Kisah Keluarga di Chicago Terselamatkan Dari Peristiwa Badai Tornado, Premonition..?
Premonition atau sebuah pertanda akan suatu kejadian merupakan salah satu fenomena yang sering terjadi dalam hidup setiap orang. Anda seperti dituntun atau digerakkan oleh sesuatu yang secara tak sadar dan tak langsung menghindarkan anda dari suatu peristiwa malang yang bisa saja menimpa anda. Berikut ini merupakan salah satu kisah premonition yang terjadi pada keluarga di Chicago...
Jumat 21 April , 1967 adalah hari buruk yang melanda daerah Chicago. Pada pukul 05:30 waktu setempat Badai Tornado F-4 menghantam pinggiran selatan Chicago dan terus bergerak sampai 16 mil melalui sisi selatan Chicago sebelum melewati danau Michigan. Tornado ini diperkirakan bergerak dengan kecepatan leih dari 65 mph yang luar biasa cepat dari balapan kendaraan manapun. Tiga puluh tiga orang tewas. Lebih dari seribu orang luka-luka. Enam belas korban berasal dari pinggiran kota Chicago. Bangunan - bangunan rata dengan tanah. Sebagian dari korban tewas adalah pengendara yang berada didalam mobil.
Berikut adalah beberapa foto sejarah yang tercatat pada NOAA (National Oceanic Dan Atmosfer Administration) setelah badai Tornado menyerang Chicago.
Jumat 21 April , 1967 adalah hari buruk yang melanda daerah Chicago. Pada pukul 05:30 waktu setempat Badai Tornado F-4 menghantam pinggiran selatan Chicago dan terus bergerak sampai 16 mil melalui sisi selatan Chicago sebelum melewati danau Michigan. Tornado ini diperkirakan bergerak dengan kecepatan leih dari 65 mph yang luar biasa cepat dari balapan kendaraan manapun. Tiga puluh tiga orang tewas. Lebih dari seribu orang luka-luka. Enam belas korban berasal dari pinggiran kota Chicago. Bangunan - bangunan rata dengan tanah. Sebagian dari korban tewas adalah pengendara yang berada didalam mobil.
Berikut adalah beberapa foto sejarah yang tercatat pada NOAA (National Oceanic Dan Atmosfer Administration) setelah badai Tornado menyerang Chicago.
Ini adalah kisah dari keluarga tersebut :
"Pada tahun 1967 saya berumur enam tahun. Ketika ayah pulang dari kerja pada hari Jumat, kami sekeluarga akan pergi untuk makan malam di sebuah restoran. Itu adalah satu-satunya hari dalam seminggu dimana kita sekeluarga makan diluar dan satu-satunya hari berkumpul bersama keluarga ".
"Restoran favorit ayah dan ibu adalah restoran Sherwood Forest yang terletak di Oak Lawn. Setelah makan malam, kami pergi ke bank sehingga ayah saya bisa mencairkan cek nya."
"Jumat berikutnya 21 April, seperti biasa kami masuk ke dalam mobil dan pergi untuk makan malam. Karena perjalanan memakan waktu beberapa jam kami berangkat sore hari. Seperti biasa juga kami menuju ke restoran favotit kami, di Sherwood Forest. Aku ingat saat itu langit sangat gelap. Namun awan gelap berada di atas kami dan hampir gelap gulita. Namun anehnya, saya ingat saat itu tak ada hujan."
"Pada tahun 1967 saya berumur enam tahun. Ketika ayah pulang dari kerja pada hari Jumat, kami sekeluarga akan pergi untuk makan malam di sebuah restoran. Itu adalah satu-satunya hari dalam seminggu dimana kita sekeluarga makan diluar dan satu-satunya hari berkumpul bersama keluarga ".
"Restoran favorit ayah dan ibu adalah restoran Sherwood Forest yang terletak di Oak Lawn. Setelah makan malam, kami pergi ke bank sehingga ayah saya bisa mencairkan cek nya."
"Jumat berikutnya 21 April, seperti biasa kami masuk ke dalam mobil dan pergi untuk makan malam. Karena perjalanan memakan waktu beberapa jam kami berangkat sore hari. Seperti biasa juga kami menuju ke restoran favotit kami, di Sherwood Forest. Aku ingat saat itu langit sangat gelap. Namun awan gelap berada di atas kami dan hampir gelap gulita. Namun anehnya, saya ingat saat itu tak ada hujan."
