Hal-hal yang Perlu Kamu Persiapkan Kalau Kamu Mau Mulai Ngekost

Up 0 komentar
Dalam ihwal hidup seorang anak manusia, ada yang namanya tahapan-tahapan dalam hidup. Yang sering disebut-sebut ialah seputar lahir, sekolah, kerja, kawin, punya anak, kemudian metong. Ada sesuatu yang terlewat di situ. Tahapan hidup yang satu ini memang jarang disebut-sebut karena tidak semua orang mengalaminya, namun percayalah, tahapan hidup yang satu ini sungguh tidak kalah pentingnya.

Apakah yang sedang MBDC bicarakan ini sampai-sampai membuat pikiran dan jiwa melayang-layang dalam buaian kontemplasi filosofis? Sungguh gampang. Baca aja judul artikel ini deh, udah langsung ketahuan. MBDC akan membicarakan seputar dunia ngekost. Menurut hemat kami, ini adalah salah satu tahapan hidup yang cukup penting dijalani oleh anak manusia. Ini karena, pada saat inilah kamu mulai secara sah dan meyakinkan meninggalkan rumah orangtuamu berikut fasilitasnya, dan mencoba hidup sendiri.


Tapi, ada beberapa hal yang perlu kamu persiapkan kalau kamu mau mulai ngekost. Berikut MBDC beberkan, agar kamu tidak hilang arah bagai anak itik kehilangan induknya.

Mental
Tidak, yang kami maksudkan di sini bukanlah sesuatu yang terjadi pada hatimu di saat cintamu bertepuk sebelah tangan. Mental di sini dibaca dengan huruf ‘e’ pada rental dan bukan ‘e’ pada sendal. Ketika kamu hendak ngekost, mental kamu harus sudah seperlunya siap. Ingat, tidak ada lagi yang namanya teriak-teriak minta bikinin indomie sama si mbak di rumah,apalagi ngacir ke kamar nyokap kamu setiap kali kamu kebangun di tengah malem gara-gara mimpi dikejar genderuwo. Dengan kata lain, sebelum kamu mulai ngekost, kamu sudah harus bisa menghilangkan mental kamu yang sering menggantungkan diri pada orang lain, dan mulai belajar mandiri. Cie cie.

Tempat Kost
Sudah jelas. Kamu gak akan bisa ngekost kalau belum punya tempat kost. Ya iyalah, masa mau tinggal di kolong jembatan, bro? Anti kemapanan banget, bro kalau gitu caranya. Hipster ya kamu mau sok-sok beda sendiri kayak gitu? Ngaku aja deh.

Celengan
Meski bukan merupakan barang yang umum dimiliki oleh anak kost, pada kenyataannya celengan adalah salah satu hal yang cukup penting untuk kamu persiapkan. Kehidupan jadi anak kost itu cukup keras. Kalau gak bisa pinter-pinter ngatur jatah bulanan, yang ada tiap akhir bulan kamu cuma bisa makan sukro dicocol sambel. Itu kasihan banget loh. Gih beli celengan, belajar nabung kalau ada duit jajan lebih.

Peralatan Makan
Bukan artinya kamu harus mempersiapkan dining set lengkap, ini kamu mau ngekost, bukan mau berumah tangga. Minimal kamu siapin gelas atau mug, piring barang sebiji dua biji, dan mangkok (kalau bisa yang terbuat dari plastik atau melamin, biar gak gampang pecah kalau tiba-tiba kamu lagi drama sendirian di kost-kostan. Percayalah hal itu bakal cukup sering terjadi). Jangan lupa bawa sendok, garpu dan pisau, buat motong-motong buah kalau lagi ada rezeki lebih. Pemanas air elektronik juga boleh dibawa, lumayan supaya bisa ngopi kalau harus begadang semalaman ngerjain tugas kuliah, atau ngejar deadline dari kantor.

Kadang ada juga yang niat bawa kompor listrik mini. Saran MBDC sih, gak usah. Ribet. Kayak kamu bakal masak tiap hari aja.

