasaan saya, kemungkinan adanya kehidupan di planet ini adalah 100 persen. Saya tidak meragukannya."
Tetapi, Jika kita meminta Vogt untuk membuktikannya, maka sepertinya hal itu akan menjadi masalah besar. Karena itu, rekan Vogt, Paul Butler dari Carnagie Institution of Washington, yang ikut dalam jumpa pers ini segera meluruskan pernyataan Vogt. Ia berkata:
"Setiap diskusi mengenai adanya kehidupan di planet ini murni spekulatif. Pertanyaan yang lebih tepat adalah, jika planet ini mengandung air, bagaimana kita bisa yakin kalau tidak ada kehidupan disana?"
Yup, pernyataan ini lebih rasional.

Bukan hanya bagi Butler, bagi astronom lain, klaim Vogt juga dianggap berlebihan.

Phil Plait, seorang penulis dan astronom yang memiliki website badastronomer.com beranggapan kalau klaim Vogt terlalu dibesar-besarkan oleh media. Ia berkata:
"Saya mengerti maksud Vogt, Ia berpikir kalau planet itu "mungkin" memiliki kehidupan. Namun, media telah mengambil klaim itu dan memberitakannya secara berlebihan."
Juan Cabanela, seorang ahli astrofisika dari Minnesota State University, berkata:
"Mengklaim kalau Gliese 581g memiliki 100 persen kemungkinan adanya kehidupan adalah sesuatu yang sangat berlebihan. Soalnya kita hanya punya satu sampel planet yang memiliki kehidupan (bumi)."
Stu Atkinson dari Universe Today juga punya tanggapan:
"Klaim itu 100 persen menggelikan. Tidak ada yang bisa mengetahui hal itu dengan pasti."
Pernyataan Stu Atkinson cukup tajam. Sampai saat ini, apa yang disampaikan oleh Vogt memang baru sebatas asumsi. Merekapun belum menemukan bukti adanya air ataupun atmosfer di Gliese 581g.

Namun, bagaimanapun juga, penemuan ini tetap menarik perhatian luas dan menimbulkan semangat baru bagi astronom untuk menghabiskan waktu lebih banyak di ruang observatorium mereka.

Jon Jenkins dari SETI berkata:
"Saya memperkirakan kalau Gliese 581g hanyalah puncak dari gunung es. 15 atau 20 tahun yang lalu, hanya sedikit orang yang percaya kalau kita bisa menemukan extrasolar planet seperti itu. Namun kita menemukannya dan ini menunjukkan seberapa jauh kita telah melangkah."
Jika kita memutuskan untuk pergi ke Gliese 581g
Lalu pertanyaannya adalah, Bagaimana kita yakin kalau tidak ada kehidupan disana?

Bagaimana kita bisa membuktikannya?

Sayangnya, mungkin kita tidak akan pernah bisa membuktikannya.

Jika ingin membuktikan apakah Gliese 581g memiliki kehidupan atau tidak, maka kita harus mengunjungi planet nun jauh itu. Tetapi, pergi ke Gliese 581g tidak sama dengan pergi ke bulan. Jika kita ingin pergi ke Gliese 581g, maka persoalannya bukan masalah teknik lagi, melainkan sudah masuk ke masalah fisika.

Gliese 581g memiliki jarak 20,5 tahun cahaya. Itu artinya, jika kita memiliki sebuah pesawat yang bergerak dengan kecepatan cahaya (300.000km/detik), maka dibutuhkan waktu selama 20,5 tahun untuk mencapai planet itu.

Namun, hukum fisika (yang kita ketahui) mengatakan kalau setiap benda yang bergerak dengan kecepatan cahaya akan musnah menjadi energi. Jadi, untuk saat ini, mari kita lupakan pesawat yang bisa bergerak dengan kecepatan cahaya.

Bagaimana dengan pesawat antariksa kita?

