Klub Di Korsel Yang Menggemparkan
Sebuah klub di Gangnam, wilayah selatan Seoul, Korea Selatan, menggemparkan publik lantaran perilaku seksual aneh para anggotanya. Mereka terlibat dalam kelompok seks, saling bertukar pasangan, sementara anggota lainnya menikmati minuman dan menonton adegan demi adegan persetubuhan.
Berdasarkan Kepolisian Gangnam, lokasi klub yang bernama Couple Theme Club itu terletak di Nonhyeon-dong, dan terbuka untuk anggota eksklusif yang mendaftar lewat situs internet mereka. Situs tersebut kini telah ditutup lantaran pengunjungnya yang membludak. Namun kabar mengenai klub tersebut terus beredar secara maya, dan sejumlah pewarta warga (netizen) mendesak dilakukannya penutupan terhadap klub tak bermoral itu. Demikian seperti dikutip dari Korean Times
Untuk memasuki klub, pengunjung harus melewati penjaga keamanan yang memeriksa keanggotaan serta barang bawaan. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah para anggota membawa kamera atau camcoder. Tertulis dalam laman internet klub itu, "Kami menantang segala tabu dalam seks".
Pemilik klub itu juga menegaskan kegiatannya adalah sah. "Berdasarkan kuasa hukum, ini adalah sah karena aktivitas dilakukan di ruangan yang diisolasi dan didasarkan atas para partisipan," ujar pemilik yang diposting di laman situsnya.
SUMBER
Untuk memasuki klub, pengunjung harus melewati penjaga keamanan yang memeriksa keanggotaan serta barang bawaan. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah para anggota membawa kamera atau camcoder. Tertulis dalam laman internet klub itu, "Kami menantang segala tabu dalam seks".
Pemilik klub itu juga menegaskan kegiatannya adalah sah. "Berdasarkan kuasa hukum, ini adalah sah karena aktivitas dilakukan di ruangan yang diisolasi dan didasarkan atas para partisipan," ujar pemilik yang diposting di laman situsnya.
SUMBER
Tradisi Berciuman di Bali
Meriahkan Bali Usai Nyepi, Dua muda-mudi ini sedang baku cium untuk memeriahkan festival omed-omedan saat Ngembak Geni atau sehari setelah Nyepi di Banjar Kaja, Sesetan, Denpasar.
Tradisi ini selalu dilakukan kaum muda-mudi setempat sehari usai Nyepi untuk melestarikan warisan leluhur.
Dalam tradisi ini, puluhan muda-mudi Banjar Kaja dibagi 2 kelompok yakni pria dan wanita. Kedua kelompok membuat barisan memanjang dan saling berhadapan. Kelompok pria dan wanita menyiapkan wakilnya 1 orang yang akan diarak ke depan untuk saling berciuman.
Dalam tradisi ini, puluhan muda-mudi Banjar Kaja dibagi 2 kelompok yakni pria dan wanita. Kedua kelompok membuat barisan memanjang dan saling berhadapan. Kelompok pria dan wanita menyiapkan wakilnya 1 orang yang akan diarak ke depan untuk saling berciuman.
Jika para "tetua" atau orang yang dituakan di Banjar tersebut memberi aba-aba mulai, barisan kedua kelompok maju ke depan dan wakil pria dan wanita dari kedua kelompok berciuman di hadapan ratusan warga dan wisatawan yang hadir menyaksikan tradisi unik ini. Untuk mendinginkan suasana, kedua muda-mudi yang berciuman ini diguyur dengan air oleh para tetua Banjar.
Sehari setelah perayaan hari nyepi, para pemuda pemudi berkumpul untuk mengikuti festival ciuman tradisional yang disebut 'Omed-Omedan' di Denpasar pada tanggal 24 Maret 2012.
Ritual Sekte Pemakan Mayat
Di salah satu tempat, seorang lelaki yang hanya mengenakan secarik cawat dan berambut riap-riapan nampak melakukan meditiasi walau sesekali tanganya mengorek-ngorek api unggun seolah mencari-cari sesuatu. Di sampingnya seonggok tengkorak kepala manusia yang berisi minuman beralkohol. Mulut tipisnya berkomat-kamit membaca mantra.
Kadang diselingi pula dengan teriakan-teriakan seperti menggeram. Matanya lurus memandang ke arah api unggun di depannya. Kokiers, sesungguhnya api unggun tersebut bukanlah api unggun biasa melainkan api sisa kremasi. Dan 'sesuatu yang nampak dicari-cari oleh lelaki kurus itu, sejatinya adalah seonggok daging mayat sisa yang belum habis terbakar. Dan ketika lelaki berambut gondrong itu menemukan sebongkah daging panggang, tanpa ragu, diemplok di mulutnya, dan seketika mulutnyapun berkejap menikmati daging panggang.
Seekor anjing nampak hilir mudik mengelilingi lelaki tersebut. Nampaknya iapun ingin minta jatah. Sudah menjadi rahasia umum, mengapa anjing-anjing yang hidup di sekitar sungai Gangga nampak ginuk-ginuk lemu. Ya, karena hampir tiaphari makan 'daging istimewa'.
Pemandangan seperti ini bukanlah ilustrasi dari sebuah film rekaan manusia, namun merupakan pemandangan nyata di beberapa wilayah tepian sungai Gangga India. Nampak mengerikan memang. Sahabat anehdidunia.com lelaki misterius yang aku saksikan di video ini bukan merupakan satu-satunya lelaki yang mengais-ngais rejeki dari sisa-sisa kremasi, namun hanya merupakan satu contoh kehidupan seorang Sadhu Aghori.
Sebuah sekte kecil penyembah Dewa Shiva yang masih eksis di daratan India. Kehidupan Aghori menjadi sangat menarik kaum awam karena kehidupan Sadhu Aghori sangat aneh sampai to the point sangat ekstrim yaitu kanibalisme. Dan inilah yang menarik banyak jurnalis dunia untuk datang ke India dan segaja mengorek kisah kehidupan unik mereka.
Dunia memang unik, berbagai budaya dari berbagai bangsa di belahan bumi manapun, masing-masing ikut menyumbang keunikan dan kekayaan budaya dunia. Dimulai dari jaman dahulu kala sampai di jaman yang serba modern, kebudayaan terus berkembang, seiring dengan majunya tekhnologi, budaya akan terus mengikuti perkembangan jaman maupun pola pikir manusia. Namun demikian sahabat anehdidunia.com tidak dapat dipungkiri dari sekian banyak budaya yang berkembang, masih ada sebagian orang yang mempertahankan mati-matian suatu budaya atau adat tertentu. Oleh karena itu perkembangan tekhnologi tidak mampu menggoyahkan budaya leluhur yang sudah mengurat akar di sebagian kelompok masyarakat dunia.
Dari sekian banyak budaya yang masih dipertahankan adalah budaya yang berkaitan dengan spiritualitas ( baca : agama). Ada beberapa kebiasaan di suatu kelompok tertentu baik yang berkaitan dengan spiritual maupun hanya sekedar temporary yang dianggap di luar normal bahkan mungkin saking tidak normalnya menimbulkan rasa jijik yang luar biasa. Dan ini terjadi di manapun, baik di Amerika, Asia , Afrika maupun Eropa.
Salah satu kebiasaan yang menjijikkan adalah suatu sekte yang dianggap suci oleh sekelompok kecil masyarakat di India. Sekte tersebut adalah Aghori Sadhus.
Aghori bagi sekelompok tertentu adalah orang yang dianggap mumpuni sekaligus sakti, banyak orang yang minta berkah maupun doa kepada para Sadhu, bahkan Aghori juga bisa bertindak sebagai dukun pengusir makhluk halus maupun mengundang makhluk halus. Ada ritual khusus yang menjadi ciri khas sekte ini.
Menjijikan sekaligus mendirikan bulu roma karena sekte ini melakukan praktek kanibalisme, alias makan daging manusia. Baik yang dimasak maupun dimakan begitu saja alias mentah-mentah, baik daging segar maupun 'tiren' alias mati kemaren. Meaning : sudah setengah atau full membusuk. Tiada rasa jijik. Mengkonsumsi daging manusia dianggap ritual puncak untuk menyempurnakan dan mensucikan diri. Jiwa yang suci adalah jiwa yang apa adanya natural dan hidup apa adanya.
Aghori walau di-claim sebagai sekte dalam agama Hindu, namun oleh kalangan Hindu India sendiri, mereka dianggap di luar agama mereka. Alasan : their bizzare practice of cannibalism maupun hobi ber-halusinasi dengan kanabis serta konsumsi alkohol dalam kehidupan sehari-harinya.
Konon, menurut salah seorang Aghori yang diwawancarai seorang jurnalis Australia, cannabis maupun alkohol adalah penyumbang utama atas 'keberaniannya' mengunyah daging manusia! Dengan halusinasi dan mabuk, seorang Aghori mampu menyarukan rasa mual dan eneg luar biasa ketika makan daging manusia terutama daging yang sudah membusuk. Itulah salah satu cara mematikan segala rasa untuk bisa menikmati daging manusia.
Para Aghori atau disebut juga cukup dengan Aghor, umumnya tinggal di tepi sungai Gangga tidak jauh dari tempat-tempat kremasi. Mereka meninggalkan kesenangan duniawi dan hidup apa adanya kembali ke natural, dan makan apapun yang tersedia di hadapannya.
Untuk menjadi seorang Aghor tentu saja tidak mudah, harus melalui ritual-ritual khusus yang diberikan oleh gurunya, sebagai tahap awal seperti : minum air atau makan abu mayat kremasi, kemudian melumuri seluruh badan mereka dengan abu mayat, serta calon Aghori harus mencari tengkorak kepala manusia yang banyak berserakan di sepanjang sungai Gangga untuk dijadikan mangkok suci dan sebagai tempat minum sehari-hari.
Mereka juga tidak boleh menikah namun boleh melakukan hubungan seksual dengan perempuan manapun dengan syarat tidak boleh ejakulasi saat melakukan bubungan seksual tersebut.
Dan konon para Aghori ini tidak kesulitan untuk mencari perempuan yang mau suka rela tidur dengannya karena banyak wanita yang rela menyerahkan diri kepada mereka. Para perempuan tersebut malah bangga jika berhasil melakukan hubungan badan dengan orang suci ini.
Para Aghori umumnya telanjang kecuali secarik cawat yang menutup alat vitalnya. Jika mereka berpakaianpun, umumnya pakaian diambil dari mayat yang akan di kremasi yang diberikan oleh anggota keluarga yang meninggal. Yang mengejutkan dunia luar adalah, para Aghori ini memakan mayat manusia, umumnya sisa-sisa daging mayat yang tidak hancur di kremasi.
Walau demikian, Aghori konon berhati lembut dan tidak mau membunuh makhluk hidup, dan alasan mengapa mereka makan daging manusia yang oleh banyak orang disebut barbar, mereka beralasan bahwa walau mereka makan daging manusia namun mereka tidak membunuh, jadi mereka bukanlah merupakan sosok yang kejam.
Memakan daging manusia yang sudah meninggal merupakan puncak penyatuan jiwa dengan alam. Kehidupan seorang Aghori dimulai malam hari. Mereka melakukan meditasi di samping bekas-bekas kremasi dan sesekali mengorek daging bekas kremasi dan tanpa ragu mulai makan.
Aghori sehari-harinya nya memang tinggal di area-area kremasi. Kadang merekapun melakukan meditasi di atas tubuh mayat. Mereka makan apa saja yang dianggap menjijikkan, katakan dari kotoran hewan, air kencing, sisa-sisa sampah dan lain-lain.
sumber
BACA FULL»
Kadang diselingi pula dengan teriakan-teriakan seperti menggeram. Matanya lurus memandang ke arah api unggun di depannya. Kokiers, sesungguhnya api unggun tersebut bukanlah api unggun biasa melainkan api sisa kremasi. Dan 'sesuatu yang nampak dicari-cari oleh lelaki kurus itu, sejatinya adalah seonggok daging mayat sisa yang belum habis terbakar. Dan ketika lelaki berambut gondrong itu menemukan sebongkah daging panggang, tanpa ragu, diemplok di mulutnya, dan seketika mulutnyapun berkejap menikmati daging panggang.
Seekor anjing nampak hilir mudik mengelilingi lelaki tersebut. Nampaknya iapun ingin minta jatah. Sudah menjadi rahasia umum, mengapa anjing-anjing yang hidup di sekitar sungai Gangga nampak ginuk-ginuk lemu. Ya, karena hampir tiaphari makan 'daging istimewa'.
Pemandangan seperti ini bukanlah ilustrasi dari sebuah film rekaan manusia, namun merupakan pemandangan nyata di beberapa wilayah tepian sungai Gangga India. Nampak mengerikan memang. Sahabat anehdidunia.com lelaki misterius yang aku saksikan di video ini bukan merupakan satu-satunya lelaki yang mengais-ngais rejeki dari sisa-sisa kremasi, namun hanya merupakan satu contoh kehidupan seorang Sadhu Aghori.
Sebuah sekte kecil penyembah Dewa Shiva yang masih eksis di daratan India. Kehidupan Aghori menjadi sangat menarik kaum awam karena kehidupan Sadhu Aghori sangat aneh sampai to the point sangat ekstrim yaitu kanibalisme. Dan inilah yang menarik banyak jurnalis dunia untuk datang ke India dan segaja mengorek kisah kehidupan unik mereka.
Dunia memang unik, berbagai budaya dari berbagai bangsa di belahan bumi manapun, masing-masing ikut menyumbang keunikan dan kekayaan budaya dunia. Dimulai dari jaman dahulu kala sampai di jaman yang serba modern, kebudayaan terus berkembang, seiring dengan majunya tekhnologi, budaya akan terus mengikuti perkembangan jaman maupun pola pikir manusia. Namun demikian sahabat anehdidunia.com tidak dapat dipungkiri dari sekian banyak budaya yang berkembang, masih ada sebagian orang yang mempertahankan mati-matian suatu budaya atau adat tertentu. Oleh karena itu perkembangan tekhnologi tidak mampu menggoyahkan budaya leluhur yang sudah mengurat akar di sebagian kelompok masyarakat dunia.
Dari sekian banyak budaya yang masih dipertahankan adalah budaya yang berkaitan dengan spiritualitas ( baca : agama). Ada beberapa kebiasaan di suatu kelompok tertentu baik yang berkaitan dengan spiritual maupun hanya sekedar temporary yang dianggap di luar normal bahkan mungkin saking tidak normalnya menimbulkan rasa jijik yang luar biasa. Dan ini terjadi di manapun, baik di Amerika, Asia , Afrika maupun Eropa.
Salah satu kebiasaan yang menjijikkan adalah suatu sekte yang dianggap suci oleh sekelompok kecil masyarakat di India. Sekte tersebut adalah Aghori Sadhus.
Aghori bagi sekelompok tertentu adalah orang yang dianggap mumpuni sekaligus sakti, banyak orang yang minta berkah maupun doa kepada para Sadhu, bahkan Aghori juga bisa bertindak sebagai dukun pengusir makhluk halus maupun mengundang makhluk halus. Ada ritual khusus yang menjadi ciri khas sekte ini.
Menjijikan sekaligus mendirikan bulu roma karena sekte ini melakukan praktek kanibalisme, alias makan daging manusia. Baik yang dimasak maupun dimakan begitu saja alias mentah-mentah, baik daging segar maupun 'tiren' alias mati kemaren. Meaning : sudah setengah atau full membusuk. Tiada rasa jijik. Mengkonsumsi daging manusia dianggap ritual puncak untuk menyempurnakan dan mensucikan diri. Jiwa yang suci adalah jiwa yang apa adanya natural dan hidup apa adanya.
Aghori walau di-claim sebagai sekte dalam agama Hindu, namun oleh kalangan Hindu India sendiri, mereka dianggap di luar agama mereka. Alasan : their bizzare practice of cannibalism maupun hobi ber-halusinasi dengan kanabis serta konsumsi alkohol dalam kehidupan sehari-harinya.
Konon, menurut salah seorang Aghori yang diwawancarai seorang jurnalis Australia, cannabis maupun alkohol adalah penyumbang utama atas 'keberaniannya' mengunyah daging manusia! Dengan halusinasi dan mabuk, seorang Aghori mampu menyarukan rasa mual dan eneg luar biasa ketika makan daging manusia terutama daging yang sudah membusuk. Itulah salah satu cara mematikan segala rasa untuk bisa menikmati daging manusia.
Para Aghori atau disebut juga cukup dengan Aghor, umumnya tinggal di tepi sungai Gangga tidak jauh dari tempat-tempat kremasi. Mereka meninggalkan kesenangan duniawi dan hidup apa adanya kembali ke natural, dan makan apapun yang tersedia di hadapannya.
Untuk menjadi seorang Aghor tentu saja tidak mudah, harus melalui ritual-ritual khusus yang diberikan oleh gurunya, sebagai tahap awal seperti : minum air atau makan abu mayat kremasi, kemudian melumuri seluruh badan mereka dengan abu mayat, serta calon Aghori harus mencari tengkorak kepala manusia yang banyak berserakan di sepanjang sungai Gangga untuk dijadikan mangkok suci dan sebagai tempat minum sehari-hari.
Mereka juga tidak boleh menikah namun boleh melakukan hubungan seksual dengan perempuan manapun dengan syarat tidak boleh ejakulasi saat melakukan bubungan seksual tersebut.
Dan konon para Aghori ini tidak kesulitan untuk mencari perempuan yang mau suka rela tidur dengannya karena banyak wanita yang rela menyerahkan diri kepada mereka. Para perempuan tersebut malah bangga jika berhasil melakukan hubungan badan dengan orang suci ini.
Para Aghori umumnya telanjang kecuali secarik cawat yang menutup alat vitalnya. Jika mereka berpakaianpun, umumnya pakaian diambil dari mayat yang akan di kremasi yang diberikan oleh anggota keluarga yang meninggal. Yang mengejutkan dunia luar adalah, para Aghori ini memakan mayat manusia, umumnya sisa-sisa daging mayat yang tidak hancur di kremasi.
Walau demikian, Aghori konon berhati lembut dan tidak mau membunuh makhluk hidup, dan alasan mengapa mereka makan daging manusia yang oleh banyak orang disebut barbar, mereka beralasan bahwa walau mereka makan daging manusia namun mereka tidak membunuh, jadi mereka bukanlah merupakan sosok yang kejam.
Memakan daging manusia yang sudah meninggal merupakan puncak penyatuan jiwa dengan alam. Kehidupan seorang Aghori dimulai malam hari. Mereka melakukan meditasi di samping bekas-bekas kremasi dan sesekali mengorek daging bekas kremasi dan tanpa ragu mulai makan.
Aghori sehari-harinya nya memang tinggal di area-area kremasi. Kadang merekapun melakukan meditasi di atas tubuh mayat. Mereka makan apa saja yang dianggap menjijikkan, katakan dari kotoran hewan, air kencing, sisa-sisa sampah dan lain-lain.
sumber
Cara Menjadi Selebtweet
Sekarang modal jempol dan 140 karakter, bisa ngehasilin uang, diendorse barang-barang keren, dapet undangan acara kece atau bahkan jalan-jalan gratis. Enak banget kan? Iyalah..buat para selebtweet alias orang-orang yang terkenal di twitter, follower ribuan bisa membuat mereka terkenal dan dapet akses sekelas selebritis beneran. Ngiri? Pengen jadi selebtweet? Nih ikutin saran MBDC cara-cara jadi selebtweet!
1. Selalu Update Berita Terbaru
Orang sekarang bukannya buka koran buat cari berita, tapi justru lebih cepat dapat info di twitter. Jadi nggak heran kalau kamu selalu update berita duluan, orang pasti banyak yang follow kamu. Tapi, kalau kamu pengen dulu-duluan banget update berita jangan kasih hoax juga sih.
Orang sekarang bukannya buka koran buat cari berita, tapi justru lebih cepat dapat info di twitter. Jadi nggak heran kalau kamu selalu update berita duluan, orang pasti banyak yang follow kamu. Tapi, kalau kamu pengen dulu-duluan banget update berita jangan kasih hoax juga sih.
2. Berani Bikin Kontroversi
Nggak di jalan, nggak di twitter orang Indonesia masih suka lihat orang berantem. Banyak juga selebtweet yang lahir gara-gara pernah twit-war alias perang twitter sama orang yang juga followersnya banyak. Nah, bisa nih kamu memulai karier dengan cara ini. Tapi harus siap yah kalau justru kalah dan dimusuhi orang setimeline.
3. Punya Tema dalam Tweet-Tweetnya
Selebtweet itu biasanya konsisten sama isi tweetnya. Mereka bakal ngetweet sesuai keahliannya. Misalnya dia hobi traveling, bisa kasih tips-tips tentang liburan atau dia ahli nujum bisa kasih tahu penglihatannya di twitter. Jadi, kamu bisa menunjukkan identitas dan branding kamu lewat twitter secara konsisten sebelum jadi selebtweet!
4. Sering Mention Seleb yang Sebenarnya
Cara yang satu ini juga manjur buat naikin kasta diri sendiri jadi selebtweet. Kamu bisa mention seleb (beneran) di twitter, bisa puji karyanya, atau RT tweetnya dengan tambahan komentar yang kritis. Kalau beruntung mereka akan RT dan (siapa tahu) followers mereka akan follow kamu.
5. Galau Selalu
Salah satu senjata selebtweet adalah kata-kata bijak. Followersnya biasanya jadi merasa termotivasi. Tapi ada juga yang sebel sama selebtweet macam gini. Jadi mending kamu tunjukin aja sikap-sikap galau yang sebenarnya kamu rasain. Makin galau biasanya makin banyak yang simpati atau merasa senasib. Paling sial sih kamu diketawain, dianggap menyedihkan. Tapi gak apa-apa deh, yang penting terkenal.
Nah demikianlah. Ada yang mau nambahin? Atau ada selebtweet beneran yang mau berbagi ilmu Cara Menjadi Selebtweet? Silakan tambahin di comments!
Sumber
Yang Bisa Kamu Pelajari dari Kecoak
Sungguh jangan remehkan serangga ini wahai pemuda, karena bisa dibilang bahwa kecoak adalah salah satu makhluk purba yang sudah ada beratus ratus tahun lamanya. Mungkin saingan dia cuma Komodo. Tapi si Komo juga terbatas populasinya, sementara Kecoak? Oh sungguh tidak terbantahkan keberadaannya. Mungkin cuma di palung laut terdalam aja doi gak ada. Eh tapi itu juga belum tentu, karena sebelum satu teori dibuktikan salah, maka teori itu masih boleh berdiri tegak. Ehm, anyway, mungkin gak ada salahnya kita belajar dari kecoak. Apa aja hal yang bisa dipelajari dari kecoak?
Tahan Banting
Secara harfiah. Asal kamu tahu, punggung kecoak, dipukul pake sapu sekeras-kerasnya pun kadang-kadang doi masih bisa lari-larian kesana sini. Kamu juga gitu dong, kalau dipukul jangan langsung nangis. Kena masalah dikit langsung depresi, langsung curhat sana sini, gak mau main lagi, bahkan sampai melukai diri sendiri. Cih! Nih ya, untuk membunuh seekor kecoak, diperlukan pukulan berkali-kali sampai mejret keluar ijo-ijo. Itu pun sering kali dia masih bisa gerak-gerak dan berusaha kabur. Bahkan sampai palanya buntung pun kecoak masih bisa bertahan hidup sampai lebih dari seminggu. Oh bahkan kecoak bisa tahan dengan bom nuklir sekalipun! Tsk tsk tsk. Hail Cockroach!
Secara harfiah. Asal kamu tahu, punggung kecoak, dipukul pake sapu sekeras-kerasnya pun kadang-kadang doi masih bisa lari-larian kesana sini. Kamu juga gitu dong, kalau dipukul jangan langsung nangis. Kena masalah dikit langsung depresi, langsung curhat sana sini, gak mau main lagi, bahkan sampai melukai diri sendiri. Cih! Nih ya, untuk membunuh seekor kecoak, diperlukan pukulan berkali-kali sampai mejret keluar ijo-ijo. Itu pun sering kali dia masih bisa gerak-gerak dan berusaha kabur. Bahkan sampai palanya buntung pun kecoak masih bisa bertahan hidup sampai lebih dari seminggu. Oh bahkan kecoak bisa tahan dengan bom nuklir sekalipun! Tsk tsk tsk. Hail Cockroach!
Nyaris Gak Punya Musuh
Posisi kecoak lumayan unik di rantai makanan. Ini berlaku untuk kecoak kota ya. Dia gak memangsa serangga ataupun hewan lain (kecuali mungkin yang sudah jadi bangkai, tapi itu pun tidak selalu. Karena itulah somehow dia juga gak memiliki predator utama. Gak ada yang doyan juga kayaknya. Pernah sih lihat cicak yang berusaha memakan kecoak. Tapi kita rasa sih itu cicak putus asa atau emang ada dendam pribadi. Oh atau bisa juga kasih tak sampai. Karena mereka mati bareng abis itu. Si cicak gak bisa nelan separoh badan si kecoak dan akhirnya mati keselek. Yaaa palingan juga musuhnya adalah manusia. Tapi secara manusia adalah musuh semua makhluk hidup di alam ini, jadi yah. Gitu deh. Nah cobalah tiru si kecoak ini, jangan memangsa yang lain, dan usahakan gak menarik perhatian untuk dimangsa yang lainnya. Supaya aman sentosa kehidupan.
Memiliki Manajemen Yang Baik
Serangga adalah jenis makhluk yang memiliki sistem manajemen kehidupan yang baik dengan koloninya. Seperti semut dan lebah, kecoak juga memiliki sistem yang mengatur pembagian kerja, jalur perburuan, bahkan sampai mempelajari ancaman dan bagaimana cara menanggulanginya. Beberapa penelitian malah menyebutkan bahwa sistem manajemen kecoak lebih baik daripada jenis serangga lainnya. Nah kalau kamu? Bangun siang, mepet ke tempat kerja/kampus, gak sempet sarapan, keliyengan dan gak bertenaga akhirnya kerjaan berantakan, sepikin dan pedekete ke banyak cewek tapi gak ada yang nyangkut, tiap akhir bulan harus ngutang, dsb dsb. Malu woy sama kecoak.
Reproduksi Yang Pesat
Satu kecoak betina bisa bertelur sampai 7-8 kali. Sedikit? 1 telur bisa menghasilkan 100-350 kecoak. Hiiiih. Bukan berarti manusia juga harus beranak banyak-banyak, tapi marilah kita anggap reproduksi ini sebagai karya. Jadi coba kalau manusia bisa menemukan banyak hal baru dalam kehidupan sebanyak telur kecoak dalam setiap periode hidupnya. Peradaban pasti bakalan semakin tinggi dan maju pesat.
Udeh 4 aja dulu, banyak-banyak ntar tambah minder lagi sama kecoak. Oh iya, buat info aja, kita manusia gak akan bisa memusnahkan populasi kecoak sampai bersih. Karena apabila itu dilakukan, akan terjadi pula kerusakan alam yang sangat berat. Kenapa? Ya bayangin aja berapa banyak pestisida yang dibutuhkan. Jangan-jangan manusia sendiri juga akan ikutan terbasmi. Ada lagi hal-hal lain yang menurut kamu bisa dipelajari dari kecoak? Tambahin dong di comments.
Sumber