Peralatan Bebersih
Kalau kamu beruntung (dan cukup tajir), kamu bisa dapet kost-kostan yang kamarnya sekalian dibersihin gitu. Nah kalau kamu anaknya jetset gitu, malahan kamu bisa dapet kost-kostan yang langsung diservis sama inem pelayan seksi. Tapi seringnya sih, yang namanya kostan ya kamu mesti ngebersihin segala sesuatu sendiri. Jadi jangan lupa nyiapin segala peralatan bebersih seperti sapu, pel, ember, sponge buat cuci piring, sabun cuci, kemoceng, dan teman-temannya. Ingat, orang yang jorok biasanya jauh jodoh.

Laundry bag/laundry basket
Kadang kamu gak sempet (atau males) nyuci baju di tempat kost-kostan. Maka ini jadi salah satu hal yang penting untuk kamu persiapkan. Laundry bag atau laundry basket ini fungsinya untuk menampung (sekaligus mengangkut) baju-baju kamu untuk di bawa ke tempat laundry kiloan. Atau saat sebulan sekali kamu pulang ke rumah dan bawa baju kotor buat dicuci gratisan di rumah. Sudah tradisi!

Mie Instant
Ada kalanya nasi padang adalah suatu kemewahan tak terkira bagi anak kost-kostan. Jangankan nasi padang, nasi warteg juga kadang-kadang nggak kebeli. Inilah pentingnya kamu nyetok mie instant di kost-kostan kamu. Untuk digunakan dalam keadaan genting. Mie instant ini umumnya bisa kamu masak di dapur komunal yang suka ada di tempat-tempat kostan, atau dengan survivor style banget, pake pemanas elektronik. Gak masalah. Yang penting hari itu kamu gak mati kelaparan. Penting juga untuk menyetok mie instan di tempat yang cukup tersembunyi karena berdasarkan pengalaman, dalam kehidupan kost-kostan, mie instan lebih sering dicolong daripada sendal!

Pacar
Penting banget dipersiapkan kalau kamu memutuskan untuk mulai ngekost. Ngekost tapi gak punya pacar itu bagaikan sayur tanpa msg. Hambar! Kalau yang biasanya pas masih tinggal di rumah kamu harus selalu bawa martabak setiap kali mau ngapel ke rumah pacar, sekarang tinggal kamu undang aja si pacar ke kost-kostan kamu. Seru-seru gimana gitu. Tapi lihat-lihat dulu kostannya kayak gimana ya, jangan coba-coba menyelundupkan sesuatu yang memang tidak bisa diselundupkan. Diarak massa tanggungannya!

Ada yang punya ide lain seputar hal-hal yang perlu dipersiapkan kalau kamu mau mulai ngekost? Sok atuh bagi-bagi di komen. Atau kamu punya pengalaman sendiri seputar ngekost pertama kali? Apahh? Kamu pernah diarak massa? *tepuk pundak* yah gapapa bro, namanya juga pengalaman hidup. Ya gak?


Via
BACA FULL»

Asal-usul Guling

Up 0 komentar
Siapa yang nggak pernah meluk guling? guling adalah perangkat tidur yang bisa ningkatin level kenyamanan kita saat tidur. Tidur sambil meluk guling, jauh lebih nikmat daripada nggam pake guling. Guling. Kedengerannya sepele tapi penting, lho, ternyata. Bahkan ada yang nggak bisa tidur kalo nggak ada guling.
Pernah nggak mikirin soal asal-usul guling? Jangan cuma bisa meluk, kamu juga harus tau sejarah guling. Oh iya, guling juga punya nama lain, lho: Dutch Wife. Wuih, kok bisa disebut begitu? Gini ceritanya. Dalam novel Jejak Langkah, Pramoedya Ananta Toer sedikit cerita tentang awal mula adanya guling di bumi pertiwi. Katanya, keberadaan guling terkait dengan peristiwa penjajahan Belanda. Waktu orang Belanda dan Eropa dateng ke Indonesia, mereka nggak bawa istri. Trus gimana cara mereka memenuhi hasrat seksual? Dengan cara melihara gundik. Tapi orang Beland pelit-pelit. Daripada bayar gundik, akhirnya mereka nyiptain guling untuk nemenin mereka tidur tiap malem. Itulah kenap guling disebut juga Dutch Wife.

