Kadal Unik Bertubuh Spiderman

Up 0 komentar
Fotografer Lopes Cassion tak sengaja menemukan spesies kadal istimewa di Taman Nasional Masai Mara, Kenya. Warna binatang itu mirip dengan Spiderman yakni biru-merah.

Awalnya Lopes dan istrinya, Alessandra hendak memotret macan tutul, tapi mereka tidak menemukan jejak hewan itu. Keduanya pun memutuskan mencari objek lain. "Saat itulah si reptil mirip Superhero itu merangkak ke atas batu," katanya seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Senin (2/7).

Tak cuma kulit yang identik, pose kadal itu juga terlihat seperti Spiderman berjongkok.

Di Afrika, hewan ini dipercaya membawa keberuntungan. Kadal biasanya hidup berkelompok. Hanya ada satu jantan yang mendominasi dan biasanya mempunyai kulit berwarna.

Rich Nunn dari kelompok pecinta komik Birmingham, Inggris, mengatakan kemiripan luar biasa. "Ini satu-satunya hewan dengan warna serupa Spiderman," ujarnya.

Dia yakin banyak penggemar komik mau membayar mahal untuk kadal ini karena mirip dengan idola mereka.

Source - Kadal Unik Bertubuh Spiderman
BACA FULL»

Kucing Kurcaci Ini Memiliki 22 Cakar

Up 0 komentar
Seperti tercantum pada Facebook page-nya, Lil Bub adalah jenis kucing "perma-kitten". Artinya, kucing ini akan selalu memiliki bentuk serupa anak kucing tidak peduli berapapun umurnya.

Kucing ini juga kerdil. Anggota tubuhnya relatif kecil sehingga tampak tidak proporsional bagi penampilan keseluruhan tubuhnya.

"Dia sangat pendek. Kakinya juga pendek dan gemuk. Tubuhnya panjang, aneh, seperti ular. Rahang bagian bawahnya sangat pendek dibanding rahang atasnya. Giginya tidak pernah tumbuh, dia ompong. Ini membuatnya selalu menjulurkan lidah," tertulis dalam laman Facebook-nya.

Bub yang cebol tidak dikembangbiakkan secara sengaja untuk tampil dalam bentuk kecil ini. Menurut laman Facebook-nya, Bub mengalami beberapa mutasi genetik.

Bub punya keanehan lain, dia jarang mengeong. Jika dia melakukannya, suara Bub terdengar aneh.

Kucing betina ini juga memiliki jari kaki tambahan. Total dia memiliki 22 cakar.

Kendati ompong, kucing ini tetap bisa mengunyah makanan kering dan basah tanpa masalah. Nafsu makannya juga baik. Menurut Huffington Post, kucing ini dalam kondisi sehat.

Kendati memiliki kekurangan dalam bentuk tubuh, kucing ini tetap menggemaskan.

"Bersiapkan untuk jatuh cinta ketika melihatnya," tulis Buzzfeed.

Kucing ini lahir pada 21 Juni 2011. Dia berasal dari Bloomington, Indiana, Amerika Serikat. Berbagai barang-barang bergambar wajah Bub dijual oleh toko yang menggunakan namanya.

Source
BACA FULL»

Foto Pertama Yang Diunggah Ke Internet

Up 0 komentar
Internet mencatat sejarah pemuatan foto pertama ke dalam jaringannya. Foto pertama yang diunggah ke internet ini berusia 20 tahun pada 18 Juli 2012. Foto ini merupakan gambar kelompok musik bertema parodi, Les Horribles Cernettes. Anggota kelompok musik ini semua perempuan. Kelompok musik pop ini menyebut dirinya "satu-satunya Band Rock Energi Tinggi".

Sebelum CERN menghebohkan dengan "partikel Tuhan" Higgs Boson, mereka "mendirikan" kelompok musik komedi ini. Band ini dibentuk dari kumpulan sekretaris dan pacar ilmuwan CERN di laboratorium CERN, Jenewa, Swiss. Les Horribles Cernettes didirikan pada 1990 oleh Michele de Gennaro, seorang desainer grafis di CERN. Dia terlibat hubungan asmara dengan ilmuwan fisika di sana.
Fotografer band ini yakni Silvano de Gennaro. Dia juga menulis lagu dan berperan sebagai musisi pendukung ketika band ini harus tampil di panggung. Pria ini kini telah menikah dengan salah satu perempuan dalam band itu.

Berawal dari komedi, aksi Cernettes menjadi tonggak sejarah di internet. Mereka merupakan subyek eksperimen pertama pemuatan gambar di web.

"Pada 1992, setelah mereka tampil di Festival Hadronic CERN, kolega saya Tim Berners-Lee meminta beberapa foto 'gadis CERN' yang sudah dipindai (scan). Dia ingin memublikasikannya pada sistem informasi yang baru diciptakannya, bernama 'World Wide Web'. Saya tidak mengetahui dengan jelas maksudnya," jelas Silvano de Gennaro.

De Gennaro memindai foto untuk disimpan pada Mac. Dia membagi gambar ini melalui Protokol Transfer Berkas (FTP), protokol internet untuk pengiriman file komputer antarjaringan. Gambar ini dikirim untuk situs Tim yang kini dikenal sebagai "info.cern.ch".

Gambar ini dibuat seolah-olah foto promosi band ini. Foto ini diungguh dalam format file GIF. Situs resminya tidak mengalami perubahan semenjak diluncurkan pada 1992. Dalam situsnya, Cernettes menjelaskan mereka berbeda karena menjadi band pertama yang dimuat di internet.
"Ketika sejarah terjadi, Anda tidak sadar ada di dalamnya," ujar Silvano de Gennaro seperti dilansir dari Huffington Post.

Ketika mengunggah foto ini, mereka mengalami sedikit kendala memuatnya ke web. Data tanggal tepatnya foto ini diunggah tidak bisa tercantum.

"Gambar ini ada dan menghilang di web selama beberapa bulan. Hingga suatu hari antarmuka format GIF sudah dapat berjalan dengan baik. Foto ini akhirnya bisa tersimpan di server dan dapat diakses ketika orang lain menjelajah internet," terang Gennaro.

Keberadaan band perempuan ini telah menjadi lelucon yang dipahami antara ilmuwan. Mantan anggota Cernette, Colette Marx-Nielsen mengatakan kepada Vice, penemu World Wide Web, Tim Berners-Lee kadang berdandan ala perempuan dalam pertunjukkan opera komunitas.
sumber
BACA FULL»

India Heboh, Gadis Dihajar dan Ditelanjangi Massa

Up 0 komentar
Guwahati, Assam, India – Seorang gadis tak berdaya dihajar habis-habisan sebelum ditelanjangi oleh sekelompok laki-laki di distrik Guwahati, Assam, di utara India. Adegan kekerasan tersebut ditonton orang banyak karena terjadi di depan sebuah bar yang ramai.

Sebagaimana dilaporkan, India Today, Jumat (13/7/2012), kasus penganiayaan seorang gadis berusia 17 tahun oleh sekitar 20 orang laki-laki itu kini menjadi isu nasional. Publik, kalangan pemerintahan, dan aktivis perempuan menuntut kasus ini diselesaikan secara tuntas.

Penganiayaan itu terjadi pada 10 Juli 2012, namun menjadi isu publik baru-baru ini setelah rekaman video penganiayaan tersebut dipublikasikan oleh berbagai media, termasuk di situs Youtube. Rekaman itu dibuat oleh seorang wartawan TV. Jati diri gadis itu tidak diungkap ke publik.

Dalam rekaman tersebut tampak seorang gadis yang diseret beramai-ramai pada malam hari di jalan dekat sebuah bar. Rambutnya dijambak dan wajahnya dipukuli beramai-ramai. Tubuhnya juga dianiaya, dengan cara dipukul dan ditendang.

Yang membuat publik marah, tak seorang pun yang berniat menolong gadis tersebut. Padahal dia berteriak-teriak minta tolong. Pejalan kaki dan penjaga toko di dekatnya malah asyik menonton adegan kekerasan selama 30 menit itu. Penganiayaan berakhir dengan ditelanjanginya gadis tersebut.

Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, peristiwa bermula ketika empat gadis dan dua laki-laki remaja yang saling kenal memasuki sebuah bar. Di dalam bar, mereka terlibat percekcokan sehingga dibawa keluar oleh petugas keamanan bar itu. Saat mereka berada di luar, masyarakat tanpa alasan jelas malah ikut-ikutan memukuli salah seorang gadis hingga akhirnya terjadilah insiden penganiayaan itu.

Kritikan merebak karena polisi baru datang 45 menit kemudian. Padahal, pos polisi terdekat hanya berjarak 1,5 km. Polisi diultimatum untuk menangkap semua pelaku dalam dua hari.

Seorang wartawan yang merekam kejadian itu juga mendapat kritikan pedas dari masyarakat karena tidak berupaya keras menolongnya, malah justru merekam adegan itu. Publik mengkritiknya karena wartawan itu lebih mementingkan berita ketimbang kemanusiaan.

Apalagi, wartawan itu sempat-sempatnya mewawancarainya di hadapan publik, seperti sedang laporan langsung. Ia menanyakan identitas gadis tersebut untuk kepentingan pemberitaan.

Namun, seorang wartawan lain, Mukul Kalita, yang mengendarai sepeda motor dan kebetulan lewat mencoba menghentikan massa yang beringas. Wartawan surat kabar Ajir Asom itu sempat merangsek ke kerumunan dan mencoba menghentikan massa serta meminta kameraman yang merekam kejadian itu untuk berhenti merekam. Namun sang kameraman terus mengabadikannya.

“Orang-orang malah mencegah saya dan meminta untuk tidak turut campur. Saya takut juga pada massa yang marah. Saya kemudian menelepon polisi dan mereka menyatakan sudah mengetahui peristiwa itu dan tengah dalam perjalan menuju lokasi.”

Sebanyak enam orang kini sudah tertangkap. Namun polisi terus menerus mendapat tekanan publik untuk menangkap yang lainnya. Wajah-wajah para pelaku juga dipampang di berbagai media dan ditempel di sudut-sudut kota. Masyarakat umum juga diminta mengenali mereka dan melaporkan keberadaannya.

Di antara negara berkembang lain, India adalah salah satu negara yang memiliki reputasi buruk dalam hal perlindungan hak-hak perempuan. Kekerasan terhadap dan perlakuan semena-mena terhadap perempuan kerap terjadi di negeri ini.

Bulan lalu, seorang ayah memenggal kepala anak perempuannya dan menenteng kepala itu berkeliling desanya. Kata dia, itu pembunuhan mulia

Source
BACA FULL»

Siang Jadi Profesor, Malam Melacur

Up 0 komentar
Seorang Guru besar di University of Georgia ditahan setelah tertangkap tangan menawarkan jasa ”layanan ranjang” kepada petugas yang menyamar. Ia ditangkap di kamar hotel, dengan pakaian seksi dan mengaku bernama Sasha, seorang waria.

bersodagembira.blogspot.com
Belakangan diketahui, dia adalah Profesor Max Reinhart. Pria kelahiran Jerman berusia 65 tahun ini ditangkap Kamis di Gwinnett County, Atlanta, atas tuduhan prostitusi dan menjaga rumah prostitusi. Ia mengenakan pakaian minim dan menawarkan 30 menit dari ”jasa” yang hanya ditawarkan seharga US$ 60.

Menurut Atlanta Journal Constitution, polisi menemukan sebuah iklan Sasha di bagian layanan transeksual dari situs backpage.com. Website yang menyediakan kolom khusus ”dewasa” itu kini tengah diselidiki untuk dugaan prostitusi dan penjualan gadis di bawah umur untuk dipekerjakan sebagai PSK.

Kutipan Noveloke. Juru bicara polisi, Jake Smith, mengatakan mereka sepakat untuk bertemu di Days Inn. Polisi mengirim penyidik yang menyamar dan menunggu di sebuah kamar yang disepakati.

Setelah negosiasi harga, petugas kemudian sigap menangkap Reinhart, yang hari ini dibebaskan dengan jaminan US$ 4.800.

Ia mengajar sastra Jerman dan sejarah di universitas terkenal ini. Ia mendalami sastra abad ke-18, khususnya penyair dan seniman Johann Wolfgang von Goethe.

Fokus utama penelitiannya adalah Jerman awal modern. Ia juga mendirikan kelompok The Conference Group for Interdisciplinary Early Modern German Studies di perguruan tinggi itu. Baik Reinhart atau universitas tak bersedia memberikan komentar.
BACA FULL»