Manusia 1000 Tahun Mendatang

Up 0 komentar
Masih ingat teori evolusi Charles Darwin. Teori tersebut mengklaim perubahan tubuh manusia, dari mulai kera hingga ke kita sekarang. Namun, banyak ahli dan pakar menentang teori Darwin itu. Kini, ada lagi perkiraan baru, yakni prediksi bentuk tubuh manusia 1000 tahun mendatang.
Prediksi manusia 1000 tahun mendatang/TheSun
Berikut gambaran fisik tubuh manusia yang diprediksi oleh para ahli dalam 1000 tahun dari sekarang, seperti dkutip dari Thesun, Minggu (7/10)

1. Manusia akan menjadi lebih tinggi, sekitar 180-210 cm, karena faktor gizi yang lebih baik dan kemajuan ilmu kedokteran. Osteopath Garry Trainer, dari London, mengatakan bahwa tinggi rata-rata orang Amerika adalah sekitar 1inci lebih tinggi dari tahun 1960 lalu.

2. Usus menjadi lebih pendek sehingga tidak menyerap lebih banyak lemak dan gula. “Ini adalah cara alami untuk mencegah kegemukan,” ujar dokter gigi Dr Philip Stemmer.

3. Jika kesuburan pria menurun jauh, ukuran testis akan semakin kecil.

4. Lengan dan jari lebih panjang untuk mengurangi kebutuhan mencapai ujung terlalu jauh. Saraf di tangan dan jari-jari akan meningkat karena penggunaan perangkat yang lebih besar seperti iPhone yang membutuhkan koordinasi mata-tangan yang kompleks.

5. Ukuran otak menjadi lebih kecil karena tugas menghafal dan berpikir lebih banyak dilakukan oleh komputer.

6. Mata akan semakin besar untuk mengkompensasi mulut yang semakin kecil. “Komunikasi akan bergantung pada ekspresi wajah dan gerakan mata,” ujar Cary Cooper dari Lancaster University.

7. Dokter gigi Dr Stemmer juga berpikir manusia 1000 tahun mendatang akan memiliki gigi lebih sedikit karena makanan semakin lembut sehingga tidak banyak mengunyah dan menggigit. “Kita bahkan bisa mendapatkan nutrisi dari cairan atau pil di masa depan, yang bisa berarti gigi semakin kurang dan rahang surut,” ujarnya.

8. Memiliki dagu quadruple. “Tubuh kita dirancang untuk makan lebih sedikit dan menggunakan energi lebih dari gaya hidup modern yang dibutuhkan,” kata Rajiv Grover, konsultan ahli bedah plastik.

9. Setiap orang akan memiliki bentuk hidung yang sama karena iklim kurang berpengaruh. Pengkondisian udara sudah bergantung pada AC atau pemanas sentral.

10. Penggunaan pemanas dan pakaian hangat membuat manusia masa depan memiliki rambut yang sedikit atau botak, tapi akan ada lebih banyak keriput akibat terlalu sering menggunakan perangkat elektronik.

11. Leher kalkun kendor karena ektra matahari akan menyebabkan kulit kendor dan kelopak mata. Dan akan ada kulit yang lebih gelap karena orang bergerak mengelilingi planet dan terjadi percampuran ras



Manusia 1000 Tahun Mendatang
BACA FULL»

Negara Paling Kaya Di Dunia

Up 0 komentar
Selain perkebunan teh yang terkenal, Sri Langka juga menghasilkan batu mulia juga. Proses pertambangan masih dilakukan secara manual, tambang digali dengan bantuan air dan sekop dan biasanya dilakukan tidak jauh dari tepi sungai. Batu-batu yang sudah digali tersebut kemudian diangkat dalam keranjang dan ember dengan bantuan tali dan kemudian dicuci dalam aliran air atau sungai terdekat sambil mencari batu berharga diantara batu-batu lainya.

Kadang-kadang mereka cuma menemukan satu batu berharga, dua atau bahkan bisa banyak dalam sekali proses. tapi sering juga mereka tidak menemukan apa-apa.