Itu tadi menurut yang tertera dalam novel karya Pram, Jejak Langkah. Gimana kalo menurut sejarah? Dalam sejarahnya, guling lahir dalam kebudayaan Indisch abad ke 18 atau 19. Percampuran antara kebudayaan Eropa, Indonesia, dan Cina. Fyi, pada jaman ini, nggak semua orang bisa punya guling. Cuma golongan tertentu yang di rumahnya ada guling, salah satunya priyayi. Nah, abis itu guling jadi gaya hidup golongan atas. Issh..hebring juga ya si guling. Nggak nyangka, euy! Untung sekarang udah bukan jaman penjajahan, jadi siapa aja bisa punya guling. Kalo nggak, repot kita. Apalagi jomblo-jomblo kesepian. Pasti pada merana. Mau meluk siapa coba kalo bukan guling?

Gimana, menarik kan sejarah si Dutch Wife a.k.a guling? Pasti abis ini kalo meluk guling kamu langsung berasa priyayi, deh. Hahaha. Nggak apa-apa. Sah-sah aja, kok. Asal jangan meluk guling tapi berasa prihatin. Itu pasti lagi keingetan mantan atau lagi ngeliat presiden kita pidato. Ciaann. Puk puk



Via
BACA FULL»

Kecerdasan Gokil Kera Bonobo

Up 0 komentar
Simpanse bernama Kanzi ini amat luar biasa sebab ia dapat berbicara dengan bahasa isyarat, memasak, dan membuat alat pertukangan dari batu.

Sebagai informasi, Simpanse memang dikenal hewan yang memiliki kecerdasan lebih dibandingkan dengan hewan lainya, karena masih merupakan spesies yang terdekat kekerabatannya dengan manusia sehinga tidak heran jika ada simpanse yang bisa bertingkah laku seperti manusia.

Pendapat ini berasal dari fakta kera Bonobo memiliki kesamaan DNA nyaris 98 persen dengan manusia.
Kanzi mengumpulkan ranting kering dan membuat api, tanpa bantuan korek api.
Kanzi yang kini berusia 31 tahun ini sejak kecil hidup dalam asuhan manusia. Pada usia belasan Kanzi mulai menunjukkan kecerdasan melebihi primata lain di pusat konservasi di negara bagian Iowa (AS) yang menjadi tempat tinggalnya.itu.

Khanzi menyalakan api dengan korek api.
Hebatnya, simpanse ini bahkan mampu menyalakan api, baik itu menggunakan korek ataupun hanya berbekal batu. Serta melakukan pekerjaan masak memasak seperti juga manusia. Wow, seperti yang biasa kita lakukan saat Pramuka dulu yaa . . .

Kanzi sedang memasak makanan.
Hal yang dilakukan simpanse ini sempat membuat heran para peneliti di Balai Konservasi Great Ape Trust, Kota Des Moines, Negara Bagian Iowa, saat berhasil membuat sebuah kait sederhana untuk membuka kotak berisi makanan.

Tindakan ini disinyalir serupa langkah awal yang dulu dilakukan nenek moyang manusia saat baru saja tinggal di bumi. Menurut para peneliti di balai konservasi tersebut, simpanse ini juga paham dengan bahasa manusia dan dapat mengucapkan setidaknya 500 kata.

Kanzi sedang memanggang marshmallow.

Kecerdasan Gokil Kera Bonobo 
BACA FULL»

Star Jelly - Gumpalan gelatin misterius dari meteor

Up 0 komentar
Ketika kita memandang hujan meteor indah yang melewati bumi, mungkin tidak banyak dari kita yang tahu bahwa meteor-meteor tersebut juga meninggalkan kenang-kenangan untuk manusia di bumi berupa substansi seperti agar-agar yang sering disebut Star Jelly.

Star Jelly adalah substansi berbentuk gelatin yang dipercaya jatuh ke bumi akibat dibawa oleh meteor. Fenomena ini konon telah diketahui sejak tahun 1641 dan merupakan salah satu misteri yang paling membingungkan dalam sejarah sains.

Walaupun ide adanya meteor yang membawa Jelly biologis terlihat seperti sebuah science fiction, namun intensitas laporan yang masuk selama berabad-abad sepertinya tidak bisa diabaikan begitu saja.

Star Jelly dalam sejarah
Contohnya pada tahun 1641, seorang Inggris bernama John Suckling pernah menyebut mengenai Star Jelly di salah satu puisinya.
"As he whose quicker eye doth trace a false star shot to a mark'd place do's run apace, and, thinking it to catch, a jelly up do snatch"
Sir Walter Scott, seorang penulis besar Inggris juga menyinggungnya dalam novel yang ditulisnya pada tahun 1825, "The Talisman" :
"And thou shalt only light on some foul jelly, which, in shooting through the horizon, has assumed for a moment an appearance of splendour.”
Dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh Scientific American tahun 1846, deskripsi mengenai hujan meteor juga dihubungkan dengan penemuan Jelly misterius ini.
"Sepertinya ukurannya (meteor) lebih besar dari matahari dan ia membuat langit menjadi terang seperti siang hari. Dan ketika meteor itu jatuh, sejumlah penduduk segera mencari lokasinya dan menemukan sekumpulan Jelly dengan diameter 1,2 meter."
Dari tulisan-tulisan yang ditemukan mengenai fenomena ini, kita bisa mengetahui bahwa sejak berabad-abad lampau orang telah menghubungkan Star Jelly dengan meteor atau bintang jatuh. Keyakinan ini terbawa hingga sekarang.

Pembahasan yang lebih modern mengenai Star Jelly muncul pada sebuah artikel yang terbit tahun 1979 di Fate Magazine. Disitu disebut bahwa Star Jelly adalah substansi ekstra terestrial yang terdiri dari "cellular organic matter" yang eksis sebagai "prestellar molecular clouds" yang melintasi luar angkasa.

Kita mungkin tidak akan pernah mengerti maksud istilah-istilah rumit tersebut. Namun paling tidak Fate Magazine telah menimbulkan kembali fantasi-fantasi mengenai makhluk ekstra terestrial. Beberapa paranormal bahkan mengatakan bahwa Jelly tersebut merupakan sisa-sisa dari hewan luar angkasa.

Penemuan Star Jelly - Laporan Saksi
Selama berabad-abad, terdapat puluhan hingga ratusan laporan ditemukannya gumpalan-gumpalan gelatin di tanah sehari setelah penampakan meteor jatuh atau hujan meteor.
Contohnya, pada tahun 1950, sebuah gumpalan besar ditemukan oleh polisi Philadelphia. Polisi itu mendeskripsikan gumpalan itu sebagai "Jelly dengan bentuk seperti piringan dengan diameter 1,8 meter. Tebalnya sekitar 30 cm di tengah dan sekitar 5 cm di tepinya."

Masih menurut polisi tersebut, ketika disentuh, bagian Jelly yang disentuh segera berubah menjadi buih dan lenyap di udara tanpa meninggalkan bau sedikitpun. Malam sebelumnya, para penduduk sekitar melaporkan adanya sebuah meteor terang yang lewat di daerah itu.

Pada tahun 1994, para penduduk di Oakville, Washington melaporkan adanya "hujan gelatin" terjadi di wilayahnya. Peristiwa ini bahkan disinggung dalam salah satu episode televisi "unsolved mystery".

Pada 3 November 1996, sebuah meteor besar terlihat melewati langit Kempton, Australia. Pada keesokan paginya, para penduduk menemukan Jelly bening di halaman rumah dan trotoar di kota itu.
Laporan penemuan paling baru terjadi pada tahun 2009 dimana ditemukan gumpalan-gumpalan Jelly di beberapa perbukitan Skotlandia.

Star Jelly - Teori-teori
The Massachusetts Department of Environment Quality Engineering pernah meneliti Jelly ini dan menyimpulkan bahwa substansi ini tidak beracun dan tidak berbahaya bagi manusia. Walaupun begitu, identitasnya masih belum diketahui dengan pasti. Namun paling tidak ada beberapa dugaan yang diajukan, tapi sebelumnya, para peneliti harus mengeliminasi hubungan Jelly ini dengan kemunculan meteor.

Star Jelly dan Meteor
Pada kenyataannya, meteor hampir tidak pernah mencapai permukaan bumi. Kebanyakan akan segera terbakar habis di atmosfer. Seperti yang kita ketahui, meteor umumnya terbuat dari batu atau partikel besi. Jika meteor memiliki elemen Jelly, tentu saja jelly tersebut akan segera terbakar habis sebelum mencapai bumi. Jadi Jelly ini pastilah tidak berhubungan dengan meteor sama sekali.

Menurut para peneliti ini, para saksi yang melihat meteor akan mendatangi tempat yang dianggap sebagai tempat jatuhnya meteor dan mungkin mereka menemukan Jelly yang memang sudah ada disitu sebelumnya.

Teori ini cukup masuk akal karena seringkali penemuan Jelly ini tidak disertai oleh penampakan meteor malam sebelumnya. Dan jika hubungan antara meteor dan Star Jelly telah diabaikan, lalu materi apakah Star Jelly ini sebenarnya ?

Polusi Industri
Beberapa orang beranggapan bahwa materi ini adalah hasil dari polusi industrial.

Misalnya, pada kasus penemuan Jelly di Philadelphia tahun 1950 yang saya ceritakan di atas, lokasi penemuannya hanya berjarak sekitar 800 meter dari sebuah pabrik.

Lalu, pada tanggal 11 Agustus 1979, Mrs Sybil Christian dari texas menemukan beberapa gumpalan Jelly berwarna ungu di halaman depan rumahnya setelah terjadi hujan meteor Perseid malam sebelumnya. Lalu Forth Worth Museum of Science and History mengadakan penelitian dan menemukan bahwa pabrik battere di dekat situ menghasilkan limbah yang berwarna ungu. Jadi mungkin ada hubungannya antara gumpalan ungu tersebut dengan limbah pabrik.

Walaupun dilakukan dengan pendekatan sains, teori ini tidak dapat menjelaskan laporan penemuan Star Jelly sejak abad 17, jauh sebelum industri bertumbuh di Amerika dan Eropa.


Sisa-sisa tubuh hewan
The Book of British Amphibians and Reptiles yang ditulis oleh M Smith menjelaskan bahwa Star Jelly sesungguhnya adalah sisa-sisa oviduct kodok. Oviduct adalah saluran reproduksi di dalam tubuh kodok yang menghasilkan substansi berupa jelly yang menyelubungi ovum hewan amphibi ini.

Menurut Smith, burung dan mamalia lain yang memakan kodok biasanya menyisakan oviduct yang kemudian berubah menjadi Jelly ketika bereaksi dengan udara.

Namun sama seperti teori polusi industri, teori ini juga memiliki kelemahan.

Para peneliti dari National geographic yang meneliti sampel Star Jelly yang ditemukan di Amerika tidak bisa menemukan DNA di dalamnya. Jika gumpalan Jelly itu berasal dari hewan, maka tentu saja akan ada jejak-jejak DNA hewan di dalamnya.

Lagipula, jika Jelly itu adalah sisa-sisa tubuh kodok yang dimakan burung, bagaimana menjelaskan penemuan Jelly dengan diameter lebih dari satu meter ? Berapa banyakkah kodok yang dimakan dan dimuntahkan oleh burung itu ?

Nostoc
Teori lain menyebut bahwa Star Jelly adalah Nostoc, yaitu sejenis cyanobakteri air tawar yang memiliki potensi untuk membentuk koloni di area terbuka. Jika dalam kondisi biasa, koloni ini tidak akan terlihat oleh manusia. Namun ketika hujan turun, Koloni Nostoc ini akan berubah menjadi gumpalan Jelly yang bisa jadi disalahartikan sebagai substansi yang baru jatuh dari langit.
Namun, teori ini tidak terlalu menarik perhatian karena gumpalan Jelly yang dihasilkan dari koloni Nostoc ternyata tidak mirip dengan gumpalan Star Jelly yang ditemukan.

Star Jelly - penutup
Seperti yang saya katakan di awal, misteri yang satu ini belum berhasil dipecahkan oleh sains modern. Tentu saja sekali lagi, sangat sulit membayangkan Jelly seperti itu bisa dibawa oleh meteor dari luar angkasa. Namun jika tidak berhubungan dengan meteor, lalu mengapa sejak berabad-abad orang selalu menghubungkannya dengan meteor ?

Hans Sluiman, seorang ahli Algae yang juga meneliti sampel substansi ini sangat yakin bahwa Star Jelly bukan hewan ataupun tumbuhan. Kalau begitu apa ? entahlah !

Untuk kasus Star Jelly, Alam semesta dengan keunikannya mendapat nilai satu poin, dan sains dengan segala teorinya mendapatkan nilai nol.


Via
BACA FULL»

Rambut Malaikat yang Misterius

Up 0 komentar
Di dalam sejarah keanehan dunia, fenomena ini mungkin termasuk yang paling aneh. Sejak ratusan tahun yang lalu, banyak saksi melaporkan melihat materi putih seperti jaring laba-laba jatuh ke bumi. Ketika disentuh, materi tersebut umumnya akan segera menghilang begitu saja di udara. Fenomena yang saya maksud adalah Angel's Hair atau rambut malaikat.

Kalian sudah membaca mengenai Star Jelly di tulisan saya. Sekarang ada baiknya saya bercerita soal Angel's Hair.

Angel's Hair atau rambut malaikat (saya lebih suka sebutan ini dibanding bulu malaikat) adalah materi berbentuk seperti jaring laba-laba yang ditemukan tidak lama setelah terjadi penampakan ufo. Sama seperti Star Jelly yang dipercaya dibawa oleh meteor, misteri angel's hair belum terpecahkan hingga saat ini.
(foto ini kemungkinan adalah foto hoax. Saya menggunakannya hanya untuk ilustrasi)


Fenomena ini sebenarnya bukan hal yang baru. Dalam buku yang berjudul "The Natural History of Selbourne" yang terbit pada abad ke-18, Gilbert White menceritakan bahwa pada tanggal 21 September 1741 ia sedang berjalan menuju ladangnya di sore hari dan menemukan rerumputan menjadi lengket dan sepertinya diselimuti oleh sarang laba-laba. Lalu pada pukul 9 malamnya, sebuah peristiwa aneh terjadi di wilayah itu. White menulis :
"Hujan sarang laba-laba terjadi disitu dan terus berlanjut hingga hari berakhir. Kebanyakan materi yang jatuh bukan berupa benang laba-laba yang sekedar mengapung, melainkan seperti serpihan-serpihan yang panjangnya berkisar antara 5 hingga 6 inci. Materi-materi itu berjatuhan dengan kecepatan yang cukup tinggi, menandakan bahwa ia lebih berat dibanding atmosfer bumi."
Setelah kisah itu diceritakan oleh White, fenomena serupa mulai dilaporkan dari seluruh dunia.

Misalnya, pada Oktober 1820, materi seperti sutra jatuh di kota Pernambuco, Brazil, dan menutupi wilayah seluas hingga 90 mil.