"Sudah hampir sampai, tetapi bukannya membelok ke kiri dan memasuki tempat parkir restoran itu, tiba-tiba ayah saya berkata, "Mari kita pergi bank dulu" Itu adalah keputusan spontan.. Padahal ia tidak pernah pergi ke bank sebelum makan malam. Dia berbelok ke kanan ke jalan 95. "
"Beberapa menit kemudian , ibu saya mendengar sesuatu dan menoleh ke belakang. Dia terkejut dan berteriak pada ayah saya, "Ada tornado di belakang kita" Ayahku menoleh di kaca spion dan melihat kendaraan sampah terbang di atasnya!.Benda gelap dan besar itu segera mendekati mobil kami! Lalu ayah membanting stir dan menginjak pedal gas. Pusaran besar itu terlihat berputar-putar mendekati ke kiri. Ibuku melompat di jok belakang dan mendorong saya ke bawah dan menutupi aku dengan tubuhnya. Aku ingin melihat apa yang terjadi tapi dia berteriak padaku untuk tetap merunduk. Angin terdengar kencang seperti suara kereta api. "
"Ayah tidak tahu apakah dia mengemudi jauh dari tornado atau benar-benar telah masuk ke dalamnya. Dia melihat sebuah bangunan dengan garasi di bawah tanah. Dia mengatakan kepada ibu saya untuk membuka jendela untuk menyamakan tekanan. "
"Mobil itu mulai gemetar. Ayah saya bilang rasanya seperti mobil itu akan diangkat dari tanah. Dia melihat ke luar jendela belakang mobil dan di kejauhan melihat pohon-pohon yang tumbuh dari tanah terbang ke langit. "
"Beberapa saat kemudian semuanya selesai. Tornado telah menjauh dari kami...." .
"Beberapa menit kemudian , ibu saya mendengar sesuatu dan menoleh ke belakang. Dia terkejut dan berteriak pada ayah saya, "Ada tornado di belakang kita" Ayahku menoleh di kaca spion dan melihat kendaraan sampah terbang di atasnya!.Benda gelap dan besar itu segera mendekati mobil kami! Lalu ayah membanting stir dan menginjak pedal gas. Pusaran besar itu terlihat berputar-putar mendekati ke kiri. Ibuku melompat di jok belakang dan mendorong saya ke bawah dan menutupi aku dengan tubuhnya. Aku ingin melihat apa yang terjadi tapi dia berteriak padaku untuk tetap merunduk. Angin terdengar kencang seperti suara kereta api. "
"Ayah tidak tahu apakah dia mengemudi jauh dari tornado atau benar-benar telah masuk ke dalamnya. Dia melihat sebuah bangunan dengan garasi di bawah tanah. Dia mengatakan kepada ibu saya untuk membuka jendela untuk menyamakan tekanan. "
"Mobil itu mulai gemetar. Ayah saya bilang rasanya seperti mobil itu akan diangkat dari tanah. Dia melihat ke luar jendela belakang mobil dan di kejauhan melihat pohon-pohon yang tumbuh dari tanah terbang ke langit. "
"Beberapa saat kemudian semuanya selesai. Tornado telah menjauh dari kami...." .
"Restaurant Sherwood Forest yang terkena tornado ini , hancur rata dengan tanah. Apakah takdir yang menuntun kita dan membuat kita berbelok ke kiri ? Jika tidak kami telah tewas!"
"Saya bertanya kepada ayah saya apa yang membuat dia memutuskan pada menit terakhir untuk pergi ke bank bukan restoran, untuk belok kanan bukan kekiri. Dia bilang dia tidak tahu ... itu hanya perasaan. Dia tidak bisa menjelaskannya. Dia mengatakan mungkin itu firasat."
"Kami mungkin tidak akan berada di sini hari ini jika ayah tidak menentukan untuk pergi ke bank dulu. Apakah ada hal seperti ini disebut sebagai nasib atau takdir? Apakah kita memiliki tanggal pasti yang telah ditetapkan ketika kita semua telah ditakdirkan untuk mati? Haruskah kita khawatir tentang kapan kita akan mati, dan tidak ada yang bisa kita lakukan untuk menghindarinya? "
Kehidupan ini penuh dengan pertanda. Jika kita didalam melakukan sesuatu pekerjaan atau perjalanan, tiba-tiba kita merasa ragu untuk meneruskan perjalanan , tidak ada salahnya kita mendengarkan suara batin yang ada dihati kita.