Hampir semua batu berharga dijual di lelang, khusunya yang besar. Batu safir “Blue Belle” 400 karat yang terkenal dan menghiasi mahkota Inggris berasal dari negara ini. Begitu juga dengan batu safir "Star of India" seberat 536 karat yang dipamerkan di museum New York.

Proses penggalian tambang dilakukan secara manual. Peralatan otomatisasi ini hanya diwakili oleh sebuah pompa yang terus-menerus mengairi tambang. Jika pompa dimatikan, tambang tersebut akan penuh dengan air dalam satu jam atau lebih. Jika tambang cukup dalam, pompa tersebut selain mengeluarkan air juga mengeluarkan oksigen.
Sekitar 90% dari tanah Sri Lanka berisi setengah dari 200 varietas batu mulia dan semi mulia yang ada di dunia.
Untuk melakukan pertambangan di sana mereka harus memiliki lisensi dengan biaya $ 5000 setahun.
Keranjang anyaman tersebut digunakan untuk mengangkat batu-batu.
Semua tanah liat dicuci.
Sepuluh menit kemudian hanya batu-batu kecil yang tersisa di dalam keranjang.
Safir, rubi, alexandrites dll dapat ditemukan di antara mereka. Tapi kadang-kadang orang mungkin menggali selama 2-3 bulan dan tidak menemukan satupun batu berharga.
Berikut adalah beberapa semi-batu berharga. Setelah pekerjaan mereka selesai ditambang, batu-batu tersebut mereka jual ke pasar. Batu-batu tersebut masih murah harganya jika belum diproses. Itulah sebabnya seluruh keluarga sering bergabung untuk bekerja bersama. beberapa dari mereka menambang batu mulia sementara yang lain memproses batu-batu tersebut.
Batu yang sudah diproses bisa dijual ditoko.
Batu-batu tersebut disimpan dalam amplop. Hanya yang profesional saja yang tahu mana batu berharga yang sebenarnya atau yang bukan. Batu Safir dipanaskan supaya bisa berwarna dan tampak lebih indah. Satu Batu safir yang benar-benar murni akan berharga sangat mahal. Harga satu karatnya dapat mencapai hingga $ 10,000.
Tas kecil tempat batu-batu mulia.
Garnet.
Batu Safir. Harga rata-rata mereka adalah $ 300 per karat.



Source, Source2
Negara Paling Kaya Di Dunia
BACA FULL»

Sperma Membuat Anda Pintar

Up 0 komentar
Penelitian sperma di tahun 2009, menunjukan bahwa menelan sperma membuat awet muda, bilamana sperma yang mengandung zat spermidine ini ditelan secara teratur, itu memperpanjang umur dan mencegah penyakit Alzheimer.
Penelitian yang di publikasikan pertengahan tahun ini, pada buku yang berjudul “Why is the Penis Shaped Like That ?” dari Jesse Bering, sperma juga mempunyai pengaruh pada inteligensi wanita dan bukan hanya ini tetapi ternyata juga menjadikan wanita lebih ramah.

Sperma mengandung prolactine atau antidepresivum secara alam, estron untuk memperbaiki suasana hati, cortisol untuk meningkatkan perasaan kasih sayang, melatonine untuk meningkatkan tidur yang lebih nyenyak dan zat kimia yang paling terkenal yaitu serotonine. Serotonine itu untuk melawan depresi, apabila kekurangan serotonine, anda merasa depresif, negatif emosi seperti perasaan ketakutan.

Penelitian pada 293 mahasiswi, sains berkesimpulan bahwa wanita yang rutin berhubungan tanpa kondom lebih kurang menderita depresi dan memiliki konsentrasi yang lebih tinggi dari pada wanita yang memakai kondom dan wanita tanpa sex. Ini dikarenakan sperma bebas berenang kemana saja di dalam tubuh wanita.
Dalam penelitian wanita juga membedakan antara sperma pasangan tetapnya dan sperma pria lain – lainnya. Pada suatu hari hubungan tetap ini putus, mengakibatkan gejala depresi yang lebih parah apabila sudah ada gejala depresi sebelumnya.

Jadi sperma bukan hanya untuk menghasilkan keturunan tapi juga memicu pada wanita untuk melakukan rutinitas atau aktif bercinta.



Source
Sperma Membuat Anda Pintar
BACA FULL»

Pelajaran IPA dan IPS di SD (Tidak) Akan Dihapus

Up 0 komentar
Banyak posting di facebook dan artikel-artikel di blog yang menyoroti dihapusnya pelajaran IPA dan IPS. Sayangnya, posting dan artikel tersebut tidak cermat dan cenderung menyesatkan. Banyak pihak yang menulis posting dan artikel hanya didasarkan kepada judul yang dipakai oleh media, tanpa membaca isi dari berita yang seutuhnya.

Penyesatan ini berawal dari judul-judul berita yang dipakai oleh media, yaitu PELAJARAN IPA DAN IPS dihapus. Padahal isi berita di artikel tersebut BUKAN PENGHAPUSAN, melainkan penggabungan.

Di bawah ini saya berikan dua contoh berita dengan judul tersebut:

(1) http://www.tempo.co/read/news/2012/09/29/079432659/Pelajaran-IPA-dan-IPS-Sekolah-Dasar-Dihapus
(2) http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/530871/

Tanpa membaca cermat, banyak pihak yang serta merta memaki-maki Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama yang dianggap bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan di Indonesia. Bahkan beberapa posting dan artikel di blog mengatakan bahwa pendidikan IPA dan IPS di SD dihapus dan akan diganti dengan pendidikan Agama. Pendidikan Agama akan diperbanyak. Sungguh ini adalah sebuah berita yang tidak benar sama sekali.
Sebenarnya, penggabungan IPA dan IPS di SD adalah merupakan reaksi dari curahan hati (curhat) Pak Boediono di Harian Kompas tanggal 27 Agustus 2012. Dalam artikel berjudul: ”Pendidikan Kunci Pembangunan” Bapak Wakil Presiden Republik Indonesia menyentil bahwa pendidikan Indonesia ’belum punya konsep yang jelas’, sehingga semua hal dijejalkan dalam kurikulum.

Saya yakin bahwa Wakil Presiden Republik Indonesia sudah mengomunikasikan kegalauannya ini kepada para menterinya saat rapat kabinet. Bahkan saya juga yakin beliau sudah memberi instruksi. Namun mungkin himbauan dan instruksi ini tidak pernah didengar oleh para menterinya, sehingga Bapak Wakil Presiden Republik Indonesia perlu curhat kepada rakyat melalui Harian Kompas. Sungguh terlalu.

Marilah kita kembali kepada pokok bahasan, yaitu penggabungan pelajaran IPA dan IPS di SD.

IPA dan IPS di SD tidak dihapus tapi direncanakan digabung. Penggabungan ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan pendidikan agama. Alasan penggabungan IPA dan IPS di SD adalah karena pada kurikulum yang sekarang beban anak terlalu berat dan isinya hanya menghafal saja. Jika materinya dikurangi, maka akan ada kesempatan bagi guru untuk mengajarkan ‘cara belajar’ daripada menyelesaikan materi yang terlalu banyak. Adalah lebih penting mengajarkan konsep tentang Ilmu Alam dan Ilmu Sosial sehingga anak-anak bisa mengenali, menyadari dan menalar hal-hal yang ada di sekitarnya, di negaranya dan di dunia.

Pikiran di balik penggabungan IPA dan IPS di SD adalah perubahan kebutuhan anak sekarang ini. Jika sebelum tahun 90-an informasi harus dihafal, sekarang ini informasi bisa didapat dengan cepat melalui internet. Saat ini anak tidak membutuhkan menyerap dan menyimpan informasi, tetapi membutuhkan kemampuan untuk mencari informasi, menalarnya, mengolahnya sehingga informasi tersebut bermakna bagi si anak. Kemampuan mencari, menalar dan mengolah informasi menjadi bekal bagi mereka saat memasuki dunia dewasa. Oleh sebab itu, lebih penting mengajarkan kepada anak tentang: ‘BAGAIMANA BELAJAR’ daripada mengharuskan mereka untuk menyerap informasi.

Pada kurikulum SD sekarang ini, untuk menjamin anak-anak mempunyai informasi yang memadai, maka diajarkan IPA dan IPS secara terpisah. Akibatnya anak hanya dijejali informasi yang sebenarnya sangat mudah bisa didapat hanya dengan menulis kata kunci di Google. Makanya, sekarang ini IPA dan IPS akan digabung supaya anak belajar konsep Ilmu Pengetahuan dan tahu bagaimana Ilmu Pengetahuan bekerja, serta bisa mencari informasi, menalar dan mengolah informasi tersebut sehingga menjadi sebuah makna bagi dirinya.

Sebenarnya, isu bongkar kurikulum sekarang ini bukan sekedar penggabungan IPA dan IPS di SD, melainkan penyusunan ulang kurikulum pendidikan nasional. Seperti telah disinggung diatas, Bapak Wakil Presiden Republik Indonesia curhat bahwa pendidikan kita belum punya konsep yang jelas. Pak Boediono menjelaskan: ”Karena tak ada konsepsi yang jelas, timbullah kecenderungan untuk memasukkan apa saja yang dianggap penting ke dalam kurikulum. Akibatnya, terjadilah beban berlebihan pada anak didik. Bahkan yang diajarkan terasa ”berat”, tetapi tidak jelas apakah anak mendapatkan apa yang seharusnya diperoleh dari pendidikannya.” Beban materi pelajaran yang begitu berat membuat anak tidak sempat belajar keterampilan lain, selain menghafal.

Beban materi yang terlalu banyak dan pengabaian terhadap kecakapan hidup lainnya, mengakibatkan anak belajar mengejar materi (pelajaran) melalui segala cara. Akibatnya, ketika mereka masuk dunia kerja, mereka menerapkan hasil belajarnya ’mengejar materi’ dengan segala cara. Termasuk KORUPSI!

Artinya, kurikulum yang ada sekarang harus didesain ulang.

Selanjutnya Bapak Wakil Presiden Republik Indonesia menutup artikelnya dengan mengambil contoh dari kurikulum S1 Amerika Serikat, dimaka delapan kemampuan menjadi patokan penyusunan kurikulum. Ke delapan kemampuan tersebut adalah:

(1) Kemampuan berkomunikasi,

(2) Kemampuan berpikir jernih dan kritis,

(3) Kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan,

(4) Kemampuan untuk menjadi warga negara yang efektif,

(5) Kemampuan untuk mencoba mengerti dan toleran terhadap pandangan yang berbeda,

(6) Kemampuan hidup dalam masyarakat yang mengglobal,

(7) Kemampuan memiliki minat yang luas mengenai hidup,

(8) Kesiapan untuk bekerja.

Jadi, marilah kita kawal re-disain kurikulum ini dengan cermat, sehingga para pakar yang sekarang ini bekerja di gedung Kemendikbud dan Kemenag bisa menghasilkan sebuah kurikulum pendidikan yang bisa menyiapkan anak-anak Indonesia yang mampu mengelola negara dan bersaing di kancah global. Bukan kurikulum yang menjadikan anak mengejar materi melalui korupsi.



Pelajaran IPA dan IPS di SD (Tidak) Akan Dihapus
BACA FULL»

Pembelokan Sejarah yang Tercecer

Up 0 komentar
Genjer-genjer, bagi teman-teman yang pernah merasakan hidup di jaman Orde Baru dan menonton film pengkhianatan G30S/PKI pasti akan sangat mengenalnya. Film tersebut adalah film wajib yang harus diputar di setiap malam 30 September hingga menjelang masa reformasi. Kenapa lagu ini berkaitan dengan Film itu, tak lain di salah satu bagian film “propaganda” itu kita akan menemukan penggalan kisah pembantaian para Jendral. “Konon“ saat peristiwa tersebut berlangsung, anggota Gerwani selaku Ormas underbow PKI menyanyikan lagu ini untuk mengiringi “prosesi” penyiksaan ke-tujuh Jendral AD hingga meninggal.


Mereka yang di film tersebut oleh anggota PKI selalu disebut sebagai anggota Dewan Jendral yakni sekumpulan Jendral AD yang berniat mengkudeta kekuasaan presiden Soekarno. Satu per satu para Jendral yang ditawan di Lubang Buaya disiksa oleh petinggi partai dan pimpinan ormas underbownya. Sementara di halaman rumah yang digunakan sebagai tempat penyiksaan, anggota dan simpatisan PKI menari sambil diiringi alunan suara ibu-ibu Gerwani yang menyanyikan lagu Genjer-genjer yang telah “diplesetkan” syairnya menjadi seperti di bawah ini.

Jendral Jendral Nyang ibukota pating keleler
Emake Gerwani, teko teko nyuliki jendral
Oleh sak truk, mungkir sedot sing toleh-toleh
Jendral Jendral saiki wes dicekeli

Jendral Jendral isuk-isuk pada disiksa
Dijejer ditaleni lan dipulosoro
Emake Gerwani teko kabeh melu ngersoyo
Jendral-jendral maju terus dipateni


Sebelum berpanjang lebar membahas masalah lagu ini, mari kita sama-sama mempelajari sejarah penciptaan lagu Genjer-genjer.

** Sejarah Lagu Genjer-genjer **

Lagu “Genjer-genjer” diciptakan oleh seorang seniman Banyuwangi bernama Muhammad Arief. Menurut beberapa orang tokoh pegiat seni dan budaya Banyuwangi yang juga merupakan teman seangkatan almarhum Muhammad Arief, lagu ini diciptakan sebagai gambaran keadaan masyarakat Banyuwangi pada zaman pendudukan Jepang. Saat itu Banyuwangi, yang sedari jaman kerajaan Majapahit terkenal sebagai salah satu lumbung pangan di pulau Jawa tak pernah mengalami paceklik / kekurangan pangan. Hasil bumi yang melimpah dari tanah Blambangan (Banyuwangi-Red, asal kata Blambangan adalah Balumbung, yang artinya lumpung pangan. Blambangan dulu meliputi 5 kabupaten di Jawa Timur saat ini, yakni Lumajang, Jember, Bondowoso, Situbondo dan Banyuwangi) selalu mampu mencukupi kebutuhan masyarakatnya, bahkan hampir tiap masa panen selalu dikirim dan dipasarkan ke daerah lain. Keadaan itu berubah sejak kedatangan Jepang di Bumi Blambangan.

Pada masa pendudukan Jepang, banyak warga Banyuwangi yang sedang memasuki usia produktif terutama kaum pria-nya ditangkap dan dijadikan sebagai perkeja paksa/Romusha. Mereka di kirim ke seantero Nusantara bahkan sampai ke daerah Indo China (Thailand, Kamboja, Vietnam, Burma dan Laos). Mereka dipekerjakan di kamp-kamp militer Jepang yang sedang berperang dengan Sekutu. Keadaan ini mengakibatkan lahan pertanian di Banyuwangi terbengkalai dan tak terurus. Hasil panen yang melimpah turun drastis. Jangankan untuk dikirim ke luar daerah, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Banyuwangi saja tidak mencukupi. Banyak warga yang mengalami kelaparan dan meninggal dunia.


Muhammad Arief yang saat peristiwa itu tidak ikut ditangkap oleh pihak Jepang menciptakan lagu Genjer-genjer karena terinspirasi dari masakan sang istri, Sayekti. Karena ketiadaan sayur mayur dan ikan, Sayekti mengolah tanaman Genjer untuk sayuran. Olahan Genjer yang biasanya dimasak oseng-oseng / tumis ternyata menggugah selera makan M. Arief. Masakan itu terasa enak dan sejak saat itu begitu disukainya dan juga warga sekitar.

Genjer adalah sejenis gulma yang biasa hidup di antara tanaman padi di sawah. Awalnya genjer yang dalam bahasa latinnya disebut Limnocharis flava oleh masyarakat Banyuwangi hanya digunakan untuk makanan ayam, itik ataupun babi. Karena kejadian itulah, maka M Arief menciptakan lagu Genjer-genjer, yang menurut H Adang CY dan Hasnan Singodimayan sebagai bentuk sindiran pada penjajah Jepang. Di beberapa situs yang sempat saya kunjungi untuk mencari referensi, lagu ini diciptkan sekitar tahun 1942/1943. Haji Adang CY dan Hasnan Singodimayan sendiri adalah teman seangkatan M Arief.

Masih menurut kedua karib Almarhum tersebut, lagu Genjer-genjer diciptakan juga karena terilhami lagu mainan yang saat itu sudah melegenda di Banyuwangi. Lagu yang dimaksudkan mereka berdua berjudul “Tong ala gentong ali-ali moto ijo“. Dan oleh M Arief dikasih syair yang diperbarui hingga jadilah lagu Genjer-genjer yang kontroversial itu. Berikut syair asli lagu Genjer-genjer berdasarkan buku catatan M Arief yang ditunjukkan Sinar Syamsi, putra tunggal Almarhum.

Genjer-genjer nong kedo’an pating keleler
Genjer-genjer nong kedo’an pating keleler
Ema’e thole teko-teko mbubuti genjer
Ema’e thole teko-teko mbubuti genjer
Oleh satenong mungkur sedot sing toleh-toleh
Genjer-genjer saiki wis digowo mulih

Genjer-genjer esuk-esuk didol neng pasar
Genjer-genjer esuk-esuk didol neng pasar
Dijejer-jejer diuntingi podo didasar
Dijejer-jejer diuntingi podo didasar
Ema’e jebeng podo tuku gowo welasar
Genjer-genjer saiki wis arep diolah

Terjemahannya :

Genjer-genjer ada di lahan berhamparan
Genjer-genjer ada di lahan berhamparan
Ibunya anak-anak datang mencabuti genjer
ibunya anak-anak datang mencabuti genjer
Dapat sebakul dipilih yang muda-muda
Genjer-genjer sekarang sudah dibawa pulang

Genjer-genjer pagi-pagi dibawa ke pasar
Genjer-genjer pagi-pagi dibawa ke pasar
Ditata berjajar diikat dijajakan
Ditata berjajar diikat dijajakan
Ibu saya beli genjer dimasukkan dalam tas
Genjer-genjer sekarang akan dimasak


** Kenapa Lagu Genjer-genjer Identik dengan PKI? **

Lagu Genjer-genjer, yang awalnya hanya dinyanyikan masyarakat Banyuwangi dan mulai dikenal di Indonesia sekitar tahun 1960-an awal. Pada kisaran tahun tersebut, lagu Genjer-genjer dinyanyikan oleh Bing Slamet dan Lilis Suryani. Dan setelah dinyanyikan oleh mereka berdua, lagu itu semakin terkenal.

Di salah satu situs (Detik Forum) disebutkan kenapa lagu ini sempat dikaitkan dengan PKI. Hal itu tak lepas dari andil salah satu petinggi PKI yang juga petinggi LEKRA (LEmbaga Kesenian RAkyat -Underbow PKI) bernama Njoto. Tahun 1962, Njoto yang sedang dalam perjalanan menuju Bali mampir dan singgah di Banyuwangi. Saat itulah lagu “Genjer-genjer” oleh seniman Banyuwangi ditampilkan untuk menghiburnya. Njoto yang memang bernaluri seni cukup baik segera mencium gelagat jika lagu itu akan menjadi booming di jamannya. Dan benar, tak lama setelah itu lagu itu seakan menjadi lagu wajib bagi TVRI dan RRI yang semakin rajin menyiarkannya.

Selepas kunjungan Njoto di tahun 1962 itu, hubungan antara aktifis LEKRA dan seniman Banyuwangi semakin mesra. Njoto meminta M Arief untuk membuatkan beberapa lagu yang bernafaskan PKI antara lain lagu Ganefo, 1 Mei, Mars Lekra, Harian Rakyat dan proklamasi. Sebagai mantan tentara dan pegiat Seni, M. Arief akhirnya diberi jabatan sebagai anggota DPRD Banyuwangi mewakili PKI.

Selepas tragedi 30 September 1965, menurut Sinar Syamsi (putra M Arief) yang saat itu berusia 11 tahun terjadi demo besar-besaran di Alun-Alun banyuwangi. Demo itu digawangi berbagai ormas menuntut pembubaran PKI dan pengadilan terhadap para aktifisnya. M Arief yang merasa terancam akhirnya melarikan diri hingga akhirnya tertangkap oleh CPM di Malang.

Peristiwa itu bisa jadi ada, selain karena M Arief aktif dalam berbagai kegiatan PKI, juga karena selepas tragedi berdarah itu beredar syair gubahan lagu Genjer-genjer yang beredar. Syair yang beredar itu seperti cuplikan syar di awal artikel ini. Sejak penangkapan itu, kabar berita tentang Muhammad Arief yang awalnya bernama Syamsul Muarif hilang bagai ditelan bumi. Hingga kini kabar keberadaan beliau tak pernah terungkap. Jika masih hidup ada di mana dan jika sudah meninggal, di mana pusaranya pun tak pernah tahu.

Jika keberadaan M Arief tak pernah terungkap. Sementara Sayekti selaku istri dan salah satu yang menginspirasi terciptanya lagu tersebut memilih tetap tinggal di Banyuwangi. Karena stigma negatif keluarga PKI, Sayekti sempat mengalami stress. Sayekti akhirnya meninggal dunia 26 januari 2007 lalu.

Karena stigma itu pula, Sinar Syamsi sempat menimbang kemungkinan untuk beralih kewarganegaraan. Menurut pria yang sempat beberapa kali di-PHK dengan alasan tak jelas, saat ini ada dua negara yang jadi pertimbangannya yakni Belanda dan China. Dia berharap, jika jadi pindah kewarganegaraan, dirinya akan memperoleh kehidupan yang lebih baik dan terlepas dari stigma negatif tragedi kelam itu.



** Kesimpulan **

Jika menilik dari berbagai rujukan yang ada, sebenarnya lagu Genjer-genjer tidak ada kaitannya dengan PKI. Lagu itu diciptakan sebelum bangsa ini merdeka. Meski saat penjajahan Jepang, PKI juga sudah eksis di Indonesia, namun di sejumlah situs yang pernah saya kunjungi dan penuturan sahabat karib almarhum, bisa disimpulkan jika beliau baru terlihat aktif di PKI dan LEKRA selaku organisasi underbow PKI di kisaran tahun 1960-an.

Mengenai “gubahan” lagu Genjer-genjer versi GERWANI yang saya tampilkan di awal artikel ini, ada sebuah postingan menarik di detik forum. Di salah satu paragraf disebutkan bahwa yang pertama kali memplesetkan syair lagu Genjer-genjer adalah “harian KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia)”. Hal ini diperkuat dengan catatan harian seorang Hasan / Hasnan Singodimayan, kawan karib almarhum yang juga aktifis HSBI (Himpunan Seni dan Budaya Islam – Underbow partai Masyumi).

Sebagai bagian akhir dari artikel ini, penulis menghimbau teman-teman yang membaca artikel ini, mari kita sudahi kontroversi lagu Genjer-genjer. Bagaimanapun lagu ini tidak salah dan tidak ada kaitannya dengan PKI. Lagu ini hanyalah sebuah karya seni adiluhung yang diciptakan melalui proses perenungan yang dalam melihat kesengsaraan rakyat Indonesia (umumnya) dan masyarakat Banyuwangi (khususnya), yang pada masa itu dijajah Jepang. Lagu ini sebagai salah satu bentuk perlawanan. Jika tentara melawan agresor dengan senapan di tangan, Wartawan dengan penanya. Pun dengan seniman, dia melawan dengan karya seni yang dihasilkan.

Yang salah dalam kasus lagu Genjer-genjer bukanlah lagunya, tapi hanya penciptanya. Seumpama keluarga, lagu Genjer-genjer adalah anak yang terlahir dari orang tua yang distigmakan negatif. Seperti halnya seorang anak penjahat, jika dia boleh memilih pasti akan memilih terlahir dari kedua orang tua yang baik-baik. Begitupun produk seni, meski pada akhirnya menjadi alat propaganda, penulis yakin itu hanyalah ulah oknum yang pandai memanfaatkan keadaan.

“Seni adalah Seni. Stop menyebarkan propaganda dan kebencian politik melalui media seni. “



Denpasar.01102012.000

Masopu



Note:

Mungkur Sedhot = berpaling begitu saja

Diuntingi = Diikat memakai media rumput ilalang atau tali yang terbuat dari irisan bambu tipis

Jebeng = Anak gadis

Mbubuti = mencabuti

Diolah berdasar referensi dari beberapa situs dan data dari teman-teman pegiat seni Banyuwangi



Pembelokan Sejarah yang Tercecer
BACA FULL»