Pada tahun 1881, sarang laba-laba yang berwarna sangat putih jatuh di Green Bay, Wisconsin. Bahkan ada sarang laba-laba dengan panjang hingga 60 kaki yang ditemukan.
Penemuan Angel's Hair sepertinya terjadi di hampir seluruh dunia, mulai dari Amerika Serikat, Eropa, Australia dan Selandia Baru. Walaupun laporan-laporan masyarakat mengenai fenomena ini telah dicatat sejak berabad-abad, namun baru pada tahun 1952-lah orang-orang menghubungkannya dengan fenomena ufo.

Saat itu, tanggal 17 Oktober 1952, para penduduk di kota Oloron, Perancis melihat sebuah objek berbentuk silinder sedang terbang di langit dengan sudut 45 derajat menuju arah barat daya. Objek itu diiringi oleh 30 objek bulat yang lebih kecil.

Lalu para saksi melihat 30 objek kecil tersebut mengeluarkan materi berbentuk sarang laba-laba berwarna putih. Materi ini tersebar dimana-mana, ada yang menutupi pohon, atap rumah hingga pekarangan rumah penduduk. Ketika para penduduk yang ingin tahu menyentuhnya, materi ini berubah menjadi substansi berbentuk gelatin dan menghilang begitu saja. Sepuluh hari setelah peristiwa itu, penduduk kota Galliac, juga di Perancis, mengalami fenomena yang sama.
Penampakan ufo yang diiringi oleh hujan sarang laba-laba juga dilaporkan di Australia pada tanggal 19 Agustus 1998. Saat itu, para penduduk kota Quirindi, New South Wales, melihat 20 objek berbentuk perak melintasi langit. Beberapa saat kemudian materi seperti sarang laba-laba mulai berjatuhan ke bumi. Peristiwa aneh ini mendapat liputan luas media international.

Dalam banyak kasus, para ilmuwan mengalami kesulitan untuk meneliti angel's hair. Soalnya, materi ini segera menghilang ketika disentuh. Namun, pada tahun 1954, sejumput angel's hair berhasil diambil dan dibawa ke laboratorium.

Tanggal 27 Oktober 1954, dua pria Italia bernama Gennaro Lucetti dan Pietro Lastucci sedang berdiri di balkon sebuah hotel di alun-alun St Mark di Venice. Tiba-tiba keduanya melihat dua objek terang berbentuk kumparan terbang melintasi langit. Objek-objek itu bergerak dengan kecepatan tinggi dan meninggalkan jejak panjang berwarna putih terang. Tidak berapa lama kemudian, kedua objek tersebut membelok dan terbang menuju Florence.

Di Florence, saat itu sedang diadakan pertandingan sepak bola di salah satu stadiun. Tanpa disangka, kedua objek misterius tersebut terbang melintasi arena pertandingan. Semua pemain, wasit dan sekitar 10.000 penonton terdiam menyaksikan objek-objek tersebut lewat di kepala mereka. Kemudian, setelah dua objek tersebut lenyap, materi-materi berbentuk seperti sarang laba-laba mulai berjatuhan ke dalam arena.

Para penonton yang ingin tahu kemudian segera memungutinya. Namun ketika tangan mereka menyentuhnya, materi tersebut terurai dan lenyap di udara. Hanya seorang pelajar yang bernama Alfrede Jacopozzi yang berhasil mengambil sedikit sampel dan menyimpannya dalam sebuah tabung. Sampel ini kemudian diserahkannya ke Prof. Giovanni Canneri, direktur Institute analisis kimia dari universitas Florence.

Lalu pengujian materi mulai dilaksanakan oleh Prof. Danilo Cozzi, rekan Prof Canneri. Dari hasil pengujian, ditemukan bahwa materi tersebut adalah materi yang berserat. Ketika dipanaskan, warnanya akan berubah menjadi hitam dan menguap di udara dengan meninggalkan residu transparan yang segera mencair. Sedangkan mengenai kandungannya, Prof Cozzi menemukan unsur Boron, Silikon dan Magnesium. Jika diterjemahkan dalam bahasa kimia, maka materi itu kemungkinan adalah sejenis Kaca Boron Silikon, sesuatu yang tidak dikenal oleh sains.

Selain penelitian yang dilakukan oleh tim Italia, seorang peneliti era Sovyet, LV Kirichenko, seorang ahli radiometri, juga pernah melakukan penelitian dengan sampel yang didapat dari Selandia baru tahun 1967. Kesimpulan yang didapat menunjukkan bahwa materi tersebut adalah materi berserat yang berkualitas tinggi. Beberapa seratnya berdiameter kurang dari 0,1 mikron. Sebagian besar serat itu mengumpul dalam bundel-bundel yang berbeda hingga membentuk benang dengan diameter 20 mikron. Benang yang terbentuk berwarna putih dan transparan. Kirichenko tidak bisa menyimpulkan identitasnya karena ia tidak bisa menemukan materi padanannya. Namun ia percaya bahwa materi tersebut tidak dibentuk oleh alam.

Walaupun umumnya angel's hair lenyap ketika disentuh, namun ternyata tidak semua laporan menyebutkan hal itu. Hal ini dikarenakan angel's hair terdiri dari sekumpulan serat polymer yang cukup kompleks. Jadi proses terurainya materi ini sangat berkaitan dengan kondisi atmosferik dan panas yang ada saat itu. Bila didinginkan, angel's hair ternyata tidak mengurai.

Nah, karakter dan kandungannya telah diidentifikasi. Lalu, pertanyaannya, materi apakah angel's hair ini dan darimanakah datangnya ? Disinilah mulai berkembang teori yang beraneka ragam. Ada dua bagian besar teori yang diajukan, pertama dari para ufolog dan yang kedua adalah dari ilmuwan (dan jelas bukan ufolog).

Ufolog Amerika bernama Charles Magney percaya bahwa materi tersebut adalah ekses energi ufo yang termaterialisasi. Menurutnya lagi, materi seperti sarang laba-laba itu kembali ke dimensinya atau ke kontinuum ruang dan waktu lainnya sementara ia terurai di udara. Ufolog Inggris lainnya percaya bahwa angel's hair adalah variasi dari ektoplasma yang muncul selama sesi spiritualistik (percayalah, saya juga tidak mengerti maksudnya).

Ufolog lainnya lagi percaya bahwa angel's hair disebabkan oleh energi yang dilepaskan ufo yang menyebabkan atom-atom di udara bereaksi satu sama lain sehingga menghasilkan materi seperti sarang laba-laba yang jatuh ke bumi dan menghilang ketika proses ionisasi terjadi.

Bagi para ilmuwan (dan sudah pasti bukan ufolog), materi itu dipercaya sebagai sarang laba-laba yang terbawa oleh udara. Teori ini cukup masuk akal. Dalam beberapa kesempatan, penemuan angel's hair yang diteliti memang menunjukkan bahwa materi tersebut adalah sejumput sarang laba-laba, bahkan pernah ditemukan laba-laba di dalamnya. Lagipula kita juga pernah mendengar mengenai hujan ikan dan kodok kan ? Lalu bukankah hujan sarang laba-laba menjadi sesuatu yang wajar ?

Tapi....teori sarang laba-laba tidak menjelaskan mengapa materi ini segera terurai ketika disentuh.

Teori lainnya yang populer adalah partikel debu yang terpolarisasi. Menurut sebagian ilmuwan, listrik yang ada di atmosfer bumi mungkin telah menyebabkan partikel-partikel debu yang mengapung di udara terpolarisasi hingga membentuk filamen yang panjang. Teori ini juga masuk akal, namun tidak pernah bisa dibuktikan.

Jadi dalam kasus Angel's Hair, alam dan segala keunikannya mendapat nilai satu poin. Sedangkan sains dan ufolog dengan segala teorinya mendapat nilai nol.

Apabila digabungkan dengan Star Jelly, maka alam sudah mendapat nilai dua poin. setuju kan ?


Via
BACA FULL»