Jalan mana yang akan kita ambil, jalan kiri atau jalan kanan...?
Dengarkan kata hati anda...
bersodagembira via
'Noah's Ark Ministries International' Mengklaim Telah Menemukan Sisa-sisa Bahtera Nabi Nuh Di Turki
Kelompok peneliti dari China dan Turki yang tergabung dalam 'Noah's Ark Ministries International' pada 26 April 2010 kemarin mengumumkan bahwa mereka telah menemukan perahu Nabi Nuh di Turki. Mereka mengklaim sisa-sisa perahu Nabi Nuh berada di ketinggian 4.000 meter di Gunung Agri atau Gunung Ararat, di Turki Timur.
"Kami belum yakin 100 persen bahwa ini benar perahu Nuh, tapi keyakinan kami sudah 99 persen," kata salah satu anggota tim yang bertugas membuat film dokumenter, Yeung Wing, seperti dimuat dari halaman berita Turki, National Turk, 27 April 2010.
Menurut para peneliti, specimen yang mereka ambil memiliki usia karbon 4.800 tahun, dan cocok dengan apa yang telah digambarkan dalam sejarah.
"Kami belum yakin 100 persen bahwa ini benar perahu Nuh, tapi keyakinan kami sudah 99 persen," kata salah satu anggota tim yang bertugas membuat film dokumenter, Yeung Wing, seperti dimuat dari halaman berita Turki, National Turk, 27 April 2010.
Menurut para peneliti, specimen yang mereka ambil memiliki usia karbon 4.800 tahun, dan cocok dengan apa yang telah digambarkan dalam sejarah.
Menurut sejarah sekitar 4.800 tahun lalu, banjir besar menerjang Bumi. dan menenggelamkan hampir seoaruh daratan dimuka bumi. Sebelum bencana mahadahsyat itu terjadi, Nabi Nuh nabi tiga agama, Islam, Kristen, dan Yahudi, telah diberi wahyu untuk membuat sebuah kapal besar demi menyelamatkan umat manusia dan mahluk Bumi lainnya.
Untuk membuktikan kebenaran cerita tersebut, kelompok peneliti dari China dan Turki yang tergabung dalam 'Noah's Ark Ministries International' selama bertahun-tahun mencari sisa-sisa perahu legendaris tersebut.Jika klaim mereka benar, para peneliti Evangelis itu telah menemukan perahu paling terkenal dalam sejarah.
Penelitian ini sebenarnya telah dilakukan sejak tahun 1949, dan pernah diklaim oleh Prof. Ron Wyatt bahwa Ia bersama kelompok arkeolognya telah menemukan lokasinya dan melakukan penggalian pada tahun 1977.
Penelitian ini sebenarnya telah dilakukan sejak tahun 1949, dan pernah diklaim oleh Prof. Ron Wyatt bahwa Ia bersama kelompok arkeolognya telah menemukan lokasinya dan melakukan penggalian pada tahun 1977.
RonWyatt , 1933-1999, di museum Gatlinburg Tennessee c. 1995 1995
Berikut ini awal penemuan oleh penelitian tim antropolog yang dipimpin oleh Prof. Ron Wyatt.
1. Awal Penemuan
Pemotretan awal oleh Angkatan Udara AS di tahun 1949 tentang adanya benda aneh di atas Gunung Ararat-Turki, dengan ketinggian 14.000 feet (sekitar 4.600 meter)
Kemudian, awal tahun 1960, berita dalam Life Magazine: Pesawat Tentara Nasional Turki menangkap sebuah benda mirip perahu di puncak gunung Ararat yang panjangnya 500 kaki (150 meter) yang diduga perahu Nabi Nuh (The Noah’s Ark)
2. Foto-foto yang diambil pada tahun 1999-2000
Seri pemotretan oleh Penerbangan AS IKONOS tahun 1999-2000 tentang dugaan adanya perahu di Gunung Ararat yang tertutup salju.
3. Peta Lokasi Perahu Nabi Nuh
4. Perahu Nabi Nuh di atas Gunung Ararat.
5. Situs Perahu Nabi Nuh sebelum dibersihkan
6. Pengukuran di Atas Perahu
7. Struktur Perahu menurut para arkeolog yang menemukannya
8.Gambaran suasana terjadinya banjir yang terjadi pada tahun 1300 BC (Sebelum Masehi). Lihat perbandingan ukuran perahu dengan Pesawar Modern Jumbo 747.