Untuk diketahui, 1 tahun cahaya sama dengan 10 trilyun kilometer. Pesawat antariksa yang kita miliki saat ini memiliki kecepatan 28.000 mil/jam. Dengan kecepatan ini, maka akan dibutuhkan waktu sekitar 766.000 tahun bagi kita untuk sampai ke Gliese 581g. Seingat saya, 766.000 tahun yang lalu, manusia modern belum ada di muka bumi. Kalian boleh menanyakannya kepada kaum Kreasionis ataupun Evolusionis.

Untuk tidak memperpanjang tulisan ini, maka saya akan melewatkan kemungkinan lain seperti Warp, Wormhole atau teknik lainnya yang kalian saksikan di film Star Trek.

Jadi, kita memang tidak bisa datang ke planet itu dan melihat apakah ada kehidupan atau tidak. Apa yang bisa kita lakukan hanyalah mengirimkan sinyal-sinyal yang mudah-mudahan dimengerti oleh para penghuni planet tersebut.

Usaha ini sudah dilakukan oleh beberapa pihak. Misalnya, perusahaan pembuat film dokumenter RDF dan situs social networking Bebo telah menggunakan teleskop radio di Ukraina untuk mengirim 500 pesan dari publik dengan menggunakan gelombang radio ke arah Gliese 581.


Namun, sinyal itu sepertinya akan mengalami perjalanan yang panjang.
Jika kita memutuskan untuk mengirim sinyal cahaya, maka sinyal tersebut baru akan terlihat oleh penghuni Gliese 581g sekitar 20,5 tahun kemudian. Dan jika mereka memutuskan untuk membalas sinyal kita, maka kita akan menerima sinyal balasan tersebut 20,5 tahun berikutnya. Jadi, dibutuhkan waktu paling tidak 41 tahun untuk mendapatkan sebuah percakapan. Waktu yang sangat panjang untuk "just to say hello".

Kehidupan di planet lain dan asal mula kehidupan
Baiklah, Dr.Vogt memang berlebihan ketika ia menggunakan kata "100 persen kemungkinan". Namun sayangnya, klaim-klaim yang berlebihan sejenis ini begitu biasa kita dengar. Ketika tulang-belulang seekor lemur atau monyet ditemukan di lapisan tanah dalam, para peneliti akan segera mengumumkan kepada dunia kalau mereka telah menemukan missing link, bahkan walaupun mereka tidak pernah memberikan kesempatan kepada peneliti lain untuk melihatnya.

Ketika puing-puing batu yang sepertinya tersusun rapi ditemukan di sebuah pulau terpencil, maka para peneliti akan segera mengumumkan kalau Atlantis telah ditemukan, bahkan tanpa berusaha untuk menemukan bukti-bukti lain yang lebih pasti.

Tidak heran. Hampir semua ilmuwan berambisi untuk mencatatkan namanya dalam sejarah.

Untuk kasus Gliese 581g, sepertinya kita harus kembali kepada pernyataan Paul Butler kalau semuanya "Murni spekulatif". Namun, tetap harus diakui kalau penemuan ini cukup menggembirakan.

Ada baiknya kita mencermati kalimat dari Dr.Stuart Clark, penulis dan jurnalis astronomi:
"Sampai kita mengetahui lebih lanjut mengenai planet ini (Gliese 581g) dan asal-usul kehidupan itu sendiri, setiap klaim yang menyebutkan adanya kehidupan tertentu di dalamnya adalah klaim yang idiot dan tidak memenuhi standar sains."
Oke, kata "idiot" memang terlalu kasar. Namun, yang ingin saya garisbawahi adalah kalimat sebelumnya.

Memang, sebaiknya para peneliti mencari bukti lanjutan mengenai planet ini dan memahami asal-usul kehidupan terlebih dahulu (jika bisa). Jika kita sudah melakukan semua itu, mungkin suatu hari kita baru bisa mengatakan kalau Planet Gliese 581g yang misterius ini memiliki "kemungkinan adanya kehidupan sebesar 100 persen".


Via
BACA FULL»