Penelitian ini yang kemudian dilanjutkan oleh kelompok peneliti dari China dan Turki untuk membuktikan bahwa situs tersebut memang merupakan sebuah kapal yang telah menjadi legenda dan benar-benar berada di atas Gunung Ararat seperti yang telah diklaim oleh Ron Wyatt sebelumnya.
Grup yang beranggotakan 15 orang dari Hong Kong dan Turki hadir dalam konferensi pers yang diadakan Senin 26 April 2010 lalu.
Kepada media yang hadir saat itu, mereka juga memamerkan specimen fosil kapal yang diduga perahu Nuh, berupa tambang, paku, dan pecahan kayu.
Seperti yang dijelaskan para peneliti, tambang dan paku diduga digunakan untuk menyatukan kayu-kayu hingga menjadi kapal. Tambang juga digunakan untuk mengikat hewan-hewan yang diselamatkan dari terjangan bah -- begitu juga dengan potongan kayu yang dibuat bersekat untuk menjaga keamanan hewan-hewan.
Penemuan besar ini jadi amunisi untuk mendorong pemerintah Turki mendaftarkan situs ini ke UNESCO agar lembaga PBB itu ikut menjaga kelestarian perahu Nuh.
Cuaca sangat dingin di ketinggian 4.000 meter itu oleh para peneliti diyakini menjaga kondisi perahu Nuh selama ribuan tahun.
Jika benar apa yang mereka temukan adalah sebuah bahtera yang pernah menjadi legenda dalam sejarah manusia, bukankah hal ini telah membuktikan kepada kita manusia bahwa pada jaman dahulu pernah terjadi bencana air bah mahadasyhat yang menenggelamkan seisi bumi...?
Kepada media yang hadir saat itu, mereka juga memamerkan specimen fosil kapal yang diduga perahu Nuh, berupa tambang, paku, dan pecahan kayu.
Seperti yang dijelaskan para peneliti, tambang dan paku diduga digunakan untuk menyatukan kayu-kayu hingga menjadi kapal. Tambang juga digunakan untuk mengikat hewan-hewan yang diselamatkan dari terjangan bah -- begitu juga dengan potongan kayu yang dibuat bersekat untuk menjaga keamanan hewan-hewan.
Penemuan besar ini jadi amunisi untuk mendorong pemerintah Turki mendaftarkan situs ini ke UNESCO agar lembaga PBB itu ikut menjaga kelestarian perahu Nuh.
Cuaca sangat dingin di ketinggian 4.000 meter itu oleh para peneliti diyakini menjaga kondisi perahu Nuh selama ribuan tahun.
Jika benar apa yang mereka temukan adalah sebuah bahtera yang pernah menjadi legenda dalam sejarah manusia, bukankah hal ini telah membuktikan kepada kita manusia bahwa pada jaman dahulu pernah terjadi bencana air bah mahadasyhat yang menenggelamkan seisi bumi...?
bersodagembira via
- (fox/sun,Viva-News)
Eksotisnya Tebing Kematian
Apakah Anda punya cukup nyali untuk berdiri di atas tebing curam tanpa pagar pengaman? Jika ya, mungkin berkunjung ke sebuah tebing setinggi 604 meter di Norwegia akan memberikan sebuah pengalaman yang mendebarkan hati sekaligus tak terlupakan. Berikut adalah ulasan yang JadiBerita kutip dari situs funsterz.com mengenai tebing mematikan ini.
Adalah sebuah fenomena alam dekat kota Stravangar di Forsand, Norwegia yang disebut dengan Preikestolen oleh masyarakat sekitar. Nama Preikestolen ini berarti juga jurang pengkotbah dalam bahasa Indonesia. Preikestolen ini merupakan keajaiban alam yg unik. Mengapa? Karena tebing ini memiliki ketinggian 2000 kaki di atas Danau Lysefjordan Fjord dengan lahan seluas 25 meter x 25 meter. Dengan keunikan tersebut, pemerintah setempat pun menjadikannya sebagai atraksi wisata yang dapat ditawarkan oleh Norwegia. Namun, untuk dapat mengunjungi tebing ini, Anda harus mempunyai fisik serta mental yang kuat.
Jika Anda ingin mencapai puncak, Anda harus mengendarai mobil terlebih dahulu hingga area parkir turis yg berada di ketinggian 900 kaki. Ketika Anda melewati pintu masuk, Anda akan melihat tulisan ‘Velkommen til Preikestolen’ terpampang pada batu granit. Tulisan tersebut bila JadiBerita terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia akan berarti selamat datang di Preikestolen. Setelah melewati pintu masuk, Anda juga harus mendaki sendiri untuk mencapai puncak.
Perjalanan menuju puncak memakan waktu kurang lebih 2 jam. Anda juga harus mendaki melewati area pepohonan yang masih alami. Walaupun jalannya masih berbatu batu, namun pemandangan yang ditawarkan pun sangat indah. Selain itu, Anda juga harus melewati terowongan pendek berumput yg berembun dan basah. Untungnya, sebuah jembatan kayu telah disediakan bagi para pendaki untuk menyeberangi aliran air yang berkilauan. Tak hanya sampai di sini, Anda juga harus memanjat tebing untuk mencapai ke puncak. Tak heran kan mengapa kekuatan fisik diperlukan untuk mencapai puncaknya.
Perjalanan menuju puncak memakan waktu kurang lebih 2 jam. Anda juga harus mendaki melewati area pepohonan yang masih alami. Walaupun jalannya masih berbatu batu, namun pemandangan yang ditawarkan pun sangat indah. Selain itu, Anda juga harus melewati terowongan pendek berumput yg berembun dan basah. Untungnya, sebuah jembatan kayu telah disediakan bagi para pendaki untuk menyeberangi aliran air yang berkilauan. Tak hanya sampai di sini, Anda juga harus memanjat tebing untuk mencapai ke puncak. Tak heran kan mengapa kekuatan fisik diperlukan untuk mencapai puncaknya.
Jika sudah mencapai puncak, selamat! Anda tinggal menikmati keindahan Preikestolen. Anda dapat berdiri di atas ‘Mortised Boulder’ yang merupakan batu yg berada diantara 2 tebing curam. Dan batu tersebut tergantung di atas ketinggian 2000 kaki. Apakah Anda cukup nekat untuk berdiri dan foto diatas batu ini?
Bila semua ulasan yang telah tulis di atas masih kurang menantang, masih ada aktifitas lain yang lebih menantang. Anda dapat melakukan terjun payung dan terbang layang dari puncak Prekestolen. Beranikah Anda mencobanya?
Source
Eksotisnya Tebing Kematian
Misteri Penghuni Lubang Kampung Tenggelam
Dear readers, kali ini saya akan membagi kepada para readers penikmat misteri tentang fenomena yang terjadi di sebuah Danau di tanah Indonesia Timur. Meskipun cerita ini mungkin sudah banyak readers baca atau dengar, tapi bagi saya hal ini merupakan salah satu fenomena yang membingungkan dan masih belum dapat dijelaskan. Singkat saja, Danau Tolire merupakan salah satu tempat misterius yang akan saya bahas kali ini. Dari kepercayaan warga berdasarkan cerita turun temurun, dan telah dibuktikan oleh orang-orang pernah mengunjunginya, benda yang dilempar ke danau tidak akan pernah menyentuh permukaan air danau. Diduga karena tertahan oleh kekuatan gaib dari dasar danau. Kekuatan gaib itu diyakini datang dari buaya siluman yang ada di danau itu.
Danau Tolire
Danau Tolire
Misteri kali ini berasal dari sebuah kota kecil yang berada di bagian timur Indonesia. Yaitu Ibukota Provinsi Maluku Utara, Ternate. Sebagai salah satu kota di Indonesia yang sarat dengan legenda,
Ternate memang banyak keunikannya tersendiri. Salah satu keunikan yang tercipta di alam Ternate yakni Danau Tolire yang biasa disebut Tolire Gam Jaha yang berarti lubang kampung tenggelam. Berwisata di kota Ternate memang belum lengkap kalau tidak menyinggahi kawasan wisata alam tersebut.Panorama indah yang tersaji di kawasan membuat danau ini menjadi salah satu jualan wisata di kota Ternate yang banyak dikunjungi wisatawan. Hamparan pepohonan kelapa yang terdapat di sisi kiri danau.
Di depan, gunung Gamalama berdiri dengan kokohnya, sementara di sisi kanan hamparan tanaman jati emas dan pepohonan Jambulang (buah khas Ternate) di depannya. Disisi barat, atau di belakang saat menghadap danau, deretan pohon kelapa dan luasnya laut dan sunset (kala sore hari) jadi pemandangan indah tersendiri.
Tapi, kadang, wisatawan yang datang ke Tolire, bukan karena ingin menikmati pemandangan indah tersebut. Mereka umumnya datang untuk menikmati sejuta misteri yang tersimpan di danau tersebut.
Disebut Gam Jaha, karena konon menurut legenda, danau tersebut pada ratusan tahun lalu sebelum berdiri kerajaan Ternate, danau tersebut adalah sebuah perkampungan.
Asal Usul Buaya Putih Penghuni Danau
Dari cerita warga setempat yang masih dipercaya hingga saat ini, kampung yang masyarakatnya hidup sejahtera itu dikutuk dan ditenggelamkan menjadi danau penguasa alam semesta karena salah seorang ayah di kampung itu menghamili anak gadisnya sendiri. Saat ayah dan anak gadisnya yang dihamilinya itu akan melarikan diri ke luar kampung, tiba-tiba tanah tempat mereka berdiri anjlok dan berubah menjadi danau.
Tolire sendiri tepat berada di bawah kaki Gunung Gamalama. Di sisi kanan danau, tak jauh di bagian selatan terdapat sebuah danau kecil yang diberi nama Tolire kecil (ici). Jarak antar keduanya hanya sekitar 200 meter. Dari kedua danau ini, yang sering dikunjungi adalah Tolire Besar (lamo). Tolire yang besar mencerminkan figur ayah dan Tolire kecil mencerminkan putri nya.
Danau yang memiliki keunikan adalah Danau Tolire Besar. Danau ini menyerupai loyang raksasa. Dari pinggir atas hingga ke permukan air danau, dalamnya sekitar 50 meter, luasnya sekitar lima hektar.
Danau Tolire Besar ini berair tawar dan terdapat banyak ikan, namun masyarakat setempat tidak ada yang berani menangkap ikan atau mandi di danau itu, karena mereka meyakini bahwa danau yang airnya berwarna coklat kekuning-kuningan itu, dihuni oleh banyak buaya siluman. Buaya-buaya siluman ini sering terlihat berenang di tengah danau. Warnanya putih dan panjangnya sekitar 10 meter.
Tidak semua orang bisa melihat buaya siluman itu, hanya mereka yang beruntung yang bisa. Menurut masyarakat setempat, kalau berhati bersih baru berpeluang melihat buaya siluman di danau itu.
Ada cerita juga, dulu ada seorang wisatawan asing yang tidak percaya bahwa di danau itu ada buaya siluman. Wisatawan itu turun mandi ke danau tersebut dan setelah berenang beberapa menit, ia menghilang.
Diduga wisatawan itu dimangsa oleh buaya siluman. Misteri lainnya yang belum terkuak yakni soal kedalaman danau tersebut yang konon tidak berbatas. Memang sampai saat ini tidak ada tinjauan secara ilmiah tentang dalamnya danau Tolire. Dari cerita warga setempat, kedalaman danau tolire berkilo-kilo meter dan berhubungan langsung dengan laut. Pernah ada yang mencoba mengukur tapi tidak berhasil mencapai dasarnya.
Fenomena Melempar Batu ke Dasar Danau
Fenomena Melempar Batu ke Dasar Danau
Namanya legenda, tentunya menyimpan sejuta misteri. Keunikan dan misteri dari danau ini selain keindahan panoramanya adalah kalau melempar sesuatu ke danau. Dari kepercayaan warga berdasarkan cerita turun temurun, benda yang dilempar ke danau tidak akan pernah menyentuh permukaan air danau karena tertahan oleh kekuatan gaib dari dasar danau. Kekuatan gaib itu diyakini datang dari buaya siluman yang ada di danau itu.
Betapa kuatnya melempar menggunakan batu atau benda lainnya, tidak akan pernah mencapai air danau yang letaknya kurang lebih setinggi 50 meter dibawah tempat berdiri. Padahal saat melempar dari pinggir atas danau, air danau terlihat berada di bawah kaki si pelempar.
Bagi yang pertama berkunjung ke danau itu, pasti tidak akan percaya dan menganggap itu mustahil. Mereka lalu mencoba melempar setelah membeli batu yang banyak dijual di pinggir danau seharga Rp 2.000,- (dua ribu rupiah) untuk 5(lima) biji batu.
Setelah itu, bisa dipastikan mereka dibuat terkejut karena tak seorang pun yang lemparannya bisa menyentuh permukaan air danau.
Seperti ada daya gravitasi yang sangat kuat yang berasal dari dasar danau. Yang mengakibatkan apapun yang dilempar di danau, tidak akan membuat air di permukaan danau bergaming sedikitpun. Entah kenapa tiba-tiba saja benda yang dilempar ke danau tiba-tiba lenyap secara misterius.
Sejauh ini belum ada instansi atau pihak tertentu yang melakukan penyelidikan secara khusus atas kebenaran pengakuan masyarakat itu, namun beberapa waktu lalu ada seorang anggota Brimob menggunakan sonar untuk mendeteksi benda-benda yang ada di dasar danau. Dari sonar itu tertangkap adanya benda-benda logam di dasar danau. Kalau dikaitkan, benda-benda logam itu mungkin harta masyarakat Ternate dulu, yang dibuang ke danau saat Portugis menjajah Ternate.
Penduduk setempat yakin di Tolire Besar banyak menyimpan harta karun milik Kesultanan Ternate yang disembunyikan ketika Portugis menjajah Ternate pada abad ke-15. Masyarakat Ternate saat itu banyak membuang (ke danau) harta berharganya, agar tak dirampas.
Meski cerita ini sering dianggap hanya sebagai legenda yang sulit diterima di zaman modern sekarang ini, tetapi bagi warga Ternate terutama para orang tua, sangat mempercayainya. Cerita ini akan terus lestari di hati masyarakat Ternate sampai akhir zaman.
Sampai saat ini belum diketahui secara pasti dan jelas, apa yang menyebabkan benda-benda yang dilempar ke danau menghilang secara misterius.
Berdasarkan sejarah geologi, terbentuknya Danau Tolire adalah akibat dari letusan freatik yang pernah terjadi daerah ini.
bersodagembira via
Bola Raksasa Penyapu Ranjau Darat
Alat yang hebat dan dapat menyelamatkan nyawa orang dibuat dari perangkat yang sangat sederhana, bamboo, sedikit besi dan plastik. Dikenal dengan Mine Kafon, bola raksasa yang mirip dengan benih rumput raksasa dapat membawa perangkat GPS yang menunjukkan daerah yang akan dibersihkan dari ranjau darat.
Terbuat hanya dari bambu, besi dan plastik, masing-masing kaki adalah relatif murah untuk memproduksi dan dapat membersihkan hingga empat bom sebelum dihancurkan sendiri. Setiap perangkat, yang disebut Mine Kafon, akan memiliki perangkat GPS pelacakan terkait dengan sebuah website untuk menunjukkan daerah mana telah dibersihkan.
Sang penemu Massoud Hassani terinspirasi dari lingkungannya ketika kecil di Afghanistan yang dipenuhi oleh ranjau darat yang sering meledak dan melukai penduduk sipil. Hassani yang melarikan diri dari Afghanistan yang kala itu dilanda perang ketika ia berusia 14. Tumbuh di kota Kabul, taman bermain Massoud Hassani adalah di zona perang yang penuh dengan ranjau darat tua. Jadi ibunya menyewa penyelundup manusia untuk membawanya ke Eropa melalui Pakistan dan Rusia sebelum menetap di Belanda, di mana dia menciptakan kehidupan baru bagi dirinya sendiri dengan belajar di Akademi Desain Eindhoven.
Hassani kecil saat itu memiliki ide untuk penemuan besarnya setelah membuat model miniatur selama masa kecilnya. Dia dan saudaranya membuat mainan sendiri, kecil bertenaga angin silinder yang sering akan mendapatkan tertiup ke ladang ranjau, di mana mereka tidak bisa mendapatkan bola itu kembali.
Dia mengatakan: ‘Aku dan Mahmud saudaraku, kami bermain setiap hari di bidang dikelilingi dengan pegunungan tertinggi di lingkungan kami. Selalu ada angin kencang melambaikan menuju pegunungan. Sementara kami balap terhadap satu sama lain, miniatur kecil kami digulung cara untuk cepat dan terlalu jauh. Sebagian mereka mendarat di daerah di mana kami tidak diperbolehkan untuk berjalan di daerah itu. Daerah-daerah yang sangat berbahaya karena ranjau darat. Saya masih ingat teman-teman yang kita telah hilang dan melihat mereka mendapatkan cedera karean ranjau darat. ” Hassani berkata: “Saya piki, Saya akan membuat obyek bola ini 20 kali lebih besar dan lebih berat “. “Ada 30 juta ranjau darat di Afghanistan dan orang-orang 26 juta, sehingga lebih banyak ranjau dari orang yang hidup disana.”
Hassani telah bekerja sama dengan Unit Explosive Ordnance Disposal Belanda untuk mengujinya di gurun Maroko, tetapi dalam bentuk yang sekarang mereka mengatakan itu tidak cocok untuk keperluan militer. Hassani kini mencari solusi. “Saya berharap mereka bisa membantu saya membangun hal-hal ini,” katanya.
Membersihkan ranjau darat adalah operasi berbahaya dan sering berakhir fatal. Sementara militer telah semakin menggunakan robot untuk mencari dan menghancurkan misi, kadang-kadang hanya dapat dilakukan oleh tentara. Ranjau darat dan bom pinggir jalan membunuh atau melukai puluhan tentara setiap tahun di Afghanistan. Perkiraan konservatif menempatkan jumlah ranjau darat di negara ini di sekitar 10 juta, tetapi diperkirakan lebih banyak lagi.
bersodagembira via
BACA FULL»
Terbuat hanya dari bambu, besi dan plastik, masing-masing kaki adalah relatif murah untuk memproduksi dan dapat membersihkan hingga empat bom sebelum dihancurkan sendiri. Setiap perangkat, yang disebut Mine Kafon, akan memiliki perangkat GPS pelacakan terkait dengan sebuah website untuk menunjukkan daerah mana telah dibersihkan.
Sang penemu Massoud Hassani terinspirasi dari lingkungannya ketika kecil di Afghanistan yang dipenuhi oleh ranjau darat yang sering meledak dan melukai penduduk sipil. Hassani yang melarikan diri dari Afghanistan yang kala itu dilanda perang ketika ia berusia 14. Tumbuh di kota Kabul, taman bermain Massoud Hassani adalah di zona perang yang penuh dengan ranjau darat tua. Jadi ibunya menyewa penyelundup manusia untuk membawanya ke Eropa melalui Pakistan dan Rusia sebelum menetap di Belanda, di mana dia menciptakan kehidupan baru bagi dirinya sendiri dengan belajar di Akademi Desain Eindhoven.
Hassani kecil saat itu memiliki ide untuk penemuan besarnya setelah membuat model miniatur selama masa kecilnya. Dia dan saudaranya membuat mainan sendiri, kecil bertenaga angin silinder yang sering akan mendapatkan tertiup ke ladang ranjau, di mana mereka tidak bisa mendapatkan bola itu kembali.
Dia mengatakan: ‘Aku dan Mahmud saudaraku, kami bermain setiap hari di bidang dikelilingi dengan pegunungan tertinggi di lingkungan kami. Selalu ada angin kencang melambaikan menuju pegunungan. Sementara kami balap terhadap satu sama lain, miniatur kecil kami digulung cara untuk cepat dan terlalu jauh. Sebagian mereka mendarat di daerah di mana kami tidak diperbolehkan untuk berjalan di daerah itu. Daerah-daerah yang sangat berbahaya karena ranjau darat. Saya masih ingat teman-teman yang kita telah hilang dan melihat mereka mendapatkan cedera karean ranjau darat. ” Hassani berkata: “Saya piki, Saya akan membuat obyek bola ini 20 kali lebih besar dan lebih berat “. “Ada 30 juta ranjau darat di Afghanistan dan orang-orang 26 juta, sehingga lebih banyak ranjau dari orang yang hidup disana.”
Hassani telah bekerja sama dengan Unit Explosive Ordnance Disposal Belanda untuk mengujinya di gurun Maroko, tetapi dalam bentuk yang sekarang mereka mengatakan itu tidak cocok untuk keperluan militer. Hassani kini mencari solusi. “Saya berharap mereka bisa membantu saya membangun hal-hal ini,” katanya.
Membersihkan ranjau darat adalah operasi berbahaya dan sering berakhir fatal. Sementara militer telah semakin menggunakan robot untuk mencari dan menghancurkan misi, kadang-kadang hanya dapat dilakukan oleh tentara. Ranjau darat dan bom pinggir jalan membunuh atau melukai puluhan tentara setiap tahun di Afghanistan. Perkiraan konservatif menempatkan jumlah ranjau darat di negara ini di sekitar 10 juta, tetapi diperkirakan lebih banyak lagi.
bersodagembira